Biarkan Aku Mencintaimu

Biarkan Aku Mencintaimu
Berkenalan dengan Sekretaris Pak Yuda (Dean)


__ADS_3

Setelah tiba di kantor, Dean langsung menuju lantai 12. Tempat dimana ruangan Tuan Yuda berada.


Dilantai 12, sekretaris Tuan Yuda sudah tiba, dan terlihat sedang memilah-milah schedule Tuan Yuda untuk hari ini dan beberapa hari kedepan.


"Permisi, selamat pagi, Nona," sapa Dean sambil menyematkan sebuah senyuman ramah diwajahnya yang terlihat sangat fresh pagi ini.


"Selamat pagi juga," jawab Sekretaris Tuan Yuda yang juga membalas senyuman Dean dengan sangat manis.


"Ada yang bisa saya bantu?" tanya Sekretaris Tuan Yuda sambil menatap wajah Dean dengan intens.


"Apa Tuan Yuda sudah datang?" tanya Dean.


"Pak Yuda datang lima belas menit lagi, silahkan menunggu di kursi tunggu," ujar Sekretaris Tuan Yuda sambil menunjuk ke arah kursi tunggu yang berada lima meter dari hadapannya.


"Terima kasih, Nona," ucap Dean kemudian berjalan menuju kursi tunggu.


"Iya sama-sama," jawab Sekretaris Tuan Yuda sambil tak henti menyematkan senyuman manis diwajahnya kepada Dean.


Setelah diminta menunggu oleh sekretaris Tuan Yuda, Dean langsung menduduki kursi tunggu yang berhadapan langsung dengan meja sekretaris Tuan Yuda. Sambil menunggu, Dean mengambil ponsel dari tasnya. Sesekali Dean tersenyum memandangi layar ponsel miliknya karena membaca pesan singkat yang dikirim sahabat karibnya yang bernama Beni. Beni yang memiliki selera humor yang tinggi tiada henti mengirim pesan kocak kepada sahabatnya itu.


Sekretaris Tuan Yuda yang berada tepat dihadapan Dean tiada henti mencuri pandang, memandangi wajah rupawan Dean dari kejauhan. Dean yang sibuk memainkan ponselnya tidak menyadari ada sepasang mata yang mengamatinya sambil menyematkan senyuman manis dari seberang sana.


"Dia tampan sekali, senyuman nya juga manis sekali," ujar Sekretaris Tuan Yuda dalam hati.


Tiba-tiba Sekretaris Tuan Yuda memudarkan senyuman nya tatkala anak matanya menangkap Tuan Yuda sudah tiba. Dean pun menyadari kedatangan Tuan Yuda.


"Dean kamu sudah lama menunggu?" tanya Tuan Yuda yang baru saja keluar dari lift sambil menyematkan sebuah senyuman di wajah tua nya yang nampak keriput.


"Belum terlalu lama Tuan, baru lima belas menit saya menunggu Tuan," jawab Dean sambil beranjak dari duduknya.

__ADS_1


"Ya sudah, ayo masuk ke ruangan saya!" ajak Tuan Yuda kepada Dean.


"Baik, Tuan," ujar Dean sambil mengikuti langkah kaki Tuan Yuda.


"Lia, apa-apa saja schedule saya hari ini?" tanya Tuan Yuda kepada Sekretaris nya itu.


"Hari ini Bapak ada meeting jam satu siang dengan direktur PT. Franssugar," jawab Lia sambil sesekali mencuri pandangan kearah Dean yang berada dibelakang Tuan Yuda.


"Apa kamu sudah menyiapkan semuanya?" tanya Tuan Yuda.


"Sudah Pak," ujar Lia dengan singkat.


"Baik, terima kasih Lia," ujar Tuan Yuda sambil tersenyum.


"Iya sama-sama, Pak," ucap Lia sambil membalas senyuman Tuan Yuda barusan.


Kemudian Dean dan Tuan Yuda berlalu dari sana menuju ruangannya. Setelah Tuan Yuda dan Dean berlalu dari sana Lia segera melanjutkan pekerjaannya yang tadi sempat terganggu akibat memandangi Dean.


"Dean... Sesuai ucapan saya kemarin mengenai penempatan, kamu akan saya jadikan asisten pribadi saya, dan meja kerja kamu ada di sana," ujar Tuan Yuda sambil menunjuk meja kerja Dean yang ada di salah satu sudut ruangannya.


"Mulai hari ini kamu sudah bekerja di perusahaan ini. Selamat bergabung bersama kami. Saya harap kamu bekerja dengan sebaik-baiknya," ujar Tuan Yuda sambil mengulurkan tangannya pada Dean.


"Baik Tuan, sebelumnya saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Dan Saya berjanji saya akan bekerja bersungguh sungguh, Tuan," ujar Dean sambil mengulurkan tangan nya untuk bersalaman dengan Tuan Yuda.


"Mulai sekarang, jangan panggil saya Tuan, panggil saya Pak Yuda saja," ujar Tuan Yuda sambil tertawa kecil dan satu tangan nya menyentuh bahu dean.


"Baik, Pak," ujar Dean sambil tersenyum mendengar penuturan Pak Yuda barusan.


Setelah melepaskan jabat tangan dengan Dean, kemudian Pak Yuda memanggil Lia untuk masuk keruangan nya. Lia hanya menurut saja perintah atasannya itu, meskipun pekerjaannya harus tertunda lagi.

__ADS_1


Tok tok tok, terdengar suara ketukan pintu dari luar.


"Silahkan masuk," ujar Pak yuda.


Lia segera berjalan menghampiri Pak Yuda yang memanggilnya.


"Bapak memanggil saya?" tanya Lia sambil berdiri disamping Dean.


"Iya Lia, silahkan duduk dulu," ujar Tuan Yuda kepada sekretaris nya yang baru saja tiba di ruangannya.


"Baik, Pak," ucap Lia sambil menduduki sebuah kursi di samping Dean dan berhadapan langsung dengan atasannya itu.


Lia merasakan ada sesuatu yang aneh tatkala dirinya duduk berdampingan dengan Dean dan membuat dirinya sedikit gugup. Hatinya berdetak tak karuan berdekatan dengan Dean.


"Dean, perkenalkan ini sekretaris saya, namanya Lia, dia sudah 3 tahun bekerja sebagai sekretaris di perusahaan ini. Jika ada hal yang belum kamu pahami, kamu bisa menanyakan padanya." Tuan Yuda memperkenalkan sekretaris nya itu pada Dean.


Dean tersenyum lebar memandang ke arah Lia dan mengulurkan tangannya, bermaksud mengajak Sekretaris Pak Yuda untuk berkenalan. Lia semakin gugup dihadapkan dengan kondisi seperti ini, memperhatikan senyum manis Dean mengarah padanya, perasaannya menjadi tak karuan. Ia pun membalas uluran tangan dean sambil membentuk senyuman gugup di bibirnya.


"Deandra Septian," ucap Dean memperkenalkan dirinya pada Lia.


"Grecia Apriliani," ucap Lia dengan gugup.


Sejenak mata keduanya saling berpandangan, tatkala tangan keduanya saling bersentuhan, merasakan lembutnya telapak tangan satu sama lain.


Tak berselang lama, Lia buru-buru melepaskan jabat tangannya dengan Dean, karena ia takut ketahuan oleh Dean kalau dirinya sedang gugup.


*****


Namanya Grecia Apriliani, orang-orang kerap memanggilnya Lia. Dia adalah sekretaris Tuan Yuda dan sekarang berumur 24 tahun. Dia gadis yang cantik dan pintar. Wajahnya yang manis dipadukan dengan style rambut kuncir kuda menjadi ciri khasnya, dan membuat aura kecantikannya semakin terpancar. Senyum manis dan lesung pipi turut menambah keelokan wajahnya.

__ADS_1


Meskipun sudah berumur 24 tahun, tetapi Lia tidak pernah berpacaran. Padahal, banyak lelaki yang mencoba mendapatkan hatinya lewat gombalan-gombalan romantis dan mencoba memberikan perhatian lebih kepada nya. Namun, hati Lia tak bergeming dan sungguh tak tertarik kepada mereka. Lain halnya saat dirinya berdekatan dengan Dean, baru dipandangi saja jantungnya sudah deg-degan berdetak tak karuan.


hai readers 🖐️, yuk dukung karya author ini. biar author semakin bersemangat menulis nya😉


__ADS_2