Biarkan Aku Mencintaimu

Biarkan Aku Mencintaimu
Di musuhi Gino (Dean)


__ADS_3

Kicau burung di pagi hari membangunkan tidur nyenyak Dean. Ia terbangun dan menyadari dirinya tidak mandi semalam, bahkan melewatkan makan malam. Pantas saja perutnya terasa keroncongan kala bangun tidur tadi.


Dean lantas pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya yang terasa lengket dan bau keringat. Setelah selesai mandi, Dean sarapan dan bersiap-siap untuk pergi ke kantor.


Setelah tiba di kantor, Dean langsung menuju ruang kerjanya untuk mengerjakan beberapa berkas kerjasama perusahaan. Dean kini sudah mahir mengerjakan urusan perusahaan, hal itu tak terlepas dari ilmu yang di berikan oleh Lia. Lia selalu mengajari Dean ilmu-ilmu baru mengenai perusahaan, dan itulah yang membuat hubungan mereka kini semakin dekat.


Karena kedekatan mereka, seseorang terlihat tidak senang akan hal itu. Dia adalah Gino.


Gino adalah salah satu karyawan di KUSUMA CORP. Ia menempati salah satu divisi di perusahaan itu. Lelaki 26 tahun itu sudah lama menyukai Lia, bahkan sejak Lia pertama kali menjadi sekretaris Pak Yuda, ia sudah menaruh hati pada gadis cantik dan cerdas itu.


Namun, hati Lia tak bergeming. Gino sudah berusaha mendekati nya dengan memberikan perhatian kepadanya. Tetapi, hati Lia tetap saja berada ditempat nya dan tak tergerak sedikit pun akan perhatian yang sudah di berikan Gino kepadanya.


Gino tak pernah berhenti mendekati Lia, sekalipun Lia selalu menghindar dari nya. Ia tidak perduli dengan perlakuan Lia terhadapnya, karena rasa cinta yang begitu besar terhadap Lia.


Kejengkelan muncul di hati Gino tatkala kehadiran Dean di perusahaan itu. Dean yang baru beberapa minggu bekerja disana langsung bisa berdekatan dengan Lia, sedangkan dirinya yang sudah bertahun-tahun mendekati Lia tak pernah diberi kesempatan sedikitpun oleh Lia, bahkan hanya berbicara pun Lia tak mau. Itulah yang membuat nya sangat jengkel pada Dean.


Jika bertemu dengan Dean, Gino selalu memasang wajah sinis dan remeh. Dean tidak mengerti apa kesalahannya pada Gino, sehingga Gino selalu memandang dirinya seperti itu. Dean yang dikenal ramah tak pernah ambil pusing akan perlakuan Gino kepadanya. Bahkan, Dean selalu tersenyum ramah tatkala berpapasan dengan Gino.


*****


Kini, Lia pun sudah terbiasa berdekatan dengan Dean. Mereka bak dua orang yang sudah lama saling mengenal, padahal baru 2 bulan ini mereka mengenal satu sama lain. Tak jarang mereka menghabiskan waktu makan siang bersama diluar. Lia juga sering memberikan perhatian nya kepada Dean. Namun, Dean tak pernah menganggap nya lebih, Dean pikir bahwa Lia memang orang yang baik sehingga dia memberikan perhatiannya kepada semua orang.


Waktu sudah menunjukkan pukul setengah dua belas siang, itu artinya sekarang adalah jam istirahat bagi karyawan KUSUMA CORP. Dean keluar dari ruangan untuk mengistirahatkan sejenak matanya, karena sudah setengah hari menatap layar komputer. Baru saja membuka pintu ruangannya, ia langsung disambut sapaan hangat dari Lia yang sudah menunggu dirinya diluar.


"Dean!" panggil Lia sambil tersenyum ke arah Dean.


Dean yang baru saja keluar dari ruangan kerjanya menoleh pada asal suara yang memanggil namanya.

__ADS_1


"Lia?" ujar Dean mendapati Lia berada di depan ruangannya.


"Kita makan ke luar yuk," ajak Lia pada Dean.


Dean sejenak berpikir. Sebenarnya ia malas keluar, tetapi mengingat Lia selama ini baik pada nya, Dean merasa tidak enak jika menolak ajakan Lia.


"Ayo," ujar Dean singkat.


Dua Minggu yang lalu Dean diberikan ruangan kerja sendiri oleh Pak Yuda. Ruangannya terletak disamping ruangan Pak Yuda. Lia juga tak pernah absen mengajak Dean untuk makan siang kala jam istirahat kantor sedang berlangsung.


Setelah keluar dari lift, Dean dan Lia berjalan beriringan menuju parkiran. mereka tiada hentinya bersenda gurau, dan tak jarang membuat keduanya tertawa lepas.


Di parkiran mereka bertemu dengan Gino. Ketika berhadapan dengan Dean, wajah Gino terlihat memerah. Hal itu menunjukkan bahwa ia benar-benar marah karena memperhatikan Dean dan Lia tertawa bersama tadi. Dia berlalu dari sana dan menyenggol dengan kasar bahu Dean sehingga membuat Dean nyaris tumbang.


"Uppss... sorry Bro," ujar Gino dengan sinis memandangi wajah Dean.


Lia terlihat menajamkan tatapan nya pada Gino. Lia tau, Gino sengaja melakukan itu pada Dean.


Gino pun membalas tatapan tajam Lia dengan senyum sinis nya, lalu ia segera berlalu dari sana.


"Dean, kamu nggak apa-apa kan?" tanya Lia dengan nada sedikit cemas.


"Aku baik-baik saja," ujar Dean dengan senyum manis nya.


"Dasar Gino, awas aja kamu!" ujar Lia dengan nada suara jengkel yang nyaris tak terdengar oleh Dean.


"Sudahlah, aku gak kenapa-kenapa kok, lagian dia juga sudah meminta maaf," ujar Dean dengan santai.

__ADS_1


"Ayo, kita jadi makan siang atau nggak nih?" timpal Dean memudarkan lamunan Lia.


"Jadi dong," ujar Lia dengan senyum mekar diwajahnya.


Kemudian mereka pun berlalu dari sana menuju tempat makan favorit keduanya. Selama diperjalanan, mereka tiada henti bersenda gurau. Dean begitu senang mendapatkan teman yang baik dan perhatian seperti Lia. Lia pun sangat senang bertemu seorang laki-laki seperti Dean.


Nama Dean kini sudah mengisi separuh hati Lia. Dia tidak hanya menyukai dean. Namun, ia sudah di tahap mencintai nya. Lia awalnya menyangkal perasaan nya pada Dean. Namun, hatinya tidak bisa di bohongi. Walaupun Dean lebih muda darinya, tapi, sikap dewasa Dean mampu merubah pandangan Lia.


Ya, Lia sudah jatuh cinta. Dan Dean adalah orang pertama yang mendapatkan ruang cinta pertama di hati Lia. Ia selalu merasa senang dan terlindungi tatkala dirinya berada disisi Dean.


Dari sekian banyak cinta yang mencoba masuk ke relung hati Lia, tak ada satupun yang berhasil mendapatkan nya. Namun, perhatian kecil dari Dean mampu meruntuhkan sisi hatinya yang beku. Memang benar adanya, jika Hati memang tak bisa menentukan kemana ia akan berlabuh.


Dean pun merasakan perhatian yang ditunjukkan oleh Lia kepadanya. Namun, Dean tak pernah menanggapi dengan serius perasaan itu. Terkadang Dean ingin menolak perhatian yang diberikan Lia, tapi ia merasa tidak enak, lantaran Lia sudah banyak mengajarkan dirinya mengenai ilmu di kantor.


Meskipun Dean berteman dengan wanita, dirinya tak pernah melupakan tujuan awal dirinya bekerja. Itulah mengapa dirinya sedikit menjaga jarak dengan Lia. Entah Lia merasakan atau tidak, yang jelas Dean hanya menunjukkan perhatian sewajarnya saja.


Setelah menyelesaikan makan siang, mereka kembali ke kantor untuk melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing.


Lia terlihat tidak fokus melakukan pekerjaannya. Ia sering melakukan kesalahan karena kebanyakan melamun.


Sejak kejadian diparkiran tadi, Lia jadi tidak tenang. Ia selalu kepikiran tentang keselamatan Dean. Ia takut jika Gino akan melakukan hal-hal nekat untuk mencelakai Dean.


Namun, ia berusaha membuang pikiran negatif nya itu, dan berusaha fokus melakukan pekerjaannya hingga jam pulang tiba.


..."Jika kau belum siap memberikan cintamu, maka jangan pernah memberikan perhatian pada seseorang, sekalipun itu hanya perhatian kecil, sebab hati merupakan sesuatu yang sangat rapuh bila bersentuhan dengan cinta"...


...~ Dominikus Dewanda ~...

__ADS_1


__ADS_2