
Sesampainya di rumah, Dean memperhatikan rumahnya masih sepi. Tidak ada siapapun disana. Ayahnya masih di kebun, ibunya masih dirumah majikannya, sedangkan adik-adiknya masih sekolah dan akan pulang sekitar satu jam lagi.
Dean lantas mengganti pakaian dan bergegas memasak untuk makan siang dirinya dan adik-adiknya.
Biasanya, jika tidak ada Ibu Dewi dirumah, Gita yang akan memasak makan siang untuk dirinya dan Riko. Berhubung hari ini Dean pulang paling awal, jadi Dean berinisiatif untuk memasak makanan untuk adik-adiknya itu.
Setelah kurang lebih satu jam, Gita sampai didepan rumah, dan mendapati pintu rumahnya sudah terbuka. Dia buru-buru masuk kerumah karena takut ada pencuri yang masuk ke rumahnya. lagipula tenggorokan nya terasa kering. Ia masuk dengan mengendap-endap melihat setiap sudut rumahnya. Ketika matanya melihat ke dapur, akhirnya ia bisa bernafas lega, lantaran yang ada dirumahnya bukanlah pencuri, melainkan kakak sulungnya yang sedang menyiapkan makan siang.
"Kakak sudah pulang?" tanya Gita sambil melangkah kan kakinya menuju dispenser untuk mengambil minum.
Dean terkejut mendengar suara Gita barusan, untung saja Dean tidak menderita penyakit jantung. "Iya, Kakak sudah pulang satu jam yang lalu," ujar Dean sambil meletakkan mangkuk berisi sayuran yang baru dimasaknya ke atas meja.
"Ayo, cepat ganti bajumu lalu mandi! Habis itu baru kita akan makan siang sambil menunggu Riko pulang, " timpal Dean pada Gita yang terlihat sedang meneguk segelas air putih hingga tandas.
"Iya, Kak," ujar Gita sambil mengangguk.
Kemudian ia berlalu dari dapur menuju kamarnya untuk mengikuti perintah Dean.
Tak berselang lama, terlihat Riko masuk rumah dengan memegang selembar kertas. Dengan wajah kesalnya, ia membanting tas miliknya ke sofa yang ada diruang tamu.
"Aaaakkhhh!" Riko berteriak frustasi sambil menjambak rambutnya sendiri dengan kedua tangannya.
Dean yang mendengar suara teriakan merasa terkejut dan segera menghampiri sumber suara itu. Disana dia melihat Riko yang duduk dilantai sambil menjambak rambutnya.
"Riko ada apa ini?! Kenapa berteriak?!" tanya Dean dengan kesal pada adiknya itu.
Riko terkejut mengetahui Dean ada dirumah, karena biasanya Dean akan pulang saat sore hari tapi tidak untuk hari ini, Dean sudah pulang padahal masih siang.
__ADS_1
Riko buru-buru berdiri dan memasang wajah biasa dihadapan kakaknya sambil berusaha menyembunyikan selembar kertas yang dibawanya tadi dari balik tubuhnya. Riko berusaha menutupi raut kekesalan nya, padahal di sekolah tadi, ia kembali di berikan surat peringatan karena tidak membayar uang sekolah selama 3 bulan ini. Bila tidak segera dilunasi, maka ia terpaksa akan dikeluarkan dari sekolah dalam waktu dekat.
"Kakak sudah pulang? tumben banget cepat, Kak?" ucap Riko sambil terus mencoba menutupi raut kekesalan diwajahnya.
"Iya, Kakak sudah pulang, Kakak kecapean tadi, makanya pulangnya lebih cepat dari biasanya," ujar Dean berbohong pada Riko. Anak matanya berusaha menangkap secarik kertas yang di sembunyikan Riko di belakang tadi, namun kertas itu sudah lebih dulu terlihat oleh Dean, hanya isinya saja yang belum Dean ketahui.
"Ohh." Riko mengangguk sambil berpikir, sejak kapan kakaknya itu bisa merasakan capek, padahal biasanya seharian keliling kota untuk cari kerjaan juga tidak pernah mengeluh.
"Kenapa kamu berteriak tadi?" timpal Dean memudarkan lamunan Riko.
"Ah... enggak kok, Kak. Riko cuma kecapean aja karena tugas yang menumpuk," ujar Riko mencoba membohongi Kakak sulungnya itu. Namun, hal itu tidak berlaku bagi Dean, dia tau ada yang Riko sembunyikan darinya.
Dean menatap Riko penuh selidik. Riko hanya menundukkan kepalanya, tak berani memandangi Dean.
"Ya sudah, cepat ganti pakaian mu, Lalu mandi, habis itu kita makan siang bersama. Kakak tunggu di meja makan," ujar Dean sambil berlalu dari sana menunju dapur.
Sebenarnya Dean ingin menanyakan langsung apa yang sudah terjadi pada Riko, karena hampir dua minggu ini Riko selalu tampak cemas dan melamun, serta selalu keluar rumah setelah jam makan siang, dan akan pulang menjelang Maghrib. Namun, Dean tidak mau terlalu memberi tekanan pada adiknya itu, ia akan bertanya saat Riko sudah tenang nanti.
*****
Tak berselang lama, muncul Gita dan Riko menuju meja makan. Disana mereka sudah ditunggu oleh Dean. Tidak ada percakapan diantara mereka selama makan siang berlangsung, hanya terdengar suara dentingan piring dan sendok yang saling bergesekan.
Setelah selesai makan siang, Dean meminta Gita untuk mengemasi sisa makanan tadi. Sedangkan Riko langsung berpamitan menuju kamar.
"Mau kemana kamu Riko?" tanya Dean pada Riko yang baru saja keluar dari kamar dengan mengenakan jaket dan tas dibelakang nya.
"Aku mau menemui temanku Kak, kemungkinan pulang nya maghrib nanti," ujar Riko pada kakaknya.
__ADS_1
"Ada perlu apa?" tanya Dean berusaha menyelidiki, karena rasa penasaran nya pada kegiatan Riko.
"Emm... kita mau ngerjain tugas, Kak," ujar Riko sedikit gugup karena kebingungan harus menjawab apa dengan pertanyaan kakaknya itu.
Lagi-lagi Dean tidak bisa dibohongi, dia tau ada yang sedang di sembunyikan Riko darinya. Apalagi barusan Riko terlihat gugup saat menjawab pertanyaannya.
"Baiklah." Dean berkata dengan singkat karena tak ingin mengintrogasi adiknya itu saat ini.
Setelah berpamitan pada Dean, Riko langsung berangkat. Dean yang mencurigai Riko tak tinggal diam, dirinya juga berpamitan kepada Gita untuk mengikuti Riko.
"Git, Kakak mau keluar sebentar ya, kamu jaga rumah, Ibu sebentar lagi pulang," ujar Dean pada Gita sambil mengenakan jaketnya.
"Kakak mau kemana?" tanya Gita sambil melirik ke arah dean.
"Menemui teman Kakak," ujar Dean singkat sambil mengenakan sebuah jaket berbahan Levis ke badannya.
"Oh, baiklah Kak," ujar Gita singkat.
Setelah berpamitan pada Gita, Dean pun bergegas mengikuti Riko.
"Kak Riko dan Kak Dean sama saja, tidak ada yang mau menemani aku dirumah," ujar Gita dengan kesal setelah Dean membelakangi nya.
Beruntunglah Dean tidak kehilangan jejak Riko. Dia masih bisa melihat punggung Riko dari kejauhan.
Setelah berjalan mengikuti Riko selama kurang lebih 20 menit, Dean berhenti karena Riko terlihat masuk ke sebuah tempat, dan Dean hanya memperhatikan Riko dari kejauhan saja.
Setelah beberapa menit mengamati dari kejauhan, Dean dibuat terkejut melihat aktivitas Riko disana.
__ADS_1
"Astaga! Apa yang dia lakukan disana?" ujar Dean sambil memfokuskan pandangannya pada Riko. Dean tidak berani mendekat, ia hanya memantau dari kejauhan saja.