Biarkan Aku Mencintaimu

Biarkan Aku Mencintaimu
Apa Artinya Perhatian Ku Selama Ini? (Lia)


__ADS_3

Setelah Gino tak terlihat dari pandangan nya, Lia buru-buru menuju ruang kerja Dean. Ia tak sabar menanyakan maap kuning itu pada Dean.


Begitu sampai di depan ruangan Dean, Lia hendak mengetuk pintu. Namun, pintu sudah terbuka duluan, memperlihatkan Dean yang berdiri di hadapannya sambil memegang sebuah maap kuning yang di cari-carinya dari semalam.


Dean juga terkejut mendapati Lia sudah berdiri di depan ruangannya. Padahal, Ia baru saja akan memberikan maap itu pada lia.


"Terima kasih Dean," ujar Lia sambil merampas dengan kasar maap kuning itu dari tangan Dean.


Lia buru-buru menundukkan kepalanya dan tak berani menatap Dean. Ia merasa sangat malu jika Dean sudah membaca surat cintanya itu.


Dean merasa aneh pada sikap Lia. Lia tidak seperti biasanya. Biasanya Lia bersikap ramah dan sopan, tapi hari ini Lia terlihat sangat gugup, Dean juga tidak tahu kenapa Lia sampai sebegitu gugupnya berhadapan dengan dirinya, padahal ini bukanlah kali pertama mereka berjumpa.


"Iya sama-sama Lia," ucap Dean dengan ramah sambil menatap wajah gugup Lia.


Lia tetap tak memperhatikan lawan bicaranya. Ia sibuk memperhatikan lantai yang seolah-olah menarik perhatiannya.


"Kalau begitu, aku permisi Dean," ujar Lia tergesa lalu segera berjalan meninggalkan Dean menuju meja kerjanya.


"Iya," kata Dean singkat.


Lalu Dean pun kembali ke ruang kerjanya untuk melanjutkan pekerjaannya.


*****


Jam istirahat siang sudah tiba, para karyawan berhamburan keluar untuk beristirahat siang. Begitu juga dengan Dean.


Dean menunggu Lia menghampiri dirinya untuk makan siang seperti biasanya. Namun, Lia tak kunjung datang padahal perutnya sudah lapar sekali.


Dean lantas menghampiri meja kerja Lia, disana ia melihat Lia sedang duduk fokus menghadap komputer.


"Lia, ayo kita istirahat makan siang!" ajak Dean.

__ADS_1


"Eh Dean... Aku masih kenyang, kamu makan saja," ujar Lia menolak ajakan Dean.


Tidak biasanya Lia seperti ini, biasanya Lia yang selalu bersemangat mengajak Dean istirahat makan siang, entah kenapa Lia hari ini tampak berbeda.


"Baiklah kalau begitu, aku permisi," ujar Dean dengan lembut kemudian berlalu meninggalkan meja kerja Lia.


Setelah Dean tak terlihat dari hadapannya, Lia buru-buru menyingkir dari depan komputer itu. Ia hanya berakting saja tadi untuk menutupi rasa gugupnya terhadap Dean.


Kruuuk kruuuk, terdengar bunyi perut Lia yang kelaparan.


Ia tidak bisa lagi menahan rasa laparnya, warga kampung tengahnya sudah sedari tadi berdemo minta di isi, akhirnya Lia memutuskan untuk menyusul Dean di sana, tidak apa-apa terlihat gugup yang penting perut terisi. Begitulah kira-kira isi pikiran Lia.


*****


Dean makan siang di seberang Kusuma corp saja, tempat yang kini sudah jadi langganan dirinya dan lia. Disana ia bertemu dengan Gino, si pembuat masalah itu.


"Tumben makan sendiri Bro, kemana pacarmu itu?" ujar Gino dengan sinis bermaksud mengolok, sambil menepuk pundak Dean yang kala itu sedang menikmati makan siang nya.


"Alah... Jangan sok polos deh lu Dean, mana ada cewek sama cowok berteman segitu akrab nya kalau nggak ada hubungan spesial," ujar Gino dengan ketus.


"Tunggu-tunggu, aku benar-benar nggak ngerti maksudnya?" ujar Dean membela dirinya.


Dean benar-benar tidak mengerti maksud perkataan Gino barusan. Apalagi menyangkut suatu hubungan spesial.


"Nih gua kasih tau lu ya, jangan pernah sekali-kali dekatin Lia lagi, Lia itu punya gua. Gua udah bertahun-tahun nungguin dia, eh elu baru masuk aja udah berani dekatin Lia. Emang lu mau gua hajar ha?" ujar Gino dengan sombong bermaksud mengancam Dean.


"Gino dengerin dulu ya, asal kamu tahu aku dan Lia tidak punya hubungan spesial, kami hanya berteman," ujar Dean dengan tenang.


"Alah... Masih saja ngelak, lo pikir gua gak punya mata apa? Lo pikir gua gak bisa menilai kebersamaan kalian selama ini? Lo pikir gua gak bisa melihat perhatian Lia sama Lo?" cetus Gino.


Semua mata pengunjung rumah makan itu tertuju pada Dean dan Gino yang sedang adu mulut. Keributan mereka menarik perhatian para pengunjung disana.

__ADS_1


Lia baru saja tiba di rumah makan itu. Begitu sampai di sana, ia melihat Dean dan Gino sedang duduk berhadapan dan sedang adu mulut, oleh karena itu ia hendak mendekat karena takut Gino akan membuat masalah lagi dengan Dean.


"Ya sudah, kalau kamu tidak percaya tidak apa-apa, yang jelas antara aku dan Lia tidak ada hubungan spesial, dan perlu kamu tahu Gino, aku tak pernah punya perasaan pada Lia sedikit pun!" ujar Dean dengan ketus dan hendak berlalu dari sana meninggalkan Gino. Namun, ia melihat Lia juga ada disana, persis di belakang Gino.


Lia tercengang mendengar perkataan yang keluar dari mulut Dean, ia sejenak terdiam membisu. Perasaannya juga sangat terluka mendengar ucapan yang keluar dari mulut Dean barusan. Apalah arti perhatiannya selama ini jika Dean tak pernah menganggap dirinya ada.


Lia lantas membalikkan badannya dan segera meninggalkan rumah makan itu.


"Lia tunggu!" teriak Dean memanggil lia.


Namun, yang ia panggil tak menoleh sedikitpun. Dean lantas membayar makan siangnya dan segera mengejar Lia untuk menjelaskan semuanya.


Lia terus melangkahkan kakinya menuju kantor, sesekali ia mengusap buliran air mata yang keluar tak tertahankan lagi.


Hatinya begitu sakit mendengar pengakuan Dean yang tak pernah merasakan sesuatu yang spesial dari perhatiannya selama ini.


"Lia tunggu!" teriak Dean dari belakang.


Lia kian mempercepat langkah kakinya. Ia tidak mau lagi melihat Dean. Lia sengaja berjalan berkelok-kelok di setiap lorong agar dean tak bisa mengejarnya. Arah yang kini jadi tujuan nya adalah toilet yang berada di sudut kantor, tempat paling sepi di Kusuma corp.


Disana ia menumpahkan seluruh air matanya yang sedari tadi tak mampu ia bendung lagi. Sebegitu besarkah perasaan nya pada Dean? Sehingga ia begitu terluka mendengar pengakuan Dean yang tak punya perasaan terhadap dirinya?


Lalu kebersamaan dan kedekatan mereka selama ini apa artinya? Mengapa Dean sampai berkata demikian? Pertanyaan itu terus muncul di kepala Lia. Ia sangat menyesali kebodohannya karena dengan mudahnya diperbudak oleh cinta.


Dean kehilangan jejak Lia. Lia berjalan mengikuti lorong yang berkelok kelok itu. Siapa pun bisa saja tersesat di lingkungan Kusuma corp yang tidaklah kecil itu.


Karena tak kunjung menemukan Lia, Dean lantas kembali ke ruang kerjanya, dan ia pikir nanti ia akan meminta maaf pada Lia.


Setelah menumpahkan seluruh air matanya, Lia kembali ke meja kerjanya dengan mata yang sembab. Ia benar benar kecewa pada Dean.


Diantara dirinya dan Dean memang tidak ada hubungan yang spesial, hanya sebatas teman akrab yang dapat dikatakan sahabat. Lalu kenapa ia sampai segitu terluka mendengar penuturan Dean?

__ADS_1


Dean memang tidak bersalah dalam hal ini, ia mengatakan yang sejujurnya. Tetapi apa artinya kebersamaan dan kedekatan mereka selama ini?


__ADS_2