
*Di taksi
Air mata Lia tiada henti mengalir dari pelupuk mata yang hampir sembab itu. Lia merasa sangat kecewa pada Gino, Lia berpikir Gino adalah lelaki yang Baik, ternyata dugaannya salah besar.
Hatinya juga begitu sakit mendengar tuduhan wanita tadi yang mengatai bahwa dirinya wanita murahan. Sungguh ia sangat terluka mendengar tuduhan itu.
Sopir taksi itu sesekali melihat ke belakang melalui pantulan cermin di depan mobil itu.
Lia sedari tadi tidak berhenti menangis, dan tidak memberitahu kemana arah yang ingin di tuju
"Mbak, kita mau ke mana?" tanya sopir taksi itu.
"Kita ke arah jalan Merdeka Timur, Pak," ucap Lia dengan nada suara gemetar karena masih menahan sesak di dadanya.
"Baiklah, Mbak," kata sopir taksi itu.
"Kenapa dari tadi menangis, Mbak?" Sopir taksi itu memberanikan diri untuk bertanya pada Lia.
"Enggak kok, Pak. saya hanya terharu saja dengan almarhum teman saya yang sudah meninggal beberapa tahun yang lalu," ujar Lia berbohong pada sopir taksi itu. Padahal, jelas sekali tadi ia bertengkar dengan Gino, namun ia berusaha menutupinya.
Sopir taksi itu tahu diri, ia tidak mungkin bertanya lebih jauh mengenai permasalahan yang di hadapi penumpangnya itu. akhirnya ia membiarkan saja Lia terus menangis sampai Lia turun.
Sesampainya di rumah, Lia langsung masuk ke kamar dan menghempaskan tubuhnya di atas ranjang. Mama Susi yang mendengar kedatangan Lia mencoba mengetuk pintu yang sudah di kunci Lia dari Dalam kamarnya.
Mama Susi merasa kebingungan dengan Lia. berangkat tadi gembira, pulangnya tiba-tiba marah-marah, ada apa? pikir Mamah Susi.
'Tok tok tok'
"Lia... "
"Lia, buka pintunya, Nak."
"Lia, Kamu kenapa, Nak?"
Berulang kali Mama Susi mengetuk pintu kamar berharap bisa di bukakan pintu oleh Lia. Akhirnya usahanya pun berhasil. Lia membuka pintu kamarnya, dan membiarkan ibunya untuk masuk, sedangkan ayahnya sedang tidak ada di rumah pada saat itu.
Mama Susi sedikit terkejut mendapati Lia yang baru saja tiba di rumah langsung menangis di kamarnya.
__ADS_1
"Lia, kamu kenapa nangis, Nak?" tanya Mama Susi sambil berjalan ke arah Lia yang sedang terduduk di atas kasur nya.
"Hiks hiks..." Desih tangisan terdengar dari mulut Lia.
"Lia, ayo ceritain sama Mama!" bujuk Mama Susi sambil mengelus dengan lembut punggung Lia.
"Mamah bilang Gino laki laki yang baik, nyatanya enggak, Mah. Dia lelaki yang brengsek! Hiks hiks..." Lia menumpahkan kekesalan nya dihadapan sang Mama.
Mama Susi sangat tidak mengerti akan ucapan yang Lia ucapkan. "Maksudnya gimana, Li?"
"Mamah, Gino sudah punya kekasih, dan sekarang kekasihnya sedang mengandung anak Gino. Tadi wanita itu datang dan mengatai Lia adalah wanita murahan, Mah. Lia nggak terima, hiks hiks..." ungkap Lia sambil terus menangis tersedu-sedu.
Mama Susi sangat terkejut mendengar penuturan Lia, Ia rasanya tidak percaya, karena yang ia kenal selama ini tentang pribadi Gino adalah anak yang sangat baik, Gino juga anak yang sangat sopan. Jadi, sangat mustahil jika Gino berlaku demikian, pikir Mama Susi.
"Sudah, sudah. Besok Mama akan tanyakan langsung pada Gino. Kamu jangan nangis lagi ya," ujar Mama Susi.
"Nggak mau mah, Lia benci Gino! Lia nggak mau ketemu Gino lagi! Hiks hiks..." tegas Lia.
"Suttt, ya sudah, Jangan nangis lagi ya Nak," bujuk Mama Susi.
Gino akhirnya hanya di temani oleh Mama Susi. Gino lantas menceritakan kalau semalam dirinya mencoba untuk membujuk Lia, tetapi Lia tidak mau. Selain itu, Gino juga menceritakan kalau semalam dirinya langsung mencari jejak wanita yang sudah merusak kedekatan antara dirinya dan Lia.
Setelah di telusuri, wanita itu adalah orang suruhan Ruri. Ruri adalah mantan pacar Gino semasa kuliah dulu. Usut punya usut Ruri menghianati Gino, oleh karena itu mereka putus. Namun, Ruri masih cinta dan tak mau putus dengan Gino, dan selalu berusaha untuk mengganggu hubungan Gino dengan wanita yang sedang dekat dengannya.
Mama Susi awalnya terlihat ragu dengan ucapan Gino. Namun, penuturan Gino masuk di akal, selain itu Gino juga anak yang baik jadi tidak mungkin melakukan hal-hal yang sekeji itu.
Mama Susi percaya pada penuturan Gino, namun tidak untuk Lia. Mulai hari itu Lia jadi sangat benci pada Gino. Padahal Mama Susi sudah beberapa kali memberi pengertian pada Lia, tapi Lia tetap pada pendiriannya, dan menilai kalau Gino adalah lelaki brengsek dan tak bertanggung jawab.
Flashback off
"Itulah kenapa Lia sangat membenci Gino, dia merasa sangat kecewa pada Gino," tutur Mama Susi.
Dean sangat serius mendengar cerita Mama Susi. "Kalau Gino adalah lelaki yang baik, lalu kenapa dia terlihat tidak menyukai ku, Tante?"
"Dia hanya menunjukkan kalau dia tidak suka dengan orang yang dekat dengan Lia, karena dia sangat mencintai Lia. Tapi Lia sudah terlanjur kecewa pada Gino." Mama Susi menghela nafasnya.
Dean menganggukkan kepalanya mendengar cerita Mama Susi barusan. Dari cerita itu, Dean bisa menyimpulkan itulah alasan kenapa Gino selalu menganggap remeh dirinya dan juga tidak senang kala dirinya berdekatan dengan Lia.
__ADS_1
"Dean, apa kau tau kalau Lia mencintai mu?" ujar Mama Susi dengan Santainya.
Serrrrrr....
Dak dik duk... dak dik duk...
Detak jantung Dean berdetak lebih cepat dari biasanya mendengar penuturan Mama Susi barusan.
"E... Dean..., Dean tidak tahu, Tante. " Dean tampak ragu mengucapkan apa yang ia rasakan mengenai kedekatan dirinya dan Lia.
"Apa kamu juga cinta dengan Lia?" tebak Mama Susi.
"Tante, sebenarnya Dean mengerti dengan perhatian Lia selama ini, hanya saja Dean tidak berharap untuk di cintai Lia. Lia gadis yang cantik, pintar, pasti banyak pria yang tertarik pada nya," tutur Dean.
"Namun, Dean tidak bisa membalas perasaan Lia, Tante. Dean tidak bisa menyuruh nya menunggu terlalu lama, karena Dean ingin membahagiakan kedua orang tua Dean dulu, jadi Dean tidak bisa menerima perasaan Lia Sekarang, Dean minta maaf ya, Tante," sambung Dean.
"Tidak apa-apa, Dean. Tante ngerti kok, kamu harus sukses dulu, banggain kedua orang tua mu," nasihat Mama Susi.
"Terima kasih nasihatnya, Tante." Dean menganggukan kepalanya.
Mama Susi menganggukan kepalanya dan tersenyum. Ia mengerti akan keadaan Dean saat ini, ia juga tahu kondisi keluarga Dean karena Lia sering menceritakan nya.
Tak terasa hari akan berganti menjadi malam, tetapi Lia tak kunjung datang. Akhirnya Dean berpamitan untuk pulang.
Akhirnya Dean tahu maksud perhatian dan kedekatan Lia dan dirinya waktu itu. Dean juga tahu kalau surat cinta yang di temukan nya di maap kuning beberapa waktu yang lalu juga tertuju untuknya. sungguh Dean tak percaya, tapi inilah kenyataan nya Grecia Apriliani mencintai Deandra Septian.
Dalam perjalanan pulang, Dean terus berpikir mengapa bisa Lia menyukainya, padahal banyak yang lebih baik darinya, lalu mengapa Lia menyukai nya yang serba kekurangan?
...*************...
..."Jangan pernah menanyakan alasan mengapa seseorang bisa jatuh cinta, sebab jatuh cinta tidak punya alasan, ia hadir begitu saja tanpa sebuah alasan maupun penjelasan."...
...(Bang D)...
ig: dewanda_nk
yuk di follow 😘
__ADS_1