Biarkan Aku Mencintaimu

Biarkan Aku Mencintaimu
flash back (Dean)


__ADS_3

Setelah selesai makan malam, Dean berpamitan pulang kepada Pak Yuda dan Mami Meri. Tak lupa ia juga berpamitan pada Elin, teman sekelasnya dulu.


Sesampainya di apartemen miliknya, Dean langsung mandi dan berganti baju. Kemudian ia membaringkan tubuhnya diatas ranjang. Karena ia sangat merindukan kenangan masa kecilnya dulu, ia lantas beranjak dari kasur dan mengambil sebuah album foto keluarganya dari dalam lemari, yang memperlihatkan potret dirinya dan kedua adiknya saat masih kecil dulu.


Ia juga mengingat-ingat lagi kenangan masa kecilnya hingga SMP dulu, kala itu ekonomi keluarganya belum terpuruk seperti sekarang ini. Dan kala itu ia juga masih bisa bersekolah di sekolah favorit di kotanya.


Flashback on


Dulu, keluarga Pak Burhan bermukim dikawasan perkotaan, karena ia dulu adalah seorang kepala divisi pemasaran di sebuah perusahaan tekstil.


Kehidupan keluarga Pak Burhan dulu juga sangat terjamin. Rumah mereka luas lengkap dengan segala isinya, mereka juga memiliki beberapa unit kendaraan, baik roda dua, maupun roda empat. Dan kala itu anak-anak Pak Burhan juga bisa belajar di sekolah ternama di kota Jakarta.


Meskipun ia menjadi seorang kepala divisi di sebuah perusahaan, Pak Burhan selalu mengajari anak-anaknya untuk rajin berkebun. Bahkan, ia sengaja membeli sebidang tanah untuk menyalurkan hobinya untuk berkebun, sambil mengajari anak- anaknya.


Pak Burhan sengaja mengajari anak- anaknya untuk berkebun, supaya anak-anaknya bisa lebih mengenal alam dan lingkungan sekitar.


Dean yang masih kecil terlihat sangat senang tatkala kedua orang tuanya mengajaknya ke kebun setiap akhir pekan. Akhir pekan menjadi hari yang sangat ditunggu-tunggu oleh Dean. Begitu juga dengan Riko. Sedangkan Gita, ia masih balita kala itu.


Ketika mereka masih di kota, Dean bersekolah di SMP Putri Pertiwi, sekolah favorit yang berisi anak-anak orang kaya dan ekonomi nya diatas rata rata.


Selama SMP, Dean mengalami sedikit kendala pada penglihatannya, sehingga ia diwajibkan untuk mengenakan kacamata selama disekolah. Namun, ketika dirumah Dean melepaskan kacamata nya, karena kendala pada penglihatannya masih dalam skala ringan.

__ADS_1


Meskipun orang tuanya cukup ber uang. Namun, Dean bukanlah tipikal anak manja. Ia selalu menyisihkan uang jajan yang diberikan oleh ayahnya untuk di tabung.


Namun, perekonomian keluarga Pak Burhan terpuruk tatkala perusahaan tempat ia bekerja dinyatakan bangkrut. Ia kehilangan pekerjaan yang selama ini menjadi penopang kehidupan keluarganya.


Mereka juga harus menerima kenyataan pahit bahwa Ibu Dewi di vonis dokter mengidap kanker payudara.


Pak Burhan sangat terpukul mendengar vonis dokter terhadap istri yang sangat di cintai nya itu. Apalagi ia baru saja kehilangan pekerjaan nya. Hal itu membuat nya semakin tertekan.


Dengan tabungan yang Pak Burhan punya, ia berusaha memberikan pengobatan yang terbaik bagi istrinya itu. Pengobatan demi pengobatan dilakukan, Ibu Dewi juga sempat melakukan beberapa kali operasi untuk mengangkat sel kanker didalam tubuhnya.


Uang tabungan Pak Burhan nyatanya belum cukup untuk membiayai pengobatan istrinya. Ia terpaksa menjual semua aset miliknya, termasuk tempat tinggal mereka.


Ya, rumah yang berisi banyak kenangan itu harus dijual untuk membantu membiayai pengobatan istri nya.


Dengan uang sisa penjualan semua aset miliknya, Pak Burhan dan keluarga nya memilih pindah ke kawasan pinggiran kota. Ia lantas membeli sebuah rumah kecil, dan sebidang tanah yang tidak terlalu luas untuk berkebun.


Dari hasil perkebunannya itulah mereka bisa menyambung hidup sehari-hari. Pak Burhan sebetulnya sudah berusaha kesana kemari untuk mencari pekerjaan, tapi ia tidak kunjung mendapatkannya. Akhirnya berkebun menjadi satu-satunya pilihan bagi Pak Burhan.


3 bulan setelah pindah, Ibu Dewi merasa tidak enak jika hanya berdiam diri dirumah. Ia meminta ijin pada suaminya agar di perbolehkan untuk membantu bekerja di kebun. Namun, Pak Burhan menolak keras tawaran istrinya, dengan alasan kesehatan.


Istri Pak Burhan bersikeras meminta ijin untuk bekerja pada suaminya, karena ia merasa sudah sangat sehat.

__ADS_1


Karena Ibu Dewi sering memaksanya, akhirnya Pak Burhan memberi ijin kepada istrinya untuk bekerja dengan satu syarat, yaitu, Ibu Dewi tidak boleh memaksakan diri.


Ibu Dewi menerima baik syarat yang di berikan suaminya itu. Ia akhirnya bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga di sebuah rumah yang terletak tak jauh dari rumahnya. Karena Pak Burhan tetap tak mengijinkan istrinya itu bekerja diluar ruangan.


Dean yang baru tamat SMP akhirnya melanjutkan pendidikannya ke jenjang SMA. Meskipun tak lagi belajar di sekolah ternama, Dean tetap bersungguh-sungguh mengikuti setiap mata pelajaran.


Kendala pada mata Dean juga sudah sembuh, karena ia rutin menjalani pengobatan. Kini ia bisa melihat dengan normal tanpa dibantu kacamata.


Mengingat kondisi perekonomian keluarganya yang tak sebaik dulu, Dean kini tumbuh jadi anak yang semakin mandiri dan tangguh. Ia tidak mau menyusahkan orang tuanya.


Setelah pulang sekolah, ia selalu pergi ke kebun untuk membantu ayahnya. Biasanya, Setelah menjual hasil kebun, Pak Burhan akan memberikan sedikit uang pada Dean sebagai upah karena sudah membantu bekerja di kebun.


Dengan uang itu Dean bisa membantu membiayai sekolah nya, walaupun tidak sepenuhnya ia membiayai dirinya, tapi ia sudah sedikit meringankan beban kedua orang tuanya.


Itulah yang membuat kedua orang tuanya sangat menyayangi Dean, karena ia selalu bisa membagi waktu untuk belajar dan membantu kedua orang tuanya.


Flashback off


Malam kian larut,Dean juga kian merasakan kantuk. Ia lantas menyimpan album foto keluarga nya ke lemari lalu membaringkan kembali tubuh nya di atas ranjang.


Besok adalah hari kerja, jadi Dean tak mau sampai terlambat. Karena Dean merupakan sosok yang disiplin dan selalu datang sebelum jam kantor dimulai.

__ADS_1


Dean lantas tertidur pulas di atas ranjang dan segera masuk kedalam dunia mimpi.


__ADS_2