
Keesokan harinya
Jiya berjalan menuruni anak tangga dan mendapati kedua orang tuanya yg audah berada di meja makan
"Pagi sayang"sapa bunda jiya
"Pagi juga bun"jawab jiya seraya duduk dikursi dan mengambil makanan
Tidak ada yg mereka bicarakan saat makan
Setelah jiya selesai dengan sarapan jiya pamit kedua orang tuanya
"Bunda ayah jiya pamit ya"ucap jiya sambil mencium punggung tangan kedua orang tuanya
"Iya hati hati di jalan"jawab bunda jiya
Jiya keluar dan masuk kedalam mobilnya pergi ke kampus
Sepanjang perjalanan jiya bingung harus bagaimana cara menjelaskan ke miko kalau dia sudah di jodohkan dengan andre
Sesampainya di kampus jiya langsung masuk ke dalam kelasnya
Selang beberapa menit dosen masuk seperti biasa menjelaskan materi
30 telah berlalu
Jiya keluar dari kelas dan menghubungi miko untuk bertemu di salah satu cafe favorite nya
Me: Mik aku tunggu di cafe seperti biasa
Miko: oke
__ADS_1
Jiya sudah berada di dalam cafe menunggu kedatangan miko, 10 menit telah berlalu yg di tunggu tunggu belum juga muncul, jiya mulai merasa bosan menunggu miko yg tidak datang datang
jiya beranjak dari duduknya belum sempat dia melangkah dia melihat miko yg masuk kedalam cafe tersebut
Miko berjalan kearah jiya sambil tersenyum kearah jiya
Mereka berdua sudah duduk berhadapan
"Jadi adapa? "tanya miko pada jiya
"Aku mau kita putus"Jawab jiya singkat
"Hey kamu becanda kan"elak miko
"coba lihat aku apa ada tanda tanda aku becanda"jawab jiya
"Tidak sih tapi adapa dengan mu kenapa tiba tiba minta putus"seru miko meminta penjelasan pada jiya
"Aku sudah di jodohkan ayah, dan aku juga tidak bisa menolak nya miko"jawab jiya sendu
"Laki laki kemarin yg mengantarkan aku pulang"jawab jiya menatap miko
"aku nggak mau putus"tolak miko
"tapi aku mau"jawab jiya menahan sesak di dada nya
"Kamu itu tidak mencintainya jiya bagaimana kalau kamu tidak bahagia"jawab miko
"Cinta bisa tumbuh seiring berjalan nya waktu miko"jawab jiya menunduk berusaha untuk tidak menangis
"Apa kamu yakin kamu bisa bahagia"tanya miko pada jiya
__ADS_1
"Aku yakin"jwab jiya singkat
"Baiklah aku setuju tapi akau akan tetap mencintaimu jiya sampai kapan pun itu, jika laki laki tersebut melukai mu aku tidak akan segan segan untuk merebutmu kembali"tegas miko sambil beranjak pergi meninggalkan jiya
Jiya yang sedari tadi menahan tangisan nya kini sudah menagis tersedu sedu
Setelah merasa lebih tenang jiya beranjak dari duduk nya dan pergi meninggalkan cafe tsb
Setelah sampai di rumah jiya langsung menuju kamarnya untuk menenangkan fikiran nya tanpa memeperdulikan sapaan dari bunda nya
Didalam kamar jiya langsung merebahkan dirinya sambil menangis menangis dan menangis sampai tertidur
Jiya tertidur dan melewatkan makan malam nya bersama keluarganya
Jiya bangun dari tidurnya karena mendapati ponselnya menyala
Kak jino: dek besok kakak pulang ke indonesia
Me: Beneran?
Kak jino: iya mau di beliin sesuatu nggak?
Me: nggak usah cukup kakak pulang dengan selamat sudah membuat jiya bahagia
Kak jino: ternyata adik kakak sudah dewasa ya
Me: ihh apaan sih
Kak jino: hehe yasudah tidur gih udah malem
Me: iya iya bawel goodniht kak😍
__ADS_1
Kak jino: hmm juga
Setelah berbalas pesan dengan kakak nya jiya pun merebah kan kembali dirinya untuk tidur