Biarkan Aku Mencintaimu

Biarkan Aku Mencintaimu
Terciduk (Riko)


__ADS_3

Tidak terasa, dua bulan sudah Dean bekerja di kantor Pak Yuda. Selain di sibuk kan dengan kegiatan nya di kantor, kini Dean juga sering menghabiskan waktunya untuk mengikuti kegiatan Pak Yuda diluar jam kantor. Sehingga ia jarang untuk berkumpul bersama keluarga nya di rumah.


Apalagi satu bulan yang lalu Pak Yuda baru saja menyewakan sebuah kamar apartemen untuk Dean didekat KUSUMA CORP. Pak Yuda melakukan itu karena ia merasa kasihan melihat Dean jika harus pulang pergi setiap hari untuk pergi ke kantor. Sedangkan jarak dari rumah Dean hingga kantor tidaklah dekat.


Dean hanya pulang sekali hingga dua kali saja dalam seminggu untuk mengunjungi kedua orang tua serta kedua adiknya. Orang tua Dean juga mengerti akan situasi ini, sehingga mereka tidak menuntut Dean untuk sering berkunjung.


Kini Pak Yuda tidak hanya menganggap Dean sebagai asisten nya, melainkan sudah dianggap seperti anak sendiri. Dean sebenarnya tidak enak jika diperlakukan sedemikian rupa, karena hubungan dia dan Pak Yuda hanya sebatas karyawan dan atasan saja, tetapi Pak Yuda tidak mau jika Dean menolak keinginannya.


Sikap Dean yang disiplin, mandiri, dan pekerja keras membuat Pak Yuda merasa tertarik untuk mengajari Dean berbisnis. Selain itu, Dean juga Selalu bersikap ramah dan baik bagi semua orang, hal itulah yang juga membuatnya tampak lebih berkharisma.


Jika tidak ada pekerjaan di kantor, tak jarang Pak Yuda mengajak Dean untuk bersantai keluar, walaupun hanya sekedar minum kopi.


Seperti hari ini misalnya, setelah melakukan pertemuan dengan seorang klien tadi siang, Pak Yuda mengajak Dean untuk bersantai saja, lantaran jam pulang tinggal setengah jam lagi.


"Dean, kita berhenti disini saja!" perintah Pak Yuda sambil menunjuk ke arah sebuah kedai kopi kepada Dean yang sedang mengendarai mobil.


"Baik, Pak," ujar Dean. Kemudian ia menepikan mobil yang dikendarai nya.


Kebetulan Pak Yuda mengajak Dean singgah di kedai kopi tempat Riko bekerja. Dan ini adalah kali pertama Dean melihat dari dekat Riko sedang bekerja, setelah lebih dari dua bulan ini.


Begitu masuk ke kedai kopi tersebut, Pak Yuda dan Dean menempati kursi di sudut ruangan. Disana, Riko terlihat sedang meracik kopi untuk seorang pembeli. Dean hanya memandangi wajah adiknya yang sudah pandai berbohong itu. Pasalnya sampai hari ini ia masih saja membohongi kedua orang tuanya dan tak mau berterus terang kepada dirinya.


"Ini kopinya, Mbak," ujar Riko sambil menyodorkan segelas kopi susu kepada seorang pembeli wanita yang ada diseberang meja Dean dan Pak Yuda.


"Terima kasih, Mas," ujar pembeli wanita itu.

__ADS_1


"Sama-sama, Mbak," ujar Riko.


Begitu membalikkan badannya, Riko dibuat terkejut mendapati Dean ada Disana dan sedang menatapnya dengan tatapan tajam.


"Kak Dean?" ujar Riko dengan nada suara dan ekspresi panik karena dirinya sudah tertangkap basah oleh Dean.


Pak Yuda melihat Dean sedang menatap tajam seorang pelayan di kedai kopi itu yang tak lain adalah adiknya sendiri.


"Dean, apa Kalian sudah saling mengenal?" tanya Pak Yuda pada Dean yang masih saja menghujamkan tatapan tajam nya pada Riko.


"Iya Pak, dia adik saya namanya Riko," ujar Dean dengan nada suara sedikit gusar sambil mengalihkan pandangannya ke arah luar ruangan.


Riko hanya menundukkan kepalanya tatkala Dean menghujamkan tatapan tajam padanya.


Dari raut wajahnya, terlihat Dean sangat marah pada adiknya itu, karena riko sudah berbohong. Meskipun Dean sudah lama tahu, tapi baru kali ini ia menunjukkan emosinya.


Sebagai Kakak, Dean merasa tidak dihormati oleh Riko. Jika ada permasalahan, Dean berharap adiknya tidak segan untuk meminta Dean untuk membantu mencari jalan keluarnya. Namun, Riko tak pernah mau jujur dan dan jika di tanya ia selalu saja menutupi permasalahannya.


"Kalau begitu mari ikut bergabung saja bersama kami," ujar Pak Yuda menawarkan Riko untuk duduk bersama.


Baru saja akan membuka mulut untuk menolak tawaran Pak Yuda, Riko dibuat terdiam oleh kakaknya yang langsung menanggapi tawaran Pak Yuda untuk dirinya.


"Tidak usah Pak, sepertinya dia sedang sibuk melayani para pembeli disini," ujar Dean dengan sinis.


Mendengar Dean berkata seperti itu, Riko segera berlalu dari sana dan meminta pelayanan lain untuk melayani Kakak serta bosnya itu.

__ADS_1


Selama mengenal Dean, baru kali ini Pak Yuda melihat Dean sebegitu marahnya. Ia tidak tau apa yang terjadi pada keluarga Dean, yang jelas Dean tidak seperti biasanya.


*Dikamar mandi kedai kopi


Riko yang tadi berlalu dari hadapan Dean segera pergi ke kamar mandi. Disana ia menumpahkan air matanya yang tak bisa tertahankan lagi. Melihat ekspresi dan tatapan kakaknya tadi, ia tahu bahwa kakaknya itu sangat marah padanya.


Riko berpikir ini memang kesalahan nya, karena tidak berterus terang kepada kedua orang tua serta kakaknya. Namun, di satu sisi ia juga menangis lantaran ia melakukan semua ini agar tidak merepotkan kedua orang tua mereka. Jika ia berterus terang, kemungkinan ia sudah pasti akan dilarang untuk bekerja lagi, itulah sebabnya ia memilih untuk berbohong seperti ini.


Setelah puas menumpahkan air matanya, Riko keluar dari kamar mandi. Didepan, Pak Yuda dan Dean sudah tak terlihat lagi, karena mereka baru saja pulang.


Selama diperjalanan pulang, baik Dean maupun Pak Yuda tidak ada yang memulai pembicaraan. Pak Yuda tidak ingin mengajak Dean berbicara karena Dean masih dikuasai emosi.


Setelah tiba didepan rumah Pak Yuda, Dean berhenti dan keluar dari mobil. Pak Yuda mengajak Dean untuk singgah barang sebentar. Namun, Dean dengan sopan menolak tawaran Pak Yuda dengan alasan kelelahan. Pak Yuda juga tidak ingin memaksa Dean.


Setelah mengantar Pak Yuda, Dean segera berlalu dari sana menuju apartemen miliknya. Sesampainya di apartemen miliknya, Dean merebahkan dirinya diatas kasur sambil merenung, Dean sangat menyesali sikap nya tadi terhadap Riko karena sudah memarahi adiknya itu.


Karena sudah kelelahan akhirnya Dean tertidur dengan Pakaian kerja masih melekat di badannya.


*Di kedai kopi


Setelah jam kerja nya berakhir, Riko segera pulang menuju rumah.


Setelah kejadian tadi, Riko berjanji akan berterus terang pada kedua orang tuanya, sekalipun orang tuanya akan marah seperti yang Dean lakukan padanya, riko akan menerima konsekuensinya. Namun, ia tidak mau jika harus dilarang untuk bekerja lagi, lantaran ia senang bisa membantu kedua orang tuanya. Walaupun ia tidak bisa memberi setidaknya ia tidak menyusahkan orang tuanya. Begitulah kira kira isi hati Riko.


..."Orang lain tak akan mengerti dengan apa yang kau lakukan, jadi tetaplah berdiri diatas pondasi kakimu bukan kaki orang lain"...

__ADS_1


...~Dominikus Dewanda~...


__ADS_2