BINTANG DARI SURGA

BINTANG DARI SURGA
Dady Pahlawanku Part 2


__ADS_3

Bintang berjanji akan mengenalkan Sean pada Luna dan sepulang sekolah, Bintang yang sudah berganti pakaian itu mengatakan akan bermain bersama dengan Luna, setelah mendapatkan ijin dari Nina, Eny pun mengantarkan Bintang ke rumah temannya itu.


Sesampainya di sana, Eny menitipkan Bintang pada Nirin. "Bu Nirin, saya titip cucu dulu, ya. Nanti akan saya jemput setelah selesai bermain."


"Oh, iya... baik, Bu," jawab Nirin yang masih berdiri di pintu gerbang dengan menggandeng lengan Bintang dan Luna.


Setelah itu, Nirin yang sedang memasak pun mengajak ke duanya untuk masuk, Nirin tidak lupa menutup pintu gerbang itu.


Setelah di ruang tengah, Luna pun mengambil mainannya yang berada di box dan setelah mainan itu tertuang, justru Bintang berbisik pada Luna.


"Katanya mau liat Dady aku?"


Luna pun mengangguk kemudian bertanya, "Di mana? Emangnya jam segini Dady kamu tidak kerja?"


"Biasanya, Dady selalu ada di mana-mana, ayo kita keluar," ajak Bintang dan keduanya pun pergi tanpa permisi.


Tentu saja keduanya akan membuat semua orang panik.


Di luar rumah, Bintang yang merasa haus itu mengajak Luna untuk membeli minuman dingin di sebuah warung kelontong yang tidak jauh dari rumah Luna.


Bintang menggunakan uang pemberian Sean kemarin yang ia masukkan ke dompet mainannya yang sekarang ia bawa.


Setelah itu, Bintang yang membayar dengan menggunakan dolar itu di manfaat oleh seseorang yang mengambil kesempatan dalam kesempitan.


"Aduh, Neng. Pakai uang biasa aja ada?" tanya si pemilik warung dan Bintang yang belum mengerti uang itu menjawab, "Ini kan sama aja uang, Paman."


"Biar saya yang belanjakan," kata seseorang itu, melihat anak kecil menggunakan dolar membuatnya berpikir untuk menculik ke dua anak itu untuk dimintai tebusan.


Setelah mendapatkan minuman dingin itu, Bintang dan Luna pun permisi tidak lupa mengucapkan terima kasih pada paman yang membayarkan.


Di perjalanan, Luna yang tidak tau arah tujuannya itu bertanya, "Kita mau kemana, Bintang?"


"Kita ke taman, yuk. Nanti, pasti Dady aku datang buat ikut main," jawab Bintang dan keduanya pun semakin tidak sabar.


Setelah keduanya sampai di taman, Bintang dan Nina melihat badut dan keduanya mengikuti badut itu.


Badut itu adalah paman yang memang sudah mengincar dari awal.


Setelah keduanya mengikuti, badut itu mengajak Bintang dan Luna masuk ke mobil.


Luna yang sering diingatkan oleh Nirin untuk tidak ikut dengan orang asing itu menolak.


Luna menarik tangan Bintang yang sudah masuk ke mobil N-Max dan keduanya pun terjatuh.

__ADS_1


"Bintang, kita enggak boleh ikut, ayo kita pulang!" kata Luna dengan terus menarik tangan Bintang.


"Tapi, kata badut itu, dia tau di mana Dady aku, Luna," jawab Bintang seraya melepaskan tangan Luna.


"Bintang, kita harus tanya Mamah dulu, kita tidak boleh ikut orang asing!" seru Luna dan badut itu kembali membujuk Bintang dan saat itu pula badut itu harus tersungkur saat Sean yang sedang dalam perjalanan tak sengaja melihatnya.


Melihat badut tersungkur, Bintang dan Lun tertawa, menganggap apa yang dilihatnya itu sangat lucu.


Lalu, Bintang yang melihat Sean menendang badut itu bersorak hore.


"Hore, Dadi aku datang."


"Dady Bintang?" tanya Luna pada Sean dan Sean pun mengangguk.


Setelah itu, Sean kembali pada badut tersebut dan badut itu yang terpergok hampir melarikan diri.


"Apa jangan-jangan kamu biasa menculik anak orang?" tanya Sean seraya menarik punggung badut itu dan si badut itu melawan Sean dengan mengibaskan tangannya, perkelahian pun terjadi.


Sementara itu, Bintang dan Luna yang awalnya mengira Dady dan badut itu sedang berlakon pun bersorak dan menyemangati Sean.


Tetapi, setelah melihat badut itu berdarah, Bintang dan Luna pun menjadi diam, keduanya berpelukan dan setelah warga berkumpul, Sean memberikan badut itu padanya untuk dihakimi masa, tetapi, badut itu meminta ampun dan akan menyerahkan diri ke posisi.


Benar saja, badut itu diantarkan warga ke kantor polisi dan di sana ia mengakui perbuatan jahatnya seperti apa yang Sean katakan, badut itu adalah penculik anak-anak.


****


Dan Bintang menjawab dengan memeluk Sean yang sudah mensejajarkan tingginya.


Bintang mengatakan kalau dirinya sangat merindukan.


"Dady, Bintang kangen Dady."


Sean pun membalas pelukan itu.


Setelahnya, Sean berniat untuk mengajak Bintang pulang, tetapi, Bintang menolak dengan alasan Nina yang tidak menyukainya.


Lalu, Sean berpikir untuk membawa Bintang ke restorannya, seperti apa yang telah ia bayangkan sebelumnya.


Benar saja, Sean membawa keduanya dan tentu saja, apa yang Sean lakukan itu membuat Nina dan Nirin menangis sejadinya.


Terlebih lagi, keduanya mendengar kabar kalau warga baru saja menangkap seorang penculik dan itu semakin membuat Nina dan juga Nirin menjadi khawatir.


Nina baru saja melaporkan hilangnya Bintang dan laporan itu belum dapat diterima sebelum 24jam, Nina pun mengamuk di kantor polisi.

__ADS_1


Nina takut sesuatu yang buruk terjadi, sementara itu, Bintang dan Luna sedang duduk di kursi ditemani oleh karyawan Sean.


"Selama aku memasak, awasi mereka jangan sampai menyentuh apapun!" perintah Sean dan karyawannya itu berdiri di belakang Bintang dan Luna yang sedang memperhatikan Sean.


"Wah, Dady kamu jago, Bintang," kata Luna seraya menatap Bintang yang terus tersenyum.


Kemudian Bintang dan Luna kembali bersorak saat melihat api yang naik ke wajan Sean.


Bagi keduanya, itu seperti atraksi, Bintang dan Luna pun bertepuk tangan.


"Dady, besar nanti, Bintang mau seperti Dady!" seru Bintang dari tempat duduknya.


Sean pun memberikan tersenyum seraya memberikan jempol kanannya pada Bintang.


"Aku juga, aku juga mau seperti Paman!" seru Luna dan Sean juga memberikan senyum itu padanya.


Setalah masakan sudah siap, Sean mengajak dua anak kecil itu ke ruangannya, mereka makan sore di sana.


Setelah dengan makan, Sean membujuk Bintang untuk pulang.


"Tidak, Bintang tidak mau pulang, nanti Ibu melarang Bintang buat dekat sama Dady," ucap Bintang seraya tak mau menatap Sean.


"Bintang, kalau Bintang seperti ini, nanti Ibu jadi semakin marah sama Dady, lalu, kita jadi tidak bisa bertemu, Bintang mau seperti itu?" tanya Sean dan Bintang pun tetap tidak mau dibujuk.


"Anak ini, keras kepala, pasti seperti ibunya, oh, tidak. Pasti dia memiliki sedikit watak dari ayahnya," batin Sean dan setelah itu, Sean tidak habis akal, ia melirik Luna yang sedari tadi hanya diam.


"Kalau begitu, minggu depan, kita jalan-jalan, mau?" tanya Sean seraya menatap Luna.


Lalu, Bintang yang melihat itu menjadi cemburu, Bintang mengarahkan wajah Sean untuk tetap melihatnya.


"Dady tidak mau melihat Bintang kalau Bintang tidak Mei dengarkan ucapan Dady," kata Sean seraya kembali melihat Luna dan Luna tersenyum dan merasa malu pada Sean.


"Baiklah, tapi Dady harus berjanji, Dady harus ajak Bintang jalan-jalan!" kata Bintang seolah sedang mendikte Sean.


"Siap bos kecil," jawab Sean.


Setelah itu, Sean mengajak keduanya untuk pulang, tentu saja, Bintang dan Luna yang baru saja turun dari mobil itu ditatap oleh Nina yang sedang berdiri di depan rumahnya.


Nina dan Sean pun saling menatap.


Bersambung.


****

__ADS_1


__ADS_2