
Bintang menggigil dan Segera mengambil sesuatu untuk menutupi tubuhnya, tetapi, Zack menarik itu.
"Aku suka melihatmu tanpa busana," ucap Zack dan Bintang menatapnya penuh benci dan Bintang yang sudah habis kesabaran itu meludahi wajah Zack yang tepat ada di depannya.
Mendapatkan Bintang yang berani membuat Zack menarik rambut basah Bintang.
"Aaah!" pekik Bintang seraya menahan tangan Zack dan karena itu Zack memberikan hukuman untuk Bintang, hukuman itu takan pernah Bintang lupakan karena Zack benar-benar tidak memiliki hati.
Pagi ini, Bintang yang kesakitan itu sudah kembali diperkosa oleh suaminya sendiri.
Dan Zack yang merasa kalau Bintang akan mati itu berhenti.
"Tidak, dia tidak boleh mati karena aku harus menyiksanya lebih dulu," kata Zack seraya melepaskan Bintang dan Bintang tergeletak lemah tak berdaya di ranjang yang masih berantakan lengkap dengan bercak darah perawannya.
Lalu, Zack mengambil ponsel Bintang yang terus berdering.
Terlihat kalau Dante yang sedang menghubungi dan Zack menerima panggilan itu.
"Halo," kata Zack.
"Aku mau bicara dengan Bintang," kata Dante dan Zack mengatakan kalau Bintang masih tidur.
"Kami pengantin baru, sudah pasti melakukan itu, sudah dulu, aku harus menyiapkan sarapan untuk istriku," kata Zack dan Bintang yang mendengar obrolan itu membuka mata.
Bintang melihat Zack meletakkan kembali ponsel itu ke nakas dan Bintang mencoba meraihnya.
Tetapi, Bintang terpergok Oleh Zack dan Zack menahan tangannya.
"Jangan macam-macam atau kamu tau akibatnya!" ancam Zack dan Bintang tak perduli dengan ancaman itu, Bintang yang lemas itu memaksa mengambil ponselnya, lalu, Zack memperlihatkan foto-foto dari ponselnya sendiri.
Foto itu adalah foto Binar yang sedang berdiri berjajar dengan pria yang bersekongkol dengan Zack, foto diambil saat pesta pernikahan di hotel.
Melihat itu, Bintang semakin menangis sampai lidahnya terasa kelu, lalu, Bintang melemparkan ponsel Zack hingga ponsel pecah.
"Kamu harus mengganti rugi," ucap Zack seraya mendorong Bintang kembali ke ranjang.
Dan Zack yang sudah bosan mendengar tangisan Bintang itu memilih untuk keluar sebelum habis kesabarannya.
"Aku tidak boleh menyerah, aku harus bisa keluar dari sini dan lepas darinya!" kata Bintang seraya bangun.
Bintang mencari pakaiannya dan Bintang yang tak mendapat pakaiannya itu mengambil kaos Zack dan kaos itu cukup panjang sampai di atas lututnya.
__ADS_1
Lalu, Bintang keluar dari kamar dan terlihat kalau Zack sedang sibuk di dapur, Bintang yang masih berdiri di tangga itu pergi dengan diam-diam ke arah pintu.
Sesampainya di pintu, Bintang tidak dapat membukanya karena pintu itu terkunci. Bintang pun mencoba mencari jendela dan semua di teralis.
Bintang yang frustasi itu berjongkok dengan memanggil Nina, "Ibuu...."
Dan tanpa Bintang ketahui ternyata Zack sudah berdiri di belakangnya.
"Mau kemana, Nyonya?" tanya Zack dan Bintang yang terkejut itu segera berbalik badan.
"Ampun, Zack. Tolong jangan siksa aku lagi," tangis Bintang dan Zack pun menarik lengannya.
"Bangun kamu, siapa suruh kamu pakai bajuku!" kata Zack seraya mencoba melepaskan baju yang melekat di tubuh Bintang dan Bintang menolak untuk membukanya.
"Aku butuh pakaian, Zack!" teriak Bintang seraya mendorong dada bidang suaminya.
"Ternyata, kamu berani juga!" kata Zack dan Zack menyeret Bintang, Zack membawanya ke kamar mandi yang ada di dekat dapur dan sebelum Zack mengunci pintu, pria kejam itu menyiramnya lebih dulu.
Dan Bintang yang sudah lelah menangis itu terlihat pasrah.
Dan karena Bintang diam saja, Zack pun ingin menampar, tetapi, Zack merasa sedikit tidak tega saat Bintang menatapnya nanar.
"Tampar aku, Zack. Walau aku tidak bersalah, lakukan apapun yang kamu mau, bahkan kamu bisa membunuhku!" lirih Bintang dengan bibir yang bergetar, ia kedinginan dan kesakitan.
Setelah itu, Bintang duduk di atas kloset, ia menekuk kakinya dan memeluknya.
"Dady...," lirih Bintang dan bukan hanya Sean yang ia panggil, Bintang juga memanggil ayahnya.
****
Zack yang tak memiliki pakaian untuk Bintang itu mendapatkan panggilan dari Sean dan karena ponselnya pecah, Sean menghubungi Bintang.
Zack yang menerimanya.
"Dimana Bintang?" tanya Sean.
"Dia sedang mandi, adakah sesuatu yang ingin Tuan katakan, nanti saya akan sampaikan," kata Zack.
"Koper pakaiannya tertinggal, kami khawatir Bintang akan terus memakai gaunnya."
"Ah... itu. Anda tidak perlu khawatir, aku sudah pasti akan berbagi pakaian dengan istriku, dia terlihat cantik saat memakai baju ku yang terlihat kebesaran di tubuhnya," jawab Zack sesantai mungkin.
__ADS_1
"Baiklah, kalau bisa datang, datang lah, kami menunggu kalian di rumah," kata Sean sebelum menyudahi teleponnya.
"Baik," jawab Zack.
Kemudian, Zack sarapan seorang diri dan setelah itu, Zack keluar dari rumah, ia tidak lupa mengunci semua pintu dan berpesan pada anak buahnya untuk menjaga rumah.
Zack pergi ke mall untuk membelikan pakaian Bintang dan di mall Zack bertemu dengan Dante yang sedang menemani Naomi berbelanja.
"Di mana Bintang, kenapa kamu sendiri?" tanya Dante yang menghampiri Zack.
Zack tetap melanjutkan memilih pakaian untuk Bintang dan Zack menjawab, "Bintang sedang kesakitan, kami baru saja melakukan malam pertama, tidak mungkin aku mengajaknya, dia akan sulit berjalan."
Mendengar itu hati Dante merasa teriris, ia selama ini mengagumi dalam diam dan terus menjaganya, sekarang harus mendengar kalau Bintang sudah dijamah oleh suaminya.
Walau sakit, Dante dapat mengerti bahwa dirinya tidak memiliki hak untuk melarang.
Dan Zack meninggalkan Dante yang terdiam.
****
Selesai dengan berbelanja, Zack membuka pintu kamar mandi dan Bintang sudah tak sadarkan diri.
Zack terkejut dan ketakutan, ia takut akan masuk penjara jika Bintang tewas di tangannya.
Lalu, Zack segera mendekat dan Zack masih merasakan nafas Bintang.
Zack pun bernafas lega.
Sekarang, Zack membangunkannya, tetapi, Bintang tak mau membuka mata. Dengan terpaksa, Zack pun membopongnya, ia membawanya ke kamar dan karena kamar itu masih berantakan, Zack menyuruh anak buahnya untuk merapikan.
Dan Zack yang masih membopong Bintang itu membaringkannya di sofa lebih dulu.
Selesai dengan membereskan ranjang, Zack menyuruhnya untuk membelikan obat di apotek.
Pria itu pun menurut dan hatinya membatin, "Dia sendiri yang menyiksa, tapi... dia juga yang ketakutan."
Zack yang menunggu Bintang itu melihatnya mengigau, Bintang terus memanggil Dady dan juga ayahnya.
"Inilah yang aku rasakan saat Yura menangis sendiri dan sudah seharusnya aku tidak memiliki rasa kasihan pada gadis ini," kata Zack dan Zack yang masih berdiri itu pun mulai meninggalkan Bintang sendiri.
Tanpa Zack sadari kalau Bintang hanya pura-pura pingsan.
__ADS_1
Ia bangun dan keluar dari kamar, Bintang berjalan dengan perlahan ke dapur untuk mengambil pisau dan Bintang membawa pisau itu ke kamar.
Apa yang akan Bintang lakukan dengan pisau itu?