BINTANG DARI SURGA

BINTANG DARI SURGA
Mulai Akrab


__ADS_3

Beberapa waktu berlalu, sudah lama Kinan tidak bertemu dengan Bintang dan sekarang, Sean selalu mengantar jemput anak-anaknya.


Dan Sean tak mengetahui kalau Bintang satu kampus dengan Dante dan Dante yang mendapat amanah dari Kinan itu mencari Bintang.


Dante yang tak bisa bersikap manis itu tiba-tiba memotong jalan Bintang. Bintang yang jalan dengan menunduk itu pun terkejut dan tak sengaja menjatuhkan ponsel yang sedang dimainkan.


"Jalan itu jangan sambil ponsel," kata Dante seraya mengambilkan ponsel Bintang.


"Terima kasih," ucap Bintang seraya menerima ponselnya dan Bintang yang ingat permintaan Dadynya itu segera meninggalkan Dante dan Dante menatap Bintang yang berjalan ke arah teman-temannya yang sudah menunggu.


"Ada apa? Ngapain Dante nemuin kamu, tumben?" tanya Mawar dan Bintang menjawab, "Tidak tau."


****


Pulang kuliah, Dante menggantikan Evan berjaga toko dan Kinan membantu merapikan rak yang berantakan.


Dante melihat itu meminta pada Kinan untuk istirahat.


"Tidak apa, semenjak kecelakaan itu, Omah tidak mengerjakan apapun," jawab Kinan.


"Bagaimana, kamu sudah menemuinya?"


"Sudah, tapi dia menghindar," jawab Dante yang membantu Kinan.


"Kenapa? Apa kalian bertengkar?" tanya Kinan seraya menatap Dante.


"Tidak, hanya tidak dekat saja."


****


Waktu berganti dan sekarang, Bintang meminta ijin untuk pergi ke acara ulang tahun teman kuliahnya dan pesta itu diadakan di sebuah kelab malam.


Mendapat undangan itu membuat ketiga gadis itu penasaran dan bersemangat untuk menghadiri pesta tersebut.


Dan karena penasaran dengan minuman yang katanya keras itu, Bintang mulai menenggak dan Mawar mengikuti. Hanya Luna yang merasa bingung atas pesta yang dihadiri.


Pesta itu tak memotong kue ulang tahun justru yang ada mereka berjoget dan menyanyi.


Lalu, Luna membulatkan mata saat mendengar suara Bintang yang mengatakan kalau dirinya akan menyumbang lagu.


Dan Bintang menjadi tontonan, semua orang menertawakan Bintang.


Dan ada seseorang yang merekam, lalu, menyebarkan vidio tersebut.


Selesai dengan pesta, Luna merasa pusing dan pusingnya ini bukan karena mabuk, tetapi, karena Mawar dan Bintang.


"Aku tidak bisa mengemudi dan bagaimana kami pulang," gumam Luna.


Lalu, Luna berpikir untuk menghubungi orang tuanya, tapi, Luna yang takut kena marah itu mengurungkan.

__ADS_1


Luna berpikir kalau tempat yang paling aman adalah rumah Mawar. Dan Luna yang menggandeng lengan dua sahabatnya itu harus melepaskan lengan Bintang karena Mawar harus muntah.


Sementara mengurus Mawar, Bintang yang sedang sempoyongan itu terus berjalan dan hampir tertabrak mobil.


****


"Bintang!" seru Luna seraya terus menarik lengan Mawar.


"Astaga, kamu berat banget sih!" gerutu Luna yang menyeret Mawar, keduanya meninggalkan halte untuk mencari Bintang.


Dan sebenarnya, Bintang sudah berada di dalam mobil, mobil yang tadi hampir menabraknya.


****


Keesokannya, Luna yang ada di rumah Mawar itu terus menghubungi Bintang dan Bintang sama sekali tak menjawab, sementara itu, Nina sudah terus mengirim pesan pada Luna, menanyakan keberadaan anaknya.


"Mawar, gimana ini, Bintang belum bisa dihubungi, aku terpaksa bohong sama Tante Nina." Luna terlihat sangat resah dan Mawar yang masih merasa pusing itu sangat mual dan Mawar yang masih berada di ranjang segera bangun untuk lari ke kamar mandi.


****


Bintang yang tengah berbaring di dalam sebuah kamar itu membuka mata, kamar yang terlihat asing dan Bintang yang masih pusing itu meraba tubuhnya dan merasa beruntung karena semua masih utuh.


Lalu, terdengar suara pria yang tak asing, pria itu adalah Dante yang membawakan minuman hangat untuk Bintang.


"Kamu?" tanya Bintang yang menyipitkan mata.


"Iya, semalam Ayahku menemukanmu di jalan, tidak ku sangka, gadis yang terlihat polos sepertimu ternyata suka alkohol."


Lalu, Bintang mencari ponselnya dan Dante yang melihat itu ada di nakas pun menunjukkannya.


"Terima kasih, bisa kamu ambilkan?" tanya Bintang seraya menatap Dante yang berdiri di samping ranjang.


"Manja!" kata Dante yang kemudian keluar dari kamar.


Lalu, Dante harus berbalik badan saat mendengar Bintang yang jatuh dari ranjang.


Dante menolongnya, membantu untuk bangun dan saat itu juga Kinan masuk ke kamar.


"Kalian, masih pagi sudah mesra-mesraan," kata Kinan seraya tersenyum.


Dante segera melepaskan Bintang dan Bintang harus jatuh duduk ke ranjang, Bintang yang memang menyukai Dante itu merasa senang, seandainya harus digerebek lalu dinikahkan pun sepertinya tidak akan menolak.


Setelah itu, Kinan mengajak semua orang untuk sarapan bersama.


Di meja makan, "Semalam, Ayah Dante telah membawa kamu, katanya hampir menabrakmu, untung kamu bertemu dengan anakku, seandainya berandalan, bagaimana?"


Bintang terdiam, merasa benar apa kata Kinan dan Bintang merasa penasaran apa yang membuat Sean melarang Bintang untuk berhubungan dengan keluarga Kinan, sementara itu, Kinan dan keluarganya adalah orang baik, begitulah pikir Bintang.


"Dimana Ayah Dante, aku harus mengucapkan terima kasih," kata Bintang seraya menatap Kinan.

__ADS_1


"Ada, sedang jaga toko," kata Kinan.


Lalu, setelah sarapan, Kinan menyuruh Dante untuk mengantar Bintang pulang.


"Ibumu pasti mengkhawatirkanmu, ponselmu tak berhenti berdering," kata Kinan dan Bintang yang sedang menyantap sarapannya itu mengangguk.


****


Di perjalanan, Bintang meminta Pada Dante untuk sedikit cepat. "Bawa motor kok kaya keong, cepetin dikit!"


Dan Dante menambah kecepatannya, Membuat Bintang harus segera memeluk Dante dari belakang saat dirinya hampir terjengkang.


"Astaga!" seru Bintang dan selama perjalanan, Bintang tak melepaskan pelukan.


****


Dan setelah hari itu, Bintang dan Dante semakin akrab, bahkan, Bintang sering mengunjungi toko Evan.


Lalu, Evan yang sedang berjaga siang itu menawarkan susu.


"Tidak, terima kasih, Paman."


"Kenapa? Paman ikhlas," kata Evan seraya mengulurkan tangannya.


"Bintang alergi susu, Paman," ujar Bintang.


"Benarkah? Kita memiliki kesamaan," kata Evan yang ternyata Evan juga alergi susu.


Dan saat Evan akan kembali meletakkan susu itu ke rak, sebuah tangan kekar menyambarnya, mengambil susu itu untuk dibanting.


Bintang terkejut, terlebih lagi setelah melihat siapa yang membanting susu itu.


"Dedy," lirih Bintang seraya menatap Sean.


Ya, Sean yang diam-diam mengikuti Bintang itu merasa geram dan kesal pada Bintang yang melanggar janjinya.


"Sudah Dady katakan berulang kali, apakah Dady harus memohon?" tanya Sean seraya menarik tangan Bintang.


Sementara Evan merasa terpukul. "Selama ini aku baik sama anak selingkuhan mantan istri," batin Evan.


Dan Sean menarik lengan Bintang tak menghiraukan sekitar yang menonton.


Lalu, Dante yang merasa kasihan itu mencoba menolong Bintang.


"Paman, tolong jangan seperti ini, kasian Bintang," kata Dante seraya menatap Bintang yang menangis.


Dante datang ke toko untuk mengantar Kinan dan Kinan terdiam setelah melihat Sean.


"Kamu tidak tau apa-apa, tidak perlu ikut campur!" kata Sean seraya menyingkirkan Dante dan Sean harus menghentikan langkah saat melihat ada Kinan di depan matanya.

__ADS_1


Apakah kali ini akan terbongkar asal usul Bintang?


__ADS_2