
Bintang menyimpan pisaunya di bawah bantal dan ia membulatkan tekadnya demi bebas dari genggaman zack.
Dan Bintang mendengar suara langkah kaki Zack yang semakin dekat dan Bintang pun kembali ke posisi semula.
"Macam-macam mampus kamu, Zack!" kata Bintang dalam hati.
Lalu, Zack membangunkannya dengan kasar. "Bangun, minum obat ini!" perintah Zack seraya menoyor kepala Bintang.
Dan Bintang pun membuka mata, ia segera mengambil obatnya, tetapi, bukan untuk diminum, Bintang melemparkan obat itu dan apa yang Bintang lakukan membuat Zack menjadi murka.
Zack pun menarik rambutnya dan Bintang yang kesakitan menahan tangan Zack menggunakan tangan kirinya.
Lalu, tangan kanan Bintang meraih pisau yang sudah ia siapkan.
Bintang pun mengayunkan pisau itu dan mengenai lengan Zack.
Zack semakin geram dan Zack mendorong tubuh kecil Bintang hingga gadis itu mengenai lemari besar yang ada di kamarnya.
Lalu, Bintang mengancam akan bunuh diri, "Aku tidak mau hidup bersama dengan bajingan sepertimu, Zack. Lebih baik aku mati!"
"Silahkan, kamu mati aku siapkan liang lahatnya!" jawab Zack dan Bintang yang tak mau mati sendiri itu kembali menyerangnya dan Zack menahan tangan Bintang dan karena perbedaan kekuatan yang cukup besar, Zack dapat dengan mudah memelintir tangan Bintang.
"Aaaaaa!" teriak Bintang dan Zack mendorong dada gadis itu begitu saja.
Bintang yang kesakitan itu menangis, ia berharap seseorang akan menolongnya, tetapi siapa? Bintang berpikir, apapun caranya dia harus keluar dari neraka itu.
Setelah itu, Zack melemparkan pakaian untuk Bintang tepat mengenai wajahnya.
"Bunuh aku saja, Zack. Aku tidak terima di perlakukan seperti ini!" teriak Bintang dan Bintang mendapatkan tamparan dari pria kejam tersebut hingga sudut bibirnya itu mengeluarkan darah.
Lalu, Bintang meringkuk, ia memegangi tangannya yang masih terasa sakit.
Dan Bintang meringkuk sampai malam tiba.
Bintang membuka mata dan perutnya sudah keroncongan, ia sama sekali tidak diberi makan oleh suaminya.
****
Di rumah Evan, Evan yang sedang duduk bersama dengan Kinan di ruang tengah itu melihat Dante yang sedang bersiap, Dante tengah memakai jaket kulitnya.
"Sepertinya, sebentar lagi Ayah akan mendapatkan menantu perempuan," kata Evan seraya menatap Dante.
__ADS_1
"Dante belum memikirkan itu, Yah." jawab Dante.
"Bukannya kamu mau ngapel?" tanya Kinan seraya meletakkan cangkir tehnya kembali ke meja.
"Tidak, Dante ingin ke rumah Zack. Dante ingin melihat keadaan Bintang," jawab Dante seraya bangun dari duduk.
Dante pun mencium punggung tangan Evan, lalu, Kinan.
"Ya, sampaikan salam Ayah padanya," pesan Evan dan Dante mengiyakan.
Lalu, Dante keluar dengan mengendarai motor sportnya, ia ingin memberitahu Bintang kalau dirinya sudah membeli motor impian.
Dengan Semangat, Dante mengendarai motor tersebut dan Dante tak lepas memikirkan Bintang.
Dan yang dipikirkannya itu sedang berjuang mempertahankan hidupnya dari pria bengis yang sekarang menjadi suaminya.
****
Di rumah Zack, Bintang melihat hanya ada satu jalan keluar yaitu kaca jendela kamar Zack yang tidak di teralis.
Bintang yang tak mau mati perlahan di tangan Zack itu melemparkan kursi kecil yang ada di kamar.
Dan Zack yang sedang menonton televisi di lantai bawah itu terkejut saat mendengar suara pecahan kaca.
"Sial, dia melarikan diri!" kata Zack seraya berkacak pinggang.
Lalu, Zack merogoh saku celananya, ia mengambil ponsel barunya untuk menghubungi anak buahnya supaya mencari Bintang.
Dari suara kaca pecah itu, membuat tetangga dekat Zack keluar dari rumah, tetangganya itu bertanya pada anak buah Zack dan ia menjawab kalau ada maling dan dirinya akan mengejar maling itu.
****
Dan Zack berbalik badan, tanpa Zack tau kalau Bintang masih ada di kamarnya, Bintang yang sudah bersiap dengan tongkat baseball itu segera mengayunkan tongkat itu ke kepala Zack.
Zack terjatuh dan saat itu juga Bintang mengambil kunci rumah yang ada di saku celananya.
Bintang yang gemetar itu seolah sangat berat untuk menggerakkan kakinya, karena baru kali ini Bintang memukul dan yang dipukulnya mengeluarkan darah dari hidungnya.
Zack yang masih sadar itu menatap Bintang dan saat Bintang mecoba untuk keluar, Zack menahan kaki kirinya membuat Bintang terjatuh dan Bintang yang teringat betapa kejamnya Zack itu menendang wajahnya.
"Aaah!" teriak Bintang seraya menendangnya.
__ADS_1
Setelah kakinya terlepas, sekarang, Bintang keluar dengan merangkak. "Ayo Bintang, kamu harus bisa, kamu harus keluar dari rumah ini," kata Bintang yang sedang menyemangati dirinya sendiri.
Dan Bintang mencoba untuk bangun, dengan langkah yang gemetar Bintang berjalan menuruni tangga, Bintang yang begitu ketakutan itu harus jatuh karena pergelangan kakinya terkilir.
"Aaaaaa!" teriak Bintang dan Bintang yang berguling-guling di tangga itu sudah tak berdaya dan Bintang sekarang sudah pasrah.
Bintang yang kesakitan itu menangis dengan terus memanggil Ibunya.
"Ibu," lirih Bintang seraya berusaha bangun dan Bintang seolah tak dapat bergerak.
"Aku harus bisa bangun, aku tidak boleh mati dengan cara seperti ini, Ibu bilang, aku bintang dari surga dan aku harus bisa keluar dari neraka ini!" kata Bintang dengan lirih dan Bintang yang mencoba bangun itu mendengar suara langkah kaki yang mendekat dan itu adalah Zack.
Bintang yang kakinya terkilir itu berjalan dengan pincang dan Zack yang berjalan dengan perlahan menyuruhnya untuk berhenti.
"Berhenti kamu!"
Dan Bintang sama sekali tak mendengarkan. Ia terus berjalan walau terasa sangat berat.
Dengan nafas yang tersengal, Bintang berusaha membuka kunci rumah itu dan Zack sudah semakin dekat.
Terlihat Zack menggelengkan kepalanya yang masih terasa pusing.
Keduanya sama-sama tengah berjuang, Bintang berjuang untuk keluar, sementara Zack, ia berjuang supaya Bintang tetap ada di rumahnya dan kekerasan ini tidak akan diketahui siapapun.
Begitulah pikir Zack.
****
Di rumah Nina, sudah hampir dua hari dua malam ia tak mendengar suara Bintang itu sangat mengkhawatirkannya. Dan Nina segera masuk ke ruang kerja Sean, Nina segera menyampaikan permintaannya.
"Sean, aku ingin ke rumah Zack. Kita harus melihat keadaan Bintang," kata Nina dan Sean pun mengiyakan.
"Baiklah, sekalian kita mencari makan malam," kata Sean dan Nina tersenyum.
Nina yang sudah tidak sabar itu meminta pada Sean untuk cepat.
"Sabar, kamu pasti sangat merindukan Bintang, ya?" tanya Sean seraya mengambil kunci mobilnya.
Dan Nina mengatakan kalau sangat-sangat merindukannya.
Tanpa Nina tau, Bintang sedang di berusaha melepaskan tangan Zack yang menutup mulutnya.
__ADS_1
Dan Bintang menggigit tangan Zack. Bintang juga mencolok matanya, apa yang Bintang lakukan itu membuat Zack kesakitan dan melepaskan Bintang dengan kasar membuat kepala Bintang membentur pintu.
Dapatkah Bintang lepas dari ancaman Zack?