BINTANG DARI SURGA

BINTANG DARI SURGA
Trauma Bintang


__ADS_3

Tidak ada yang dapat Dante katakan lagi pada Naomi, ia pergi begitu saja setelah mengatakan kata putusnya.


Sementara Naomi, ia menatap kepergian Dante, ia merasa telah dipermainkan olehnya.


"Seharusnya, kalau memang kamu tidak bisa menyukaiku, tidak usah kamu paksakan, Dante!" kata Naomi seraya bangun dari duduknya.


Setelah itu, Naomi pun pulang, ia yang terluka tidak pernah lagi menghubungi Dante, walau hatinya selalu memanggil namanya.


Tetapi, karena selalu rasa sakit yang ia terima dari hubungannya, ia tidak akan memaksa lagi.


****


Hari-hari telah Dante dan Bintang lalui bersama, sekarang, Bintang sudah membuka matanya dan orang yang pertama ia lihat adalah Dante.


Terlihat kalau pria bule itu sedang duduk di kursi dengan mata yang terpejam.


"Dan-Dante," lirih Bintang yang terbata.


Mendengar itu, Dante segera membuka mata dan karena terlalu senang, Dante segera meraih tangan Bintang, ia mengecup dengan berderai air mata.


Kita singkat saja ya.


Setelah bangun dari koma, Sean dan Nina membawa Bintang kembali ke rumahnya, mereka tidak berhenti meminta maaf pada Bintang.


Dan Bintang memaafkan mereka, karena memang ke-dua orang tuanya tidak bersalah.


Setelah mengalami kekerasan itu, Bintang menjadi pendiam, ia lebih banyak mengurung dirinya di rumah.


Dan Dante memberi semangat setiap hari pada Bintang.


Sore ini, setelah bekerja, Dante datang dengan membawakan coklat untuk Bintang. Dan Dante tidak melupakan Binar.


Binar merasa senang dan sekarang, Binar memberitahu Bintang kalau ada Dante di ruang tengah.


Bintang yang sedang berbaring itu menatap Binar yang duduk di ranjangnya.


Dan seperti itu lah keseharian Bintang.


Ia juga menolak untuk bertemu dengan siapapun selain Dante dan keluarganya saja.


Karena Bintang tak kunjung keluar, Dante pun berinisiatif untuk menemuinya di kamar, tentu saja, Dante sudah mendapatkan ijin dari Nina.


"Dante, mau apa kamu masuk ke kamar?" tanya Bintang seraya merubah posisinya menjadi duduk.


"Aku ingin mengajakmu ke bioskop," jawab Dante.

__ADS_1


Bintang menggeleng dan Dante tidak mau putus asa, ia terus membujuk Bintang supaya mau melihat dunianya lagi.


"Kamu tau, di luar sana, setiap malam selalu gelap," kata Dante dan Bintang menatapnya datar.


"Namanya malam pasti gelap," jawab Bintang.


Mendengar itu, Dante terkekeh, maksud hatinya adalah menghibur dengan mengeluarkan sedikit rayuan gombal, tetapi, rayuannya itu justru membuatnya terasa aneh.


"Kamu tau kenapa?" tanya Dante dan Bintang menggeleng.


"Karena Bintangnya mengurung diri di kamar, sang bulan pun mencarinya," kata Dante dan Bintang sedikit tersenyum.


"Kamu makin cantik jika tersenyum," puji Dante dan Bintang masih tersenyum tipis padanya.


Lalu, Dante melihat anak rambut Bintang yang berantakan, ia pun mengulurkan tangannya, berniat untuk merapikan, tetapi, Bintang yang masih trauma itu menepiskan tangan Dante.


"Jangan sentuh aku!" kata Bintang seraya menatap takut pada Dante.


Mengetahui Bintang yang masih takut, Dante menunjukkan tangannya, "Lihat ini, tangan yang akan selalu ada untukmu, tangan yang akan membelaimu, menjagamu dan ada hati yang akan selalu tulus menyayangimu," kata Dante seraya membawa tangan Bintang untuk menyentuh dadanya.


Bintang yang menurut itu hanya bisa menatap Dante datar dan Dante mengangguk.


Sementara itu, apa yang Dante ucapkan pada Bintang didengar oleh Nina dan Binar yang menguping di pintu.


Dan setelah merasakan detak jantung Dante, Bintang merasa ada sedikit kenyamanan. Bintang pun mengangguk pada pria itu.


Melihat Dante yang begitu sabar dan menyayangi Bintang, Nina pun tidak menolak, ia berharap pada Dante semoga Dante dapat menyembuhkan luka hati Bintang.


Dengan telaten, Dante menyuapi Bintang dan Bintang mulai terbiasa dengan segala kebaikan Dante.


Selesai dengan itu, Dante mengatakan kalau besok akan mengajak Bintang untuk keluar, Dante meminta pada Bintang untuk tidak menolak.


"Mulai sekarang, aku akan menjagamu, tidak akan ada lagi yang menyakitimu," kata Dante dan Bintang pun menitikkan air matanya.


Dante mengusap air mata itu.


"Menangislah dan tangan ku akan selalu ada untuk menghapus air mata ini," kata Dante.


Dan Bintang pun memeluk tangan kekar tersebut.


Setelah itu, Dante memeluknya dan mengatakan kalau Bintang akan melewati hari sulit bersamanya, seyelah itu menuju ke kebahagiaan yang benar adanya.


"Kamu tidak sendiri, masih ada kami yang tulus menyayangimu! Dan aku tidak akan meninggalkanmu," kata Dante seraya mengusap rambut halus Bintang.


Bintang mengangguk dan air matanya tak berhenti menetes.

__ADS_1


Dan setelah Bintang tertidur, Dante pun pamit pada Nina. Nina mengucapkan terima kasihnya dan Dante menjawab, "Dengan senang hati, semua demi Bintang."


***


Dante yang membuka pintu pagar itu melihat Brian, terlihat Brian datang dengan membawa bunga.


Dan Dante yang begitu membencinya itu mencegah Brian untuk masuk.


"Siapa kamu melarang, hah?" tanya Brian.


"Urus saja anak dan istrimu!" jawab Dante.


"Bukan urusanmu," kata Brian seraya mendorong bahu kanan Dante dan Dante tidak melepaskan tangan yang baru saja menyentuhnya.


"Selagi itu ada sangkut pautnya dengan Bintang, maka akan menjadi urusanku!" kata Dante seraya melepaskan kasar tangan itu.


Dan Dante tidak akan pergi sebelum Brian pergi.


Lalu, Brian harus berpura-pura pergi dan akan kembali setelah Dante tidak terlihat.


Kenyataannya, kedatangan Brian sudah tidak diharapkan lagi, Nina sama sekali tidak mengijinkan Brian untuk menemui Bintang.


"Maaf, ini demi kebaikan putriku, silahkan kamu pergi dan jangan temui anak saya lagi," kata Nina yang berdiri di pintu.


"Tante, Brian datang ingin meminta maaf, ijinkan Brian, Tan," lirih Brian dan Nina menggeleng, ia pun segera masuk, menutup pintu dan Brian yang sudah tidak diterima lagi kedatangannya itu pun mulai pergi meninggalkan rumah Nina.


Melihat Brian yang tidak diterima kedatangannya itu membuat Dante merasa sedikit lega.


Sekarang, Dante pun pulang dan di rumah Dante mendapatkan pertanyaan dari Kinan dan Evan.


Dante mengatakan yang sebenarnya, tetapi, Dante merasa kalau Bintang sudah membaik karena sekarang, Bintang mau menatap orang yang mengajaknya bicara.


Malam ini, Binar tidur dengan memeluk Bintang dan Bintang yang masih terjaga itu tidak dapat melupakan Zack.


Pria kejam yang sekarang mendekam di penjara.


Teringat dengan Zack, membuat Bintang berteriak dan Binar yang terkejut itu ketakutan.


Binar segera turun dari ranjang dari untuk memanggil Nina dan Sean.


Setelah itu, Nina datang dan segera memeluk putrinya. "Bintang, ini Ibu Nak."


Dan Bintang yang mendengar itu segera membalas pelukannya dan Bintang mengatakan kalau dirinya sangat takut.


"Kita di rumah, Nak. Tidak ada yang perlu kamu takutkan, lihat, kami di sini semua menyayangimu," kata Nina dan Bintang menatap satu persatu pada wajah yang sedang mengkhawatirkannya.

__ADS_1


Semoga Bintang segera sembuh dari traumanya.


Bersambung.


__ADS_2