
Evan yang menyimpan kebencian pada keluarga Nina itu tak tinggal diam, ia sangat ingin sekali mempermalukan Sean dan Bintang.
Evan yang berdiri di belakang Sean itu bertepuk tangan dan semua orang tentunya selain Sean melihat kearah Evan.
"Tidak ku sangka, beberapa hari ini aku baik sama anak selingkuhan mantan istri," kata Evan seraya berjalan ke arah Sean dan Bintang berdiri.
Mendengar itu, seketika, Sean melepaskan tangan Bintang dan Bintang yang tak mengerti maksud ucapan Evan itu menatap Sean.
"Dady," lirih Bintang.
Sean segera berbalik badan, ia tau niat Evan yang ingin mempermalukannya dan karena itu Sean yang tak bisa tinggal diam itu mulai meninju Evan.
Bugh!
Tinju pertama tepat sasaran yaitu meninju mulut Evan yang tak berguna bagi Sean dan tinju kedua, Evan berhasil menangkisnya dan perkelahian terjadi, Bintang yang melihat itu berusaha melerai dengan memeluk Dadynya dari belakang.
"Dady, sudah, hentikan. Bintang akan menuruti kata Dady untuk tidak berhubungan dengan mereka," tangis Bintang dan karena merasakan pelukan itu, Sean berhenti.
Dan Dante yang melihat Evan masih belum puas itu segera menahannya.
Sementara Kinan? Kinan sedang mengalami Flashback.
Di mana dirinya mendapati Sean yang tak berhenti menatap Nina saat sedang menghadiri sebuah acara di restoran mewah menemani Evan.
Dan Kinan yang melihat itu membuat rencana, Kinan yang semula duduk di bangku meja bundar itu bangun, mengatakan kalau dirinya harus ke toilet.
Padahal, Kinan menemui Sean yang saat itu menjadi pelayan dengan seragam hitam putihnya.
"Kamu menyukainya?" tanya Kinan dan Sean yang tidak mengenal Kinan itu tidak menghiraukannya dan Kinan tak menyerah.
"Kamu bisa mendapatkannya, kalau kamu mau bekerja sama denganku," kata Kinan, tentunya, saat itu, Kinan dan Sean berbicara menggunakan bahasa asing.
"Dia istri orang," jawab Sean yang kemudian pergi meninggalkan Kinan.
Dan setelah malam itu, Kinan mencari Sean dan Kinan menertawakan Sean yang ternyata memiliki kerjaan sambilan yaitu menjadi pria panggilan.
Kinan pun memanggilnya dan menawarkan uang yang begitu banyak, Sean yang sedang sangat membutuhkan uang itu tak berpikir panjang.
Yang sean pikirkan adalah mendapatkan uang, lalu, bisa mengejar Nina jika sampai Nina diceraikan oleh Evan.
__ADS_1
Dan bukan hanya Kinan yang mengalami flashback itu, tetapi juga Sean.
Sean takut Nina akan mengetahui kebenarannya, lalu, keduanya (Evan dan Nina) akan kembali bersama.
Sean melepaskan tangan Bintang yang melingkar di pinggangnya, lalu, Sean menatap Bintang. "Kalaupun kamu tetap ingin bersama mereka itu hakmu, karena memang sebenarnya, mereka adalah keluargamu!"
Bintang semakin menangis, ia mengira kalau ucapan Sean adalah bentuk kemarahannya dan Bintang menatap Binar yang juga menonton acara live tersebut.
Sekarang, Sean menggandeng tangan Binar, membawanya ke mobil dan Sean meninggalkan Bintang yang mematung.
"Dady, Bintang janji tidak akan ingkar lagi, maafkan Bintang, Dad," tangis Bintang dan ucapannya itu terdengar lirih membuat sesiapapun yang melihat itu merasa iba.
Setelah itu, Dante membubarkan semua orang yang berkerumun dan siang ini toko Evan harus tutup.
Kinan yang melihat Bintang masih mematung itu merasa kasihan dan perlahan, Kinan mendekatinya, tetapi, langkah Kinan terhenti saat Evan memanggilnya.
"Ma, jangan dekati dia!" kata Evan dan Bintang semakin merasa sakit setelah mendengarnya.
Bintang sakit karena tidak mengetahui apapun, tetapi semua orang harus marah padanya.
Lalu, Dante mencoba mendekat pada Bintang dan Evan pun melarangnya, Evan membenci Bintang yang ia kira adalah anak Sean.
Tanpa mengatakan apapun, Nina menarik lengan Bintang, ia ingin membawa Bintang pergi dari sana, tetapi, Bintang mengibaskan tangannya.
"Bintang, ayo! Kita harus pulang," kata Nina seraya kembali meraih tangan kanan Bintang dan Bintang yang berlinang air mata itu menatap Nina.
"Bintang tidak mau pulang jika Dady masih marah," kata Bintang yang sedang sesenggukan, Bintang menghapus air matanya.
"Dady tidak marah sama kamu, ayo kita pulang."
Dan Bintang yang merasa sedih karena Sean meninggalkannya itu berlari, entah kemana arah tujuannya.
Nina mengejar dan Nina tertinggal jauh oleh Bintang. Lalu, Dante melepaskan tangan Evan. Pria muda itu merasa tidak tega pada Bintang dan Dante mengejarnya dengan mengendarai sepeda motornya.
Dapatkah Dante menemukan Bintang?
****
Sean turun dari mobil untuk membuka gerbang, lalu, Sean kembali ke mobilnya dan Binar merasa merinding dengan Sean yang begitu menyeramkan saat sedang marah.
__ADS_1
Binar turun dari mobil dan segera masuk ke kamar, Binar memikirkan Bintang yang tadi ditinggal oleh Sean, Binar mengerti dan dapat merasakan kesedihan Bintang.
Sementara Sean, ia duduk di sofa ruang tengah dengan menundukkan kepalanya. Ia merasa kalau yang dilakukannya itu adalah salah dan akan membuat Nina juga Bintang menjauhinya.
Lalu, Sean mengangkat kepala saat Nina meletakkan tasnya di meja.
"Apa yang kamu lakukan, Sean?" tanya Nina yang berlinang air mata.
"Bintang tidak menurutiku, diam-diam dia menjalin hubungan dengan keluarga Evan," jawab Sean seraya bangun dari duduk.
"Tapi bukan seperti ini caranya, Sean!" teriak Nina, ia merasa sebal pada Sean yang terlalu posesif.
"Aku terlalu takut, Nina. Aku takut Bintang tau yang sebenarnya." Sean menjawab dengan suara yang tak kalah keras.
"Itu hanya pemikiranmu, pemikiranmu!"
Nina yang merasa tidak dapat menahan amarahnya itu meninggalkan Sean, ia masuk ke kamar dan membanting pintu yang sama sekali tak bersalah.
Dan ini adalah pertengkaran besar yang pertama bagi keduanya.
Sean mencoba menyusul Nina dan Nina tak memberikan pintu.
"Bawa Bintang pulang atau aku tidak akan keluar dari kamar!" teriak Nina dan Nina yang sedang menangis itu berjongkok di balik pintu.
Sementara itu, di kamar, Binar memeluk bonekanya dan ikut menangis.
"Sebenarnya ada apa? Kenapa Ibu dan Dady bertengkar," tangis Binar.
Lalu, Binar menghubungi Bintang dan Bintang yang sedang ada di taman kota ditemani Dante itu menerima panggilannya.
"Kakak, dimana? Ibu dan Dady bertengkar, bisakah Kakak pulang?"
"Binar, jangan menangis dan Kakak belum mau pulang sebelum Dady yang menjemput," kata Bintang dan setelah mengatakan itu, Bintang memutuskan sambungan teleponnya.
****
"Sean, kenapa kamu melukai hatinya, apa karena dia bukan darah dagingmu?" tanya Nina dalam hati dan Sean sendiri masih berdiri di depan pintu kamar Nina.
Sean belum mau mencari Bintang karena Sean berpikir kalau Bintang akan pulang.
__ADS_1
Benarkah apa yang Sean pikirkan?