BINTANG DARI SURGA

BINTANG DARI SURGA
Kamu Kemana, Brian?


__ADS_3

Beberapa hari berlalu, Brian yang hanya bisa pergi sendiri itu menghampiri Yura yang juga ada di Kelab yang sama.


"Kenapa? Mana pacar barumu?" tanya Yura tanpa melihat Brian yang ada di sampingnya.


"Ada, di hatiku," jawab Brian dan Yura terkekeh.


"Aku hamil, Brian!" ucapnya datar.


"Anak siapa?" tanya Brian seraya menenggak minumannya. Dalam hati, Brian takut kalau anak yang Yura kandung adalah anaknya, lalu, menghancurkan hubungannya dengan Bintang.


Yura yang sudah sedikit mabuk itu bangun dari duduk, ia tak menjawab dan Yura pergi dengan berjalan kaki.


"Setaaaan!" teriak Yura, ia menangis karena hamil dan kekasihnya memutuskan hubungannya.


****


Esok harinya, Brian menjemput Bintang dan berangkat ke kampus bersama, di jalan, Brian bertanya, "Sayang, kalau aku melakukan kesalahan, apa kamu akan memaafkan?"


Mendengar pertanyaan itu membuat Bintang berpikir kalau Brian telah melakukan kesalahan dan Bintang pun bertanya, "Apa itu?" tanyanya.


"Kesalahanku di masa lalu, tapi aku berjanji kedepannya akan menjadi lebih baik," jawab Brian dan Bintang merasa senang mendengarnya, ia juga berpikir kalau Brian telah sungguh-sungguh dengan cintanya.


Dan selama menjalin hubungan, pahit manis sudah Bintang dan Brian rasakan, sampai tak terasa kalau hubungan keduanya sudah berjalan satu tahun dan selama itu juga Brian benar-benar berusaha menjadi lebih baik.


Bahkan Dante tidak memiliki alasan untuk memisahkan keduanya karena Dante dapat melihat keseriusan Brian.


****


Malam ini, tepat satu tahun atas hubungan itu dan Bintang sudah menunggu di tempat yang keduanya janjikan, tetapi, Bintang menunggu lama dan Brian tak juga datang.


Bintang yang duduk sendiri di taman itu menatap kado yang sudah ia siapkan.


Lalu, Bintang melihat jam di tangannya dan waktu menunjukkan pukul sembilan malam.


"Aku harus menunggu sampai kapan?" tanya Bintang pada dirinya sendiri, bahkan pria yang sedang ditunggunya itu tak juga membalas pesannya.


Apa yang terjadi dengan Brian, apakah Brian bersama wanita lain? Tidak, Brian sedang menemani Ayahnya yang tersandung kasus korupsi dan Brian merasa kalau dirinya harus menemani Sang Ayah sampai lupa memberi kabar pada Bintang.

__ADS_1


Bintang bangun dari duduk, ia berjalan seraya menghubungi Dante dan Dante yang sedang sangat sibuk dengan pekerjaannya itu tak segera melihat ponselnya.


"Dante!" seru Bintang dan Bintang menjadi kesal pada semua orang.


Lalu, Bintang yang kesal itu memilih untuk memesan taksi online dan Bintang yang tak memperhatikan plat nomor itu salah masuk ke mobil orang lain. "Jalan, Bang," kata Bintang yang merasakan kalau mobil itu tak segera bergerak.


Lalu, Bintang yang tengah risau dengan segala perasaan kesalnya itu menyenderkan kepalanya, ia memejamkan mata. Lalu, Bintang segera membuka mata saat ponselnya berdering, taksi onlinenya lah yang menghubungi.


Bintang menerima panggilannya dan Bintang meminta berhenti pada sopir yang menggunakan pakaian serba hitam.


"Berhenti, saya salah naik mobil, saya minta berhenti," tegas Bintang dan sopir itu menyeringai, ia tak mau berhenti dan Bintang menangis, ia merasa kalau sopir itu berniat jahat padanya, pikirannya sudah melayang jauh semakin membuat Bintang ketakutan.


"Tolong!" teriak Bintang yang membuka kaca mobilnya dan pria itu menepikan mobilnya untuk menarik rambut Bintang, lalu, Bintang yang kesakitan itu kembali mencoba menghubungi Dante dan Dante yang sedang berbicara dengan para karyawan itu meninggalkan ponselnya di ruangan.


Tanpa Dante tau, gadis yang belakangan ini ia sayangi itu sedang dalam bahaya, pria itu merebut ponsel Bintang dan membuangnya ke jalanan, lalu, ia membawa Bintang ke tempat sepi dan yang berusaha membuka pintu tak membuahkan hasil karena pintu telah terkunci sejak tadi.


"Apa maumu? Uang? Akan ku berikan, tapi biarkan aku pergi!"


"Aku tidak ingin uang, tapi, aku ingin kepuasan," ucapnya seraya melepaskan sabuk pengamannya dan ia berpindah ke belakang, di mana Bintang duduk.


Bintang meronta dan terus memukulinya, tetapi, itu tak membuatnya selamat, pria itu berhasil merobek dress Bintang dan Bintang menangis sesungguhnya.


****


Dante pun menghubunginya dan Bintang sama sekali tidak menjawab, bagaimana akan menjawab jika ponsel Bintang sudah dilemparkan oleh sopir misterius itu.


Bintang yang hampir polos itu menutupi dadanya menggunakan dua tangannya yang ia silangkan di dada.


"Jangan, aku mohon. Jangan lakukan itu!" pinta Bintang dengan mengiba.


Lalu, entah pahlawan dari mana yang tiba-tiba memecahkan kaca mobil tersebut.


Bintang berharap kalau itu adalah pahlawan yang akan menyelamatkannya.


Benar saja, seorang pria yang mengenakan helm menarik kerah si sopir membuat sopir itu keluar dari kaca mobil yang pecah.


Bintang yang masih duduk di mobil itu mendengar suara pukulan, Bintang yang tak membayangkan akan mengalami hal seperti ini pun menekuk lututnya, ia menutup telinganya seraya terus menangis.

__ADS_1


"Dady, Ayah!" seru Bintang, ia benar-benar merasa takut dan pintu mobil segera terbuka.


Bintang yang semula menutup mata itu membuka matanya dan terlihat seorang pria muda berkemeja putih itu memberikan jaketnya.


"Ini, pakailah," ucap pria itu dan Bintang harus menerimanya, lalu, Bintang segera memakai jaket kulit tersebut.


Lalu, pria itu terlihat cemas karena pria yang hampir memperkosa Bintang sudah babak belur dan karena itu adalah tempat sepi, pria itu menyeret si sopir dan memindahkannya ke tepi jalan.


"Bagaimana ini, apakah dia mati?" tanya Bintang seraya menatap pemuda itu yang sedang menutup mulutnya menggunakan tangan kanannya.


"Entah, aku belum memeriksanya," jawabnya tanpa melihat Bintang.


Lalu, pria itu mengecek nafasnya dan nafas itu sudah tidak ada.


"Dia mati," ucapnya dan Bintang menjadi begitu lemas sampai lututnya tak dapat lagi menopang tubuhnya.


"Astaga, apa yang akan kita lakukan? Apakah kita harus melapor ke polisi?" tanya Bintang seraya menatap pemuda itu dan ia menggeleng.


"Kita bisa dipenjara, lebih baik jangan!" ucapnya dan Bintang berjongkok, ia kembali menangis dan ingin sekali menghubungi Sean dan Evan, tetapi, Bintang kehilangan ponselnya.


Lalu, Bintang mencoba untuk meminjam ponsel pria itu dan ternyata ponselnya kehabisan daya.


Lalu, pria itu melihat sebuah rumah kosong yang tidak jauh dari tempatnya berdiri.


"Kamu tunggu di sini, biar aku urus dia!" perintahnya dan pria itu pun menyeret pria tewas itu dan meninggalkannya di rumah kosong tersebut.


Setelah itu, ia mengantarkan Bintang pulang ke rumah Nina.


"Terima kasih," ucap Bintang padanya.


"Iya, jangan pikirkan dan anggap saja kita tidak mengetahui kematiannya," ucap pria itu dan Bintang yang seperti orang linglung itu hanya bisa mengangguk.


Bahkan Bintang yang turun dari motor itu terjatuh, ia lemas dan hilang keseimbangan. Lalu, Bintang dibantu pria itu untuk bangun dan Bintang mengucapkan terima kasihnya.


Lalu, Bintang segera masuk ke pagar dan Sean yang menunggunya pulang itu membukakan pintu. Sean panik melihat keadaan Bintang yang seperti itu dan Sean berpikir kalau Brian telah berbuat yang macam-macam.


Bersambung..

__ADS_1


Dukung authornya, ya. Dengan like dan komen, jangan lupa difavoritkan juga, ya.


Yang baik hati boleh kasih bintang lima dan vote/giftnya. Terima kasih yang sudah mendukung.


__ADS_2