BINTANG DARI SURGA

BINTANG DARI SURGA
Apakah Selamat?


__ADS_3

"Aaah!" pekik Bintang seraya memegangi kepalanya dan Bintang pun jatuh, ia memejamkan mata dan saat itu juga bayangan Nina hadir menyemangatinya.


Bayangan itu ketika Bintang masih kecil, waktu Bintang belajar berjalan dan Nina yang berperan sebagai Ibu sekaligus Ayah itu menyemangatinya.


"Ayo, Bintang. Bangun sayang, kamu pasti bisa," kata Nina seraya mengulurkan dua tangannya.


Dan Bintang pun membuka mata, sekarang, Bintang berhasil membuka pintu rumah itu dan Zack masih kesakitan karena ulah Bintang yang mencolok matanya.


Bintang keluar dan karena anak buah Zack sedang pergi mencarinya, Bintang dapat dengan mudah keluar dari pagar.


Bintang yang sudah keluar dari pagar itu menggunakan sisa tenaganya untuk berjalan keluar ke arah keramaian dan Bintang yang sudah terlalu lemah itu terjatuh.


"Ibu, Bintang tidak tau apakah Bintang akan selamat atau tidak. Ibu... maafkan Bintang yang selama ini selalu menyusahkan Ibu, Ibu... Bintang sayang Ibu, maafkan semua kesalahan Bintang, Bu," lirih Bintang yang sudah tergeletak di tepi jalan.


Sementara itu, dengan mata yang menyipit dan terlihat samar, Zack menghubungi anak buahnya, ia mengatakan kalau Bintang baru saja keluar dan anak buah Zack sadar kalau Bintang telah mengecoh dengan memecahkan kaca.


Anak buah Zack pun segera kembali untuk mencari Bintang di sekitar rumah Zack, beruntung pria itu mengambil jalan lain sehingga tidak melihat Bintang yang tergeletak.


Dan dari kejauhan, Dante yang sudah hampir sampai di rumah Zack itu melihat seorang gadis yang terjatuh dan ketika semakin dekat, Dante dapat melihat kalau gadis itu adalah Bintang.


Dante segera turun dari motornya dan Berteriak, "Bintang!"


Melihat Bintang yang memiliki luka memar dan suhu tubuh Bintang yang begitu dingin membuat Dante panik dan menangis.


Dante menepuk-nepuk pipi Bintang seraya memanggilnya dan Bintang membuka mata.


"Dante," lirih Bintang seraya menatapnya dan setelah itu Bintang kembali menutup matanya.


"Bintang, bangun Bintang, kamu jangan membuatku takut! Bintang, katakan siapa yang membuatmu seperti ini?" teriak Dante seraya memeluk Bintang.


Seketika, darah Dante mendidih, ia berpikir kalau tidak ada orang lain selain Zack sebagai tersangkanya.


Dan saat Dante tengah kebingungan antara mencari Zack atau membawa Bintang ke rumah sakit itu melihat mobil Sean yang mendekat ke arahnya.


Kemudian, mobil itu berhenti di belakang motor Dante dan Sean yang melihat Dante itu segera turun.


Nina yang merasa penasaran itu ikut turun dan hatinya begitu terluka ketika melihat buah hatinya terkapar di tepi jalan.

__ADS_1


Begitu juga dengan Sean, ia terkejut saat melihat Bintang ada di pelukan Dante.


"Apa yang terjadi?" tanya Sean dan Nina bersamaan.


Dante yang menangis itu menggelengkan kepala.


"Kita harus membawanya ke rumah sakit, segera!" kata Dante dan Sean pun mengiyakan, ia berpikir untuk menolong Bintang lebih dulu, lalu, mencari tau apa yang sebenarnya terjadi.


Berbeda dengan Dante, ia yang sangat mencurigai Zack itu segera menuju ke rumahnya dan sesampainya di sana, Dante melihat pintu gerbang yang terbuka dan Dante melihat Zack sedang dibantu berjalan oleh anak buahnya.


Terlihat kalau Zack akan melarikan diri dan karena sudah terpergok, anak buah Zack meninggalkan Zack begitu saja.


Zack yang hampir buta itu berteriak, "Bodoh, bawa aku ke rumah sakit!"


Dan anak buahnya itu berlari tanpa mengatakan apapun. Lalu, Dante yang murka itu menyentuh bahu Zack dan Zack mengira kalau itu adalah anak buahnya yang kembali.


Tak disangka, Zack mendapatkan bogem mentah dari Dante, Dante meninjunya dengan membabi buta sesekali mengenai mata Zack.


"Apa yang kamu lakukan pada Bintang?" tanya Dante dengan berteriak.


Dante tak perduli pada Zack yang sudah mengeluarkan darah dari mulutnya dan Dante berhenti memberi pelajaran pada Zack ketika Yura datang.


Setelah warga berhasil melerai, sekarang Yura mendekati Zack, ia mengangkat kepalanya, membawanya ke pangkuan.


"Kakak, apa yang terjadi, kenapa seperti ini," tangis Yura dan Zack sama sekali tidak menjawab, keadaannya sudah kritis dan Yura meminta tolong pada tetangganya untuk membantu membawa Zack ke rumah sakit.


Dan Dante tidak lepas dari jeratan hukum karena sudah bermain hakim sendiri.


****


Zack dan Bintang sama-sama tengah berjuang dari mautnya, berbeda dengan Bintang yang sekarang sedang terbaring di rumah sakit, ia dinyatakan koma.


Zack sudah siuman dan ia mendapat banyak pertanyaan dari polisi.


Dan dari hasil visum Bintang, tidak ada lagi yang dapat Zack sembunyikan.


Sekarang, Zack mengakui semua perbuatannya dan Dante yang melihat itu menyesal, menyesal karena tidak menghabisi nyawanya pada malam itu.

__ADS_1


Setelah keadaan Zack membaik, polisi pun menggelandangnya dan Yura menanyakan kenapa Kakaknya bisa berbuat seperti itu.


"Awalnya hanya berniat memberi pelajaran kecil, tetapi dia selalu melawan," jawab Zack pada Yura.


"Sekarang Kakak harus menyesal, kakak menjadi buta dan kehilangan masa depan Kakak, bukankah Kakak berjanji akan menjaga Bintang supaya tidak kembali ke kehidupan Brian?" tanya Yura dan Zack pun menangis, ia menyesal karena telah menuruti nafsunya.


****


Beberapa hari kemudian, Dante selalu rajin menjenguk Bintang dan Dante juga menyemangati Nina yang tak berhenti menangis dan tak berhenti berharap.


Nina mengucapkan terima kasih pada Dante dan Dante dengan senang hati akan menjaga Bintang.


Dalam hati, Dante sangat menyesal karena waktu itu telah mempercayakan Bintang pada Zack.


Sekarang, hanya ada Dante di ruang rawat Bintang dan Dante mengecup punggung tangannya, ia meminta pada Bintang untuk cepat bangun.


Dan Bintang yang dapat merasakan ketulusan dari Dante itu menggerakkan jari telunjuknya.


Dante pun merasakan itu dan ia segera memanggil suster dengan menekan bel, tidak lama kemudian suster pun datang dan Dante mengatakan apa yang dilihat dan suster segera memanggil dokter.


Sekarang, Dante sedang menunggu dokter memeriksa dan dokter meminta pada Dante untuk tidak berhenti menyemangati.


"Kapan dia akan bangun, dok?" tanya Dante dan dokter tidak dapat memastikan kapan waktu untuk itu.


****


Di sisi lain, ada Naomi yang merasa kesal karena diabaikan oleh Dante.


Ya, Dante sama sekali tidak ingat dengannya karena fokusnya tertuju pada Bintang.


Beberapa hari berlalu, Dante sedang menunggu Naomi di sebuah kafe dan Naomi merasa senang karena akhirnya Dante menghubunginya.


Tanpa Naomi tau, sebenarnya Dante ingin mengakhiri hubungannya.


"Aku tidak bisa bersamamu, aku harus menjaga Bintang dan karena aku tidak mau menggantung perasaanmu, lebih baik kita sudahi saja," kata Dante dan Naomi menatapnya datar.


"Apa karena Bintang?" tanya Naomi dan Dante terdiam.

__ADS_1


Kali ini, Dante tidak akan melepaskan Bintang untuk siapapun, Dante tersadar kalau tidak ada cinta seperti cinta yang ia miliki untuk Bintang, begitu tulus dan dalam.


Bersambung..


__ADS_2