BINTANG DARI SURGA

BINTANG DARI SURGA
Yang Ku Cinta Itu Kamu, Sean


__ADS_3

"Nina, aku sedang lelah," kata Sean yang pasrah, ia diam saja tanpa ekspresi.


"Bukan lelah, aku tau kamu marah, kenapa?" tanya Nina yang kemudian melepaskan pelukannya dan Nina membuat Sean melihat ke arahnya dengan memutar tubuhnya.


"Aku nabrak mobil dan kamu tau itu milik siapa?" tanya Sean seraya berjalan mendekati ranjang kemudian duduk dan membawa Nina ke pangkuannya.


"Siapa?"


"Mantan suamimu," kata Sean seraya menatap Nina dan Nina langsung turun dari pangkuannya.


Nina mengambil pakaian Sean yang kotor, lalu, berbalik badan menatap Sean.


"Sean, aku menikah dengannya hanya hitungan hari, tolong jangan jangan ingatkan itu, itu hanya masa lalu dan sekarang, semua yang ada di sini adalah masa depanku, berhenti memanggil mantan suami," kata Nina, kemudian Nina berjalan ke arah kamar mandi untuk menyimpan pakaian kotor suaminya.


Sean menyusul dan kali ini, Sean yang memeluk Nina dari belakang.


"Maafkan aku, aku hanya kesal dan aku takut kamu akan kembali padanya," bisik Sean seraya mengeratkan pelukannya.


Nina berbalik badan, wanita berambut pendek sebahu itu melingkarkan lengannya di leher suaminya.


"Percaya padaku, aku tidak akan meninggalkan masa depanku, hidupku, cintaku dan itu semua adalah kamu dan anak-anak kita," kata Nina.


Setelah itu, Sean yang sudah merasa baik memajukan wajahnya, pria yang tengah bertelanjang dada itu mencium bibir istrinya.


Setelah hampir kehabisan nafas, Sean melepaskan dan kembali mengajak Nina untuk menyalurkan hasratnya.


"Sean, kenapa sekarang kita melakukannya setiap malam? Bukannya kita sudah sepakat, tiga kali dalam seminggu?" tanya Nina yang sedang digendong ala bridal oleh suaminya.


Sean yang sudah membawa Nina ke ranjang itu menjawab, "Kita akan melakukannya setiap aku mau atau setiap kamu mau."


Nina pun mencubit pinggang Sean dan Sean membalasnya membuat Nina merasa geli dan terus meminta ampun.


Di depan pintu, ada Bintang dan Binar yang sedang menguping.


Karena Binar ingin ikut bercanda, Binar pun mengetuk pintu.


"Bu, Dady," panggil Binar dan Bintang menepuk jidat, menggelengkan kepala, Bintang yang merasa sudah besar itu tidak ikut masuk.


Ia kembali ke kamar dan berbaring di ranjangnya. Sementara ranjang Binar malam ini kosong karena Binar tidur bersama dengan Ibu dan Dadynya.


Ya, Binar dan Bintang satu kamar tetapi dengan ranjang yang berbeda.


****


Di kamar, Evan tengah duduk di kursi, menatap foto pernikahannya dengan Nina yang sampai sekarang masih tersimpan di dompetnya.

__ADS_1


Walau sakit, tetapi, Evan tak mampu menyingkirkan foto itu.


Tidak lama kemudian, Evan harus bangun dari duduk, ia membuka pintu karena Kinan mengetuk.


"Iya, Mah. Ada apa?"


"Nak, Mamah cuma mau memastikan, kalau kamu tidak meminum minuman keras lagi," kata Kinan yang berjalan dibantu dengan tongkat.


"Iya, Mah. Evan sudah tidak menyentuh minuman itu lagi," jawab Evan.


Setelah itu, Evan mengantarkan Kinan ke kamarnya, tidak lupa mengucapkan selamat malam.


****


Di minimarket, Dante yang sedang berjaga malam itu harus berurusan dengan para berandalan yang berniat rusuh di tokonya.


"Tidak ada gratis dan promo hari ini sudah selesai, silahkan bayar sesuai dengan harganya!" perintah Dante seraya menatap pemuda yang berpakaian ala roker.


"Ayolah, lagi pula kamu hanya bekerja di sini, kan. Kamu juga bisa mengambil semuanya sesukamu tanpa membayar, berbagilah sedikit dengan ku!" kata si pria yang meminta rokok gratis.


Dan sebenarnya, bukan karena rokok gratisnya, tetapi, memang pria itu suka mencari keributan.


Dante yang sudah tidak dapat bersabar lagi melompat dari kasir. Ia menyeret pemuda itu keluar dari toko.


"Jangan mencari keributan di sini!" kata Dante seraya melepaskannya kasar.


Dante kembali masuk dan mengunci pintu tokonya dan apa yang para berandalan itu lakukan? Si pria yang diperlakukan kasar oleh Dante tidak terima dan pemuda itu mengambil batu yang ada di taman depan toko.


Crah..


Kaca toko Evan itu pecah dan Dante menatapnya datar.


Lalu, Dante mengejar itu dengan menerobos kaca yang pecah, tak menghiraukan kalau lengan dan pipinya tergores oleh kaca yang masih menempel di pintu.


Sebelum para berandalan itu kabur, Dante akan memberikan pelajaran yang takkan terlupakan.


Dante yang pandai taekwondo itu menarik si pria yang sudah membonceng temannya dan saat temannya menarik gas motornya, pria itu tertinggal dan harus jatuh.


Dante segera memberi tinjunya dan Dante yang mengetahui kalau di belakangnya itu ada seseorang segera berbalik dan langsung menendang dadanya.


Berniat mengeroyok, tetapi, justru berandalan itu yang KO.


Dante tak menghiraukan tangannya yang berdarah karena meninju para berandalan tersebut, lalu, Dente mengambil semua dompet para berandalan yang tengah mengaduh.


Dante mengambil semua uang mereka.

__ADS_1


"Kalian punya uang, kenapa harus membuat rusuh, hanya karena rokok kalian merusak toko ayahku, kalian harus mengganti rugi!" kata Dante seraya melemparkan dompet-dompet yang ia rampas.


Para berandalan itu ada hanya bisa duduk berbaris sebelum nyawa melayang dibuatnya.


Setelah mendapatkan uang ganti rugi, Dante pun mengusir para berandalan itu.


"Jika kalian masih mengganggu, aku tidak akan melepaskan!" ancam Dante dan semua berandalan itu terdiri dari 6 orang segera berlari.


Mendapati kaca pintu yang pecah, Dante pun menghubungi Evan yang sudah pulas tertidur.


Dan Evan membangunkan Kinan saat pamit untuk ke toko.


Karena khawatir dengan cucunya, Kinan meminta ikut.


Evan yang tak ingin berdebat dan berlama-lama pun mengiyakan.


Sesampainya di sana, sementara Evan mengurus pintu dan CCTV, Kinan mengajak Dante untuk duduk di kursi depan toko.


"Kenapa tidak kamu berikan saja mereka rokok itu, lihat, dirimu harus terluka karena itu," kata Kinan seraya mengoleskan obat merah di setiap luka Evan.


"Omah, sekali dikasih pasti akan keterusan, Dante tidak Ayah rugi," jawabnya dan Evan yang mendengar itu mendekat, ia menepuk bahu Dante. "Terima kasih, Nak. Seharusnya Ayah membantumu, bukan malah tidur di rumah," kata Evan yang ikut duduk di kursi.


"Tidak apa Ayah, memang seharusnya kita bergantian berjaga," jawab Dante.


Evan dan Kinan pun menarik nafas.


****


Keesokannya, di kampus, Bintang yang baru turun dari mobil Mawar itu melihat Dante.


Bintang pun meninggalkan dua sahabatnya yang masih berada di mobil.


"Dante, kamu kenapa?" tanya Bintang seraya mengambil tangan Dante.


Dante kembali menurunkan tangannya dan Dante menatap Bintang.


"Setelah kamu menabrakku, membuatku masuk rumah sakit dan aku memaafkanmu bukan berarti itu membuat kita menjadi teman."


Bintang terdiam, ia hanya mencoba akrab dan ingin berteman dengan pria bule itu, tetapi, nampaknya bule itu tak menyukai Bintang.


Apa yang membuat Dante tidak menyukainya?


Jangan lupa like dan komen, ya, all. Mohon maaf untuk typonya.


Dukung author dengan vote/giftnya, yuk.

__ADS_1


Terima kasih. 💙


__ADS_2