BINTANG DARI SURGA

BINTANG DARI SURGA
Dady Pahlawanku


__ADS_3

Sebelum pulang dari bekerja, Sean memeriksa dapurnya lebih dulu, ya, Sean adalah seorang chef yang sekarang membuka restoran di Jakarta.


Setelah itu, Sean memberikan catatan pada karyawan yang bertanggung jawab dengan persediaan dapur.


Setelah itu, Sean yang masih berada di dapur itu teringat dengan Bintang yang menyukai masak-masakan dan Sean ingin membawa Bintang ke dapurnya untuk melihatnya memasak.


"Ya, suatu saat nanti pasti aku bawa ke mari, dia harus melihat kalau Dadynya ini pandai memasak," kata Sean yang kemudian berjalan ke arah kompor, Sean ingin memasak untuk makan malamnya.


Sean memasak nasi goreng seafood dan setelah siap menyantapnya seorang diri.


Selesai dengan itu, Sean pun pulang ke apartemennya dan keesokannya, Nina yang ingin memberikan waktu lebih banyak untuk Bintang itu mencari satu karyawan lagi.


Nina tidak ingin terlalu sibuk, lalu, Bintang menjadi kesepian dan tidak dapat melupakan Sean.


Setelah mendapatkan karyawan baru, Nina mempercayakan kiosnya itu pada Marinah dan Nina pun mengajak Bintang jalan-jalan keliling kota dengan naik kereta.


Bintang merasa senang dan Bintang yang tengah digendong oleh Nina itu melihat Sean sedang mengikutinya dan Sean memberi aba-aba supaya Bintang tetap diam.


Bintang pun tersenyum dengan terus menatap Sean yang berada tidak jauh di belakang Nina.


Dan saat sudah sampai tujuan, karena berdesakan, Nina hampir jatuh, Nina segera berpegangan pada orang depannya seraya meminta maaf, sementara Sean, ia ingin sekali meraih Nina dan menjaga keduanya.


Setelah turun, Bintang pun bertanya, "Bu, kita mau jalan-jalan kemana?"


"Main pasir mau?" tanya Nina seraya menatap Bintang yang masih digendongnya.


Bintang mengangguk, lalu, gadis kecil kuncir dua itu meminta turun dan Nina pun mengiyakan.


Sekarang, keduanya sedang bermain di pantai, Nina membuat istana pasir yang besar dan tanpa Nina sadari kalau ada sebuah bola yang mengarah padanya, tetapi, bole itu ditangkap oleh Sean yang tak berhenti mengikuti Nina dan Bintang.


Nina yang melihat Bintang sedang memperhatikan sesuatu itu bertanya, "Bintang, kamu liat apa?"

__ADS_1


Dan Nina pun mengikuti arah Bintang memandang dan Bintang hanya memperhatikan beberapa anak muda yang sedang bermain bola.


Sementara Bintang, ia merasa kalau Sean adalah pahlawan baginya yang baru saja melindungi Ibunya.


Selesai dengan bermain pasir, Nina mengajak Bintang untuk mandi lalu, mengganti pakaiannya.


Setelah lelah bermain, Nina pun mengajak Bintang untuk pulang dan Nina yang sedang berdiri di trotoar saat menunggu taksi itu terkejut, dirinya yang sedang menggandeng Bintang itu dijabret dan Nina hampir jatuh saat jambret itu menarik paksa tas Nina.


"Jambret... jambret!" teriak Nina yang menangis, ia meminta pertolongan pada warga sekitar dan yang pertama menolongnya adalah Sean, Sean mengejar jambret itu dengan menyewa motor seorang ojek yang sedang mangkal, demi mendapatkan kepercayaan, Sean meminta bapak ojek itu untuk ikut dan bapak ojek itu merasa menyesal saat mendapati Sean yang sangat cepat mengendarai motornya.


Setelah dapat menghadang jambret itu, Sean menantangnya dan jambret itu turun dari motornya, ia melepaskan jaketnya dan Sean menggulung lengan kemeja putihnya.


Keduanya berkelahi dan dengan sangat mudah bagi Sean untuk melumpuhkan pria itu, setelah mendapatkan tas Nina kembali, Sean pun meninggalkan jambret itu yang meminta ampun, tentu saja, Sean menghubungi polisi.


Tidak lama kemudian, Sean yang kembali ke tempat Nina berada itu melihat kerumunan, Sean sempat berpikir kalau terjadi sesuatu dengan Nina dan Bintang.


"Permisi... permisi," kata Sean yang meminta jalan dan terlihat Nina yang duduk lemas karena ketakutan, Nina memeluk Bintang, ibu muda itu takut terjadi sesuatu pada putrinya.


"Dady!" seru Bintang seraya melepaskan pelukan Nina dan setelah mendengar itu, orang-orang yang semula berkumpul pun mulai membubarkan diri.


"Suami Ibu sudah datang, Ibu tenang saja, ya. Jangan lupa minum, Bu," kata seorang Ibu paruh baya yang ikut duduk bersama Nina di trotoar. Setelah itu si Ibu pun pergi meninggalkan Nina bersama dengan Sean.


Sean mengulurkan tangannya, memberikan tas milik Nina dan Nina pun segera berdiri, ia menerima tasnya untuk dilempar.


"Ini semua rencana kamu, kan? Apa belum puas kamu membuatku menderita?" tanya Nina seraya menangis dan Sean merasa bingung dengan tuduhan itu, terlebih lagi Nina yang menangis itu menjadi tontonan.


"Nina, jangan seperti ini, lihatlah, semua orang menonton kita," kata Sean seraya ingin meraih Nina dan Bintang, tetapi, Nina mundur setiap Sean melangkah dan Nina melarang Bintang untuk mendekati Sean.


Kemudian, Nina yang melihat taksi pun segera melambaikan tangan pada taksi tersebut dan sekarang Nina dan Bintang sudah dalam perjalanan pulang.


Sean hanya bisa menatap kepergian mereka.

__ADS_1


"Kalau istri lagi ngambek, repot, ya Mister," kata seorang pria yang sedang berjualan aksesoris di trotoar.


"Diam kamu," jawab Sean seraya menatap pada pria itu.


****


Di perjalanan, Bintang mengajukan sebuah pertanyaan dan Nina yang masih merasa syok itu menjawab dengan pelannya.


"Apa, Nak?"


"Suami itu apa, Bu?" tanya Bintang seraya menatap Nina dan Nina yang sedang merasa tidak baik itu menolak untuk memberitahu.


"Nanti, kalau Bintang sudah besar pasti tau," jawab Nina dan Bintang yang sedang sangat ingin tau itu kembali bertanya, "Tunggu Bintang sebesar Ibu?" tanya Bintang seraya mendongak, menatap wajah Ibunya yang terlihat pucat.


"Iya," jawab Nina singkat dan setelah itu, Nina meminta pada Bintang untuk diam dan Bintang pun tertidur sampai dirinya tidak merasakan kalau Endru membopongnya saat turun dari taksi.


"Ada apa, Kak?" tanya Endru yang baru saja membaringkan Bintang di ranjang.


Nina yang masih duduk di sofa ruang tamu itu menjawab, "Kakak kena jambret."


"Ya Tuhan. Tapi... kamu tidak apa-apa, kan Nak?" tanya Eny yang membawakan minuman hangat untuk Nina dan Nina menggeleng. Nina masih saja dengan pendiriannya yaitu menuduh Sean sebagai dalangnya.


****


Keesokan harinya, Bintang menceritakan semua pengalamannya saat kemarin pergi dengan ibunya dan Bintang mengatakan kalau Sean seperti pahlawan baginya dan hanya Luna lah yang mau mendengarkannya.


Sementara itu, teman-teman yang lain mengejek Bintang, mengatakan kalau Bintang mengarang cerita.


"Luna, kamu percaya aku, kan?" tanya Bintang yang sedang duduk di bangkunya dan Luna yang memang duduk di samping Bintang itu menjawab, "Iya, aku percaya kok sama kamu."


Setelah itu, Luna yang merasa penasaran, lalu bertanya seperti apa Dady Bintang dan Bintang yang membanggakan Sean itu menjawab, "Dia tinggi, ada bulu di sininya, ganteng deh." Dan yang dimaksud dengan bulu itu adalah berewok.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2