BIRU SI KETOS BAD BOY

BIRU SI KETOS BAD BOY
Bab 29


__ADS_3

Mendapatkan kabar jika sang kekasih baik-baik saja maka Biru kembali pokus akan sang adik. Andi dan kedua temannya yang berada dirumah merasa kasian melihat Ara yang terus-menerus menyebutkan nama Nugraha. Ibu Echa pun khawatir akan kesehatan gadis tersebut. Di tambah pihak kepolisian belum memberikan kabar tentang si bayi.


Orang yang membeli Nugraha dari pak Baba terlihat senang. Kini mereka sudah memiliki anak, si suaminya pun tidak sedih lagi karena sang istri merasa bahagia akan kehadiran Nugraha. Keduanya merayakan kehadiran keluarga baru, para kerabatnya pun berdatangan untuk melihat si bayi. Banyak ibu-ibu yang memuji ketampanan Nugraha.


Pujian yang banyak di lontarkan itu semakin membuat si orang tua angkat merasa tambah bahagia. Pasangan suami istri itu juga berkata membawa Nugraha dari salah satu panti asuhan, mereka tidak bilang jika membeli bayi tersebut.


Sampai malam tiba, belum ada kabar tentang Nugraha. Dan Echa juga belum pulang kerumahnya. Biru berusaha menelpon namun handphone sang kekasih tidak aktif. Pukul 21.15. Bu Tania bertanya kemana putrinya pergi sampai selarut ini belum pulang, Biru menjawabnya jika Echa sedang jalan-jalan bersama teman sekelas.


Sasa kini telah berhasil membawa Echa kesebuah hotel. Di sana ternyata Heru sudah menunggu kedatangan mereka berdua. Echa terkejut atas kehadiran Heru. “Tenang aja Ca, gue ada pesta malam ini, makanya ada Heru di sini juga. Teman-teman yang lain belum pada datang, nggak usah khawatir.”


Belum Echa bertanya namun Sasa sudah berkata seperti itu. Dia hanya mengangguk mencoba percaya dengan ucapan teman barunya. Tiba-tiba saja Sasa izin untuk ke toilet, Echa yang tidak mau ditinggal berdua dengan Heru ingin ikut, tapi di tolak oleh Sasa. Dia beralasan akan sangat lama berada didalam toilet karena perutnya yang bermasalah. Setelah kepergian Sasa, suasana didalam ruangan itu menjadi canggung. Heru memperhatikan Echa dari atas sampai bawah.


“Ini teman-teman Sasa kapan datang? Udah jam sepuluh malam, aku harus cepat pulang,” ucap Echa membuka obrolan.


“Santai aja dulu, Sasa bilang ke teman-temannya kalo acara dimulai jam sebelas malam. Jadi tunggu aja nggak usah khawatir.”


“Malam banget, aku nggak pernah main sampai selarut ini. Oh iya boleh pinjam handphone kamu nggak buat hubungi ibu.”


Heru langsung beralasan jika handphonenya juga mati. Dia lupa untuk men-charge dan tidak membawa cas—an. Echa menghela napasnya, menunggu Sasa dan akan meminjam handphonenya. Sudah lewat 30 menit orang yang ditunggu belum juga kunjung kembali. Echa akan bangkit dari duduknya menyusul Sasa ke toilet namun tiba-tiba teman barunya datang dan menyuruh Echa kembali duduk. Dia kembali sembari membawa minuman.


“Nih Ca, sorry lama.”

__ADS_1


“Makasih, nggak papa kok. Oh iya Sa, aku boleh pinjam handphone kamu nggak? Tadi mau pinjam punya Heru tapi katanya mati.”


“Aduh sorry Ca, handphone gue juga lupa buat di charg. Nanti deh nunggu teman-teman gue yang lain.” Echa mengangguk, dia melihat-lihat dan berbicara dalam hatinya mengapa teman-teman Sasa belum datang juga.


Dirumah, Ara terdiam bengong. Pandangannya kosong membuat Biru khawatir. Betapa cemasnya Ara akan keselamatan sang anak, dia benar-benar akan merasa gila jika Nugraha tidak ditemukan.


Galang yang sedang berkumpul dengan anak gengnya mengingat kejadian kemarin malam. Otaknya terus memikirkan keadaan Ara. Ternyata dulu dia menyukai adik Biru tersebut. Namun ditolak dan Ara memilih Heru sebagai kekasihnya. Salah satu temannya heran dengan sikap Galang yang daritadi bengong. Dia pun menepuk pundak ketuanya.


“Lu kenapa Lang?”


“Anjir lu ngagetin aja. G—gue nggak papa kok,” ujar Galang terkejut akan tepukan temannya.


••


••


Heru memulai aksinya, dia menjalankan rencana yang sudah disusun oleh Sasa. Menidurkan Echa di kasur lalu dirinya berada disamping tanpa memperlihatkan wajahnya ke kamera.


Setelah merasa cukup mendapatkan beberapa potret, Heru duduk dan membelai rambut Echa. Dia sebenarnya sangat ingin melecehkan gadis disampingnya.


“Mending buka bajunya aja, terus tinggal sendiri,” pikir Heru. Benar saja lelaki itu membuka baju Echa dan hanya menyisakan baju dalamnya saja. Dia hanya memandangi cukup lama lalu pergi keluar menyusul Sasa.

__ADS_1


“Gimana? Lu ngambil poto doang apa lebih nih?” tanya Sasa.


“Tadinya sih gue mau lebih, tuh cewek menggoda juga. Nggak kalah sama cewek-cewek yang gue tiduri.”


“Lu nggak jadi gitu? Kenapa, kesempatan nggak datang dua kali,” ujar Sasa.


“Kapan-kapan dah. Oh iya ini hasil potonya. Muka gue nggak kelihatan kan? Tugas lu tinggal kirim dan cetak potonya terus sebar di sekolah.”


“Gampang.” Mereka berdua pergi begitu saja meninggalkan Echa yang tidak sadarkan diri.


Keesokkan paginya, Echa tersadar. Dia membuka matanya dan masih merasakan sedikit pusing di kepala. Melihat kanan kiri mencari Sasa dan Heru, tapi dia tidak menemukan dua orang tersebut. Takut ibu dan ayahnya khawatir dia langsung pergi dari hotel. Hari ini dirinya tidak pergi ke sekolah karena bangun agak siang.


Sesampainya dirumah, Echa sudah disambut oleh ibunya. Wanita tua itu memberikan banyak pertanyaan kepada sang anak. Bukan marah karena tak sayang, akan tetapi dia merasa khawatir putri satu-satunya tidak pulang kerumah. Echa meminta maaf dan berkata jika dirinya tidur di hotel, temannya tidak membangunkan dia saat akan pulang.


“Sana mandi, ibu akan mencari Nugraha bersama Ara. Apa kamu mau ikut? Sekolah pun sudah siang, pasti telat jika kamu berangkat.”


“Iya bu, aku ikut aja cari Nugraha.”


Tanpa dia ketahui disekolah sekarang sedang heboh dengan poto Echa yang tidur bersama seorang lelaki. Arka yang melihat itu langsung berlari mencari Biru, setelah bertemu tanpa bicara lelaki itu menggandeng tangan si ketua osis menuju mading.


Biru yang melihat poto kekasihnya seperti itu seketika berteriak, “Siapa yang nyebar nih poto?” tanyanya dengan nada yang keras.

__ADS_1


Tidak ada jawaban dari para murid. Saat akan bertanya kembali, nomor yang tidak dia kenal mengirimkan kembali poto yang baru saja dia lihat. Ketiga temannya merasa heran saat melihat raut wajah si ketos yang kesal. Mereka mendekat melihat apa yang Biru lihat di ponselnya.


__ADS_2