
Huh! Denis membuang nafasnya pelan, mencoba meredam hasrat yang semakin membuncah, karena Havana selalu mencari kesempatan untuk memancing dia.
Denis belai lembut wajah Havana dengan sayang.
"Ini sudah malam, masuk lah. Meskipun kita akan bertunangan, tapi tuan Hansel tetap memintaku untuk mengantar kamu ke CSM. Nyonya Aileen kan masih kuliah dan sibuk mengajukan judul skripsi, jadi tetap kamu yang akan menghendel disana."
"Ya ampun, apa benar seperti itu? sebenarnya dia itu kakak ku bukan sih." kesal Havana, dia tarik tangan Denis yang menyentuh wajahnya dan digenggamnya erat.
Kedua tangan itu saling berpaut dengan mesra.
"Dia kakak tirimu kalau kamu lupa." Denis mengingatkan.
"Benar, Pantas saja dia jahat."
Denis mengagguk, namun Havana malah kesal melihatnya. Dia tahu Denis hanya menggoda dia. Seolah mendukung apapun yang dia ucapkan, padahal yang sesungguhnya tidak seperti itu.
"Aku akan keluar, tapi cium dulu."
Tanpa banyak kata Denis lalu menarik Havana untuk lebih dekat, menahan tengkuk wanita ini menggunakan satu tangannya dan kemudian mencium bibir sang kekasih dengan sangat dalam.
Ciuman perlahan yang sangat Denis nikmati. Bibir atas dan bawah milik Havana dia kuluum secara bergantian.
Havana hanyut, dia ingin lebih. Otak cerdiknya kemudian mulai memikirkan banyak rencana, salah satunya mendekatkan tubuh hingga sangat dekat. Hingga kedua buah dadanya yang membusung mampu bersentuhan dengan dada bidang milik Denis.
Havana menggeliat secara perlahan, ingin lebih memancing hasrat sang kekasih. Bahan satu tangannya mulai membelai paha Denis dan terus naik hingga nyaris sampai di pangkal paha.
Namun bukan balasan yang Havana peroleh, melainkan sebuah jitakan kecil di punggung tangannya.
Pletak!
"Aw!"
__ADS_1
"Tangan nakal," tutur Denis.
Havana mencebik, sudah gagal mendapatkan isi celana itu, kini ciuman mereka pun terlepas.
"Turun."
"Iya iya."
"Aku mencintai mu."
Luluh sudah kemarahan Havana ketika mendengar kata-kata manis itu dari Denis, sontak saja dia jadi gadis yang manis. Tersenyum lebar dan mengganyuk patuh untuk keluar.
Saat itu Denis pun ikut keluar juga, mengantar Havana hingga sampai di dalam rumah.
Dan ketika Havana menaiki anak tangga, Denis langsung pulang.
Pelan-pelan Havana melangkah, dia tidak ingin menciptakan sedikitpun suara yang dapat mencuri perhatian orang. Terlebih perhatian sang kakak. Meskipun saat ini Hansel berada di dalam kamarnya tapi tetap saja membuat Havana merasa takut.
Tapi untunglah, malam ini dia selamat. Havana sampai ke dalam kamarnya tanpa diketahui oleh siapapun, Robin ataupun Hansel.
semuanya beraktivitas sesuai dengan kesibukannya masing-masing.
Aileen akan pergi kuliah sementara Hansel pergi ke kantornya.
Sedangkan Havana yang saat ini sudah jadi pengangguran akan langsung pergi ke Clarke Super Mall.
Sedari sarapan tadi dia terus menggerutu, sangat enggan untuk mendatangi Mall itu. Karena ini semua tidak sesuai dengan jadwal yang sudah dia susun dengan rapi.
"Ai, aku tidak mau pergi."
"Ya sudah tidak usah pergi," jawab Aileen dengan santai. Baginya itu bukanlah masalah besar. Lagipula CSM tidak perlu di cek setiap Hari, jika ada masalah nanti pihak manajemen akan menghubungi.
__ADS_1
Tapi Hansel yang juga mendengar ucapan sang adik pun langsung menatap Havana dengan tajam.
Tatapan yang Havana tahu dengan jelas jika artinya dia harus pergi.
"Apa aku belum mengatakan padamu?" tanya Hansel pada sang adik.
"Mengatakan apa?" jawab Havana dengan ketus.
"Di CSM nanti kamu bukan langsung masuk ke ruangan Aileen, tapi kamu masuk ke tim keamanan. Seharian ini periksalah keamanan di CSM. Ada masalah apapun kamu harus sigap menanganinya."
"Sebenarnya apa salahku sih? kak Hansel jahat sekali."
"Salah siapa membuat bulan madu ku gagal."
"Iiss!"
"Ayo kak pergi, capek aku dengar kak Hansel berdebat terus dengan Havana," putus Aileen, dia bahkan langsung menarik Hansel untuk segera masuk ke dalam mobil.
Meninggalkan Havana yang masih terus menggerutu.
"Kak Hansel tidak boleh begitu, terus-terusan memberikan hukuman untuk Havana."
"Itu karena dia terus-terusan mencari masalah Ai. Pertama bohong tentang kehamilan mu, lalu membuat bulan madu kita gagal."
"Bulan madu kan tidak harus selalu pergi kak, kita bisa bulan madu di manapun."
"Benarkah?" tanya Hansel, yang kini tatapannya sudah berubah jadi tatapan mesyum.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Yang punya rumah sebelah fizzzzo, datengi juga cerita ku disana ya.
__ADS_1
judulnya : Menikah dengan suami yang Angkuh