Bride Of Choice

Bride Of Choice
BOC BAB 43 - Tim Wedding Organizer


__ADS_3

"Aileen."


"Apa?"


"Kembali lah ke kamar mu," ucap Hansel, dia belai lembut wajah Aileen dan menatap bibir merah seperti buah cherry itu.


Hansel memang sangat menginginkannya, namun dia masih sadar untuk tidak mencium gadisnya.


Hansel tahu, sekali dia menyentuh dia tidak akan bisa berhenti. Bukan hanya kecupan, ciuman itu pasti akan terus berlanjut hingga menuntut lebih.


Hansel akhirnya hanya menarik pinggang Aileen dan mencium kening gadisnya ini.


Namun seperti itu saja, Aileen sudah merasa sangat disayangi.


Bibirnya mulai tersenyum dan kembali ke dalam kamarnya dengan ceria.


Pagi datang.


Hari ini adalah hari minggu, jadi Hansel tidak pergi bekerja.


Dari jam 6 pagi Aileen dan Havana mulai sibuk menjalani hukumannya.


Ini bukanlah hal sulit bagi Aileen, namun untuk gadis manja seperti Havana sudah seperti sebuah penyiksaan.


"Apartemen ini sudah bersih, kenapa dibersihkan lahi sih?!" kesal Havana, dia sedang mengelap meja makan. Sayang hati-hati karena takut kukunya rusak.


"Apa kata mu?" tanya Hansel yang selalu tiba-tiba datang.


"Ti-tidak kok Kak, meja ini harus selalu dibersihkan biar steril," kilah Havana, lalu menggosok meja itu lebih keras.


Tapi Hansel tetap menatapnya tajam.

__ADS_1


Hansel kemudian berjalan menuju meja pantry, mengambil gelas dan minum segelas air putih.


Sudut matanya melirik Aileen yang tengah memasak, seperti sedang membuat sup.


Diluar sedang gerimis, rasanya hangat sekali jika menyentuh sup itu.


"Apa sudah matang?"


"Sedikit lagi."


"Bisa aku mencicipnya?"


Aileen mengangguk. Dia mengambil sendok makan lalu mengambil sedikit sup yang masih mendidih itu sedikit, meniupnya pelan-pelan lalu menyuapinya untuk sang calon suami.


Dan Hansel membuka mulut, menerima suapan itu dengan senang hati.


"Enak."


Di ujung sana Havana terus menggerutu, dalam hatinya terus berkata dia tidak akan tinggal disini saat kedua manusia itu menikah.


Bisa-bisa aku melihat mereka bercinta dimanapun. Hii mengerikan sekali. batin Havana.


15 menit kemudian.


Mereka bertiga sarapan.


Havana yang merasa lelah makan banyak sekali. Bukan hanya lapar, namun masakan Aileen juga sangat enak.


Selesai sarapan bersama, Havana dan Aileen membuka balkon apartemen. Membuat angin dingin sisa gerimis masuk ke dalam sini, terasa segar sekali.


Kedua gadis itu bermain ponsel disana, Havana membantu Aileen untuk memahami semua aplikasi yang terinstal. Ini untuk apa dan ini untuk apa.

__ADS_1


Saat tengah asik bermain, tawa mereka terhenti ketika mendengar suara bell berbunyi.


Aileen yang sudah tahu jika akan ada orang WO datang langsung bergegas membuka pintu itu. Havana pun mengikuti di belakang.


Namun saat pintu terbuka, Aileen dan Havana sama-sama bingung. Benarkah ini orang WO nya? karena ada pula seorang bocah laki-laki yang sangat tampan bersama wanita cantik ini.


"Perkenalkan Nona, nama saya adalah Jia dan ini anak saya Rayden. Saya adalah ketua tim WO pilihan tuan Hansel." jelas wanita itu yang bernama Jia.


Pandangan Havana dan Aileen kemudian turun menatap bocah tampan ini.


"Perkenalkan Kak, nama saya Rayden."


"Ya ampun manis sekali, silahkan masuk!" balas Havana antusias, dia bahkan mencubit pelan pipi bocah tampan ini.


Mereka semua duduk di ruang tengah, saat itu Aileen pun langsung berlari ke kamar Hansel dan memanggil pria nya.


"Kak, orang WOnya sudah datang."


"Benarkah? kenapa kamu bahagia sekali."


"Karena ada anak laki-laki yang tampan sekali, menggemaskan."


Hansel tersenyum, dia cukup tahu jika itu pasti Rayden, Rayden Carter. Anak dari sahabatnya Alex Carter.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Apakah ada yang sudah kenal sama keluarga Carter nya author Lunoxs?


Kalau belum nih kenalan disini, After Divorce karya Lunoxs


__ADS_1


__ADS_2