Bride Of Choice

Bride Of Choice
BOC BAB 63 - Belajar Hingga Mengantuk


__ADS_3

Aileen masih terdiam, bahkan setelah para pelayan dibubarkan oleh Artur dia masih tergugu dengan keputusan suaminya itu.


Menjadi Nyonya Utama bukanlah perkara mudah, itu artinya dia akan mengurus keuangan rumah tangga.


Brak! Tanpa kata, Angeline melemparkan laporan keuangan bulan lalu di atas meja ruang tengah.


Auara jatuhnya buku laporan itu membuat Aileen sedikit terkejut, membuatnya sadar dari lamunan.


Dan setelahnya Angeline pergi dengan raut wajah yang sangat kesal, dia bahkan langsung menuju kamar. Tidak menemani Robin yang saat ini tengah sarapan.


"Aileen, mulai sekarang kamu yang akan mengurus keuangan rumah ini," ucap Hansel dengan lembut, kini dia dan Aileen sudah duduk berdampingan. Sementara Havana duduk di kursi lain dan bibi Rose masih setia berdiri di samping mereka.


Bibi Rose tetap tidak ingin duduk bersama meski Havana dan Aileen sudah memaksa. Dia akan tetap berdiri dan selalu siap sebagai bentuk pengabdiannya.


"Tapi Kak_"


"Jangan takut, aku akan membantu mu. Ada bibi Rose, Havana dan juga paman Art," jelas Hansel, dia belai lembut kepala sang istri. Ingin membuat wajah cemas Aileen jadi lebih ceria.


"Nanti kamu akan jadi pemimpin Clarke Super Mall, jadi sekarang belajar dulu untuk memimpin keuangan rumah keluarga kita," terang Hansel lagi, terus memberikan pengertian pada Aileen.


Dan memang itulah alasan Hansel secepatnya merubah status nyonya utama di rumah ini. Bukan semata-mata hanya untuk menyingkirkan Angeline.


"Tenang saja Ai, aku akan jadi asisten pribadi mu," celetuk Havana, seolah mereka tengah mengurus sebuah perusahaan.


Aileen hanya mencebik mendengar ucapan Havana itu.

__ADS_1


Hansel kemudian mengambil buku laporan keuangan di atas meja, memberikannya pada Aileen dan membuka nya bersama.


Aileen membaca satu per satu, seperti sebuah proposal dengan banyak nominal. Uang belanja bulanan untuk dapur, renovasi rumah, perawatan taman, uang listrik. Uang asuransi para pelayan dan masih banyak lagi.


Aileen bahkan sampai merinding merasa tak sanggup mengurus itu semua.


"Kak_"


"Tidak ada penolakan, sekarang ini adalah tanggung jawab mu."


"Kak Hansel jahat."


"Bukan jahat Ai, agar kamu belajar. Lagi pula aku akan selalu membantu kamu."


"Tapi aku takut."


"Takut kenapa?"


"Kalaupun salah kamu tidak akan masuk penjara, hanya masuk kamar lebih lama."


"Kok gitu?"


Hansel dan Rose mengulum senyum, sementara Havana menepuk keningnya sendiri.


Percuma memang mencemaskan Aileen, pikir Havana.

__ADS_1


"Aku mau ke kamar dulu, jam 10 aku ada kuliah!" pamit Havana dengan suaranya yang seperti marah.


"Iya," jawab Aileen, sedangkan Hansel hanya mengangguk kecil.


Rose juga pergi dari sana, Artur mengantar Rose menuju kamarnya di rumahnya ini.


"Nanti yang mengeluarkan semua uang untuk keperluan ini siapa?" tanya Aileen, setelah Havana dan Rose pergi dia kembali fokus menatap buku tebal di pangkuannya.


"Aku akan memberikan mu kartu debit."


"Tidak mau, aku takut."


"Takut kenapa?"


"Aku kan sudah pegang black card Kak Hansel, nanti kalau makin banyak kartu yang mu pegang malah jadi hilang."


"Kalau begitu tiap butuh uang katakan pada ku, aku akan memberikannya untuk mu."


Aileen mengangguk cepat, merasa itu lebih baik.


"Bulan ini sudah di urus mama Angeline, berarti aku bulan depan?"


"Iya."


Aileen terus membaca laporan itu, tiap kali ada yang tidak dia tahu Aileen akan selalu bertanya pada Hansel.

__ADS_1


Sampai siang Aileen belajar hingga ngantuk menyerang. Di ruang keluarga itu akhirnya Aileen tertidur dengan kepalanya di atas pangkuan Hansel.


Pria dengan wajah dingin ini terus mengelus puncak kepala Aileen, memberikan kasih sayang yang sangat tulus.


__ADS_2