
Kurang ajar, tunggu pembalasan ku. Dasar wanita buruk rupa! Geram Angeline di dalam hatinya, dia bahkan sampai meremat gaun mewah yang kini ia kenakan.
Tatapannya lurus menatap Hansel dan Aileen yang tengah berciuman di depan sana.
Diantara suara riuh semua orang, Angeline, Helda, Freya dan Pharsa memendam kekesalan yang begitu besar.
Selesai pengucapan janji suci, Hansel dan Aileen turun untuk menemui keluarga dan para tamu undangan secara langsung.
Havana bahkan langsung berlari, memeluk Aileen erat dan kembali menumpahkan sedikit air mata bahagia.
Setelahnya, Robin dan Angeline yang menghampiri. Robin mengelus puncak kepala Aileen memberi restu dan hanya menatap dalam pada sang anak yang kini sudah menyandang sebagai seorang suami.
Robin merasa haru, ingin memeluk namun sadar hubungan diantara mereka tak baik.
Angeline memilih diam, bahkan saat melihat Hansel pria itu sedikitpun tidak menatap ke arahnya.
Tak lama kemudian Helda dan kedua putrinya menghampiri. Helda memeluk Aileen namun dengan cekalan kuat di lengan putri tirinya ini.
Tapi kini Aileen tak tinggal diam, dia menepis cekalan kuat itu hingga membuat Helda melepaskannya.
Kemudian menatap Aileen dengan tatapan tak percaya. Anak yang sudah ia didik untuk selalu merasa takut kini sudah berani melawan dia.
Helda cukup tercengang.
"Mama akan merindukan mu," ucap Helda kemudian dan Aileen hanya menanggapinya dengan sebuah senyuman kecil.
"Kita bisa berbincang di rumah, aku akan mengenalkan Aileen pada kolega ku," ucap Hansel, sebuah ucapan untuk segera pergi dari keluarga munafik ini. Karena hanya nama yang keluarga, namun di dalamnya tidak seperti itu.
__ADS_1
"Aku ikut Kak," pinta Havana dan Hansel mengangguk.
Freya dan Pharsa benar-benar merasa geram, meski pesta belum usai. Mereka berdua sudah memutuskan untuk pulang.
Tapi Aileen sungguh tidak peduli akan hal itu, dia sibuk sendiri dengan dunianya yang baru.
Hansel memperkenalkan Aileen pada semua koleganya sebagai istri tercinta, di dampingi pula oleh Havana.
Mulai dari keluarga Arick dan Jihan, keluarga Aslan dan Kiran, keluarga Asraf dan Ruhi, keluarga Hanan dan Sena, keluarga Adam Malik dan masih banyak lagi.
Mereka semua membaur menjadi satu menikmati pesta pernikahan ini.
Hingga waktu sore menjelang dan akhirnya pesta usai.
Seperti rencana, Hansel langsung memboyong istri dan adiknya untuk kembali ke rumah utama keluarga Braile.
Kedatangan mereka langsung disambut hangat oleh para pelayan. Melihat itu membuat Aileen teringat akan bibi Rose.
Dan melihat perubahan raut wajah Aileen itu, Angeline tersenyum kecil. Menebak jika Aileen merasa tak nyaman dengan rumah ini.
Ya, aku akan semakin membuat mu merasa tak nyaman. Lalu dengan sendirinya kamu akan keluar dari rumah ini. Batin Angeline dengan geram.
"Kamu kenapa?" tanya Hansel yang juga melihat perubahan raut wajah sang istri.
"Nanti saja di kamar," rengek Aileen dengan manja.
Membuat Angeline sungguh ingin muntah melihatnya.
__ADS_1
"Selamat datang Aileen, sekarang ini adalah rumah mu, jadi jangan lagi merasa sungkan," ucap Robin, dia membuka tangan lebar menyambut anak-anaknya kembali pulang.
"Lebih baik kita semua segera beristirahat," timpal Robin lagi dan Havana yang mengangguk paling kuat, karena dia juga sungguh merasa lelah.
Akhirnya mareka semua naik ke lantai 2 dan menuju kamarnya masing-masing.
Aileen tak sempat mengagumi kamar sang suami di rumah ini, karena dia terus teringat akan bibi Rose.
"Ai."
"Iya Kak."
"Sini," Hansel menarik Aileen untuk menuju sofa, mereka berdua sudah mengganti baju saat di hotel tadi. Kini keduanya sama-sama menggunakan baju santai.
Hansel duduk di sofa dan mendudukkan Aileen di atas pangkuannya.
"Sekarang duduknya begini?" tanya Aileen, bibirnya mulai kembali terukir senyum kecil.
Hansel mengangguk.
"Tiap di dekat Ku, duduklah disini."
"Benarkah?"
"Hem."
Aileen yang terlalu senang langsung memeluk Hansel erat. Juga mencium pipi suaminya ini sekilas.
__ADS_1
"Cuma pipi?" tanya Hansel dan Aileen langsung bergerak mengecup bibir suaminya yang sedang tersenyum.
Cup 💋