
Tubuh Aileen semakin gemetar saat Hansel melangkahkan kaki mendekat, hingga berdiri tepat di hadapan.
Gadis ini menelan ludahnya dengan kasar, bersusah payah mengumpulkan semua keberanian yang dia punya untuk membalas tatapan Hansel.
Dia akui telah melakukan sebuah kesalahan, tapi Aileen juga ingin Hansel mendengarkan alasan kenapa mereka melakukan ini, menonton film itu hingga berkelahi di tempat umum.
"Jangan ulangi lagi, mengerti?"
"Iya Kak, tapi_"
"Tapi apa?"
"Tap-tap-tapi jangan melihatku seperti itu biar aku bisa bicara!" ucap Aileen dengan suara sedikit tinggi, dia gugup sekali. Namun tetap ingin menyuarakan kebenaran.
Dan mendengar suara tinggi Aileen, Hansel semakin mengikis jarak, sedikit menundukkan kepala hingga wajahnya berada dekat sekali dengan Aileen.
Sontak saja gadis kecil ini menurunkan pandangan, ternyata dia tetap saja tidak berani pada Hansel.
"Kenapa suara mu tinggi sekali. Kamu marah?"
Aileen mati kutu.
"Kamu lupa syarat yang aku minta? beranilah pada siapapun dan hanya takut padaku."
Grep! Aileen langsung memeluk tubuh Hansel erat, mendekapnya kuat sekali hingga membuat Hansel bingung sendiri.
"Maafkan aku Kak, maaf. Aku tidak akan mengulanginya lagi, janji," balas Aileen dengan suara buru-buru, ingin Hansel segera tahu apa yang ada di kepalanya saat ini.
Tentang kesungguhannya dalam merasa bersalah dan ingin segera meminta maaf.
Tanpa diketahui Aileen, pria ini diam-diam mengulum senyum. Mana bisa dia marah terlalu lama pada Aileen dan Havana.
Mereka berdua adalah 2 gadis yang dia sayangi.
Ya, Aileen sudah berhasil masuk ke dalam hidupnya. Menyelip ke ruang sempit di dalam hati.
__ADS_1
"Sekarang aku tidak melihat wajah mu, jadi apa yang mau kamu katakan?" tanya Hansel, dia sengaja tidak membalas pelukan Aileen. Karena ingin merasakan gadis ini yang memeluknya erat.
"Clarisa dulu yang menghina ku, jadi aku balas juga. Aku hanya ingin melindungi harga diri."
"Lalu?"
"Aku mendapatkan keberanian itu dari film yang ku tonton bersama Havana dan kak Siska."
"Benarkah?"
Aileen mengangguk.
"Bukannya film itu isinya adegan mesyum semua?"
Deg! Aileen kembali mati kutu. Lagi-lagi menelan ludahnya dengan susah payah. Kemudian mulai merasakan jika pelukannya dan Hansel terlalu erat.
Otaknya yang sudah tercemar mulai rusak, benar kata Hansel kini film itu kembali berputar-putar di kepalanya.
Tentang ciuman itu, tentang penyatuan itu dan desahaan brutal yang dia dengar.
"Apa kamu mempelajari adegan seperti itu juga?"
Aileen tak mampu menjawab, mendadak lidahnya kelu.
"Jangan pernah berpikir untuk melakukan hal mesyum seperti itu selain dengan ku. Mengerti?"
"I-iya Kak."
Perlahan Hansel melerai pelukan itu, mengangkat dagu Aileen hingga tatapan mereka bertemu.
"Aku mau kamu jadi berani, tapi tidak dengan merusak diri. Mengerti?"
Aileen mengangguk.
"Bagus, sekarang kembali lah ke kamar dan mandi."
__ADS_1
"Kak Hansel tidak marah?"
"Tidak."
"Benar?"
"Iya."
"Aku dan Havana tidak dihukum?"
"Ada, hukuman kecil."
"Ha? apa?"
"Besok aku tidak akan meminta pelayan datang kesini, jadi kalian berdua yang bersihkan seluruh apartemen."
"Tapi kan besok kita pergi, katanya mau pilih cincin."
"Tidak perlu pergi, aku yang akan meminta orangnya untuk datang kesini."
"Memangnya bisa?"
"Hem."
Bibir Aileen mengerucut, entah kenapa jadi sedikit kecewa. Gadis kecil ini tidak tahu, jika bibir merah yang mengerucut itu terlihat begitu mengoda di mata pria ini.
"Aileen."
"Apa?"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kyaa gantung!! 🤣🤣🤣🤣
Mohon maaf lahir dan batin 🙏🏃♀️🏃♀️🏃♀️
__ADS_1