Bride Of Choice

Bride Of Choice
BOC BAB 93 - Lebih Parah


__ADS_3

Makan malam tiba.


Aileen keluar lebih dulu dari dalam kamarnya seorang diri karena saat itu Hansel masih menelpon seseorang entah siapa, katanya sih koleganya. Aileen yang selalu percaya pada sang suami tak pernah bertanya lebih.


Cukup mengangguk dan percaya.


Saat itu Aileen juga melihat sang adik ipar yang baru keluar dari kamarnya. Aileen menatap aneh Havana, merasa bibir Havana sama seperti bibirnya saat ini, sama-sama mengerucut kesal.


"Kamu kenapa?" tanya Aileen, ketika mereka berdua bertemu di tangga, belum ingin langsung turun masih bicara berdua di sana.


"Kamu juga kenapa? wajahmu terlihat seperti sedang tidak senang."


Aileen membuang nafasnya pelan.


"Aku rindu kak Hansel yang dulu, sekarang kak Hansel jadi sangat mesyum."


"Astaga stop! aku tidak mau dengar!" tolak Havana.


"Tadi tanya."


"Tapi sekarang aku tidak mau dengar lagi!"


"Ish, kamu sendiri kenapa? sudah jadi sarjana tapi wajahnya masih seperti saat mengerjakan skripsi." tanya Aileen, seraya menelisik wajah sang adik ipar yang sedang ditekuk.


"Ini semua gara-gara suami mu!"


"Kak Hansel kenapa?"

__ADS_1


"Dia minta aku untuk mengurus CSM selama kalian bulan madu."


"Oh."


"Oh kata mu?"


"Memangnya kenapa harus kesal? kan kami juga bukan madu tidak akan lama."


"Tidak lama apanya?! kata kak Hansel kalian tidak akan pulang sebelum kamu hamil!"


HA!! Aileen menganga dengan kedua mata yang mendelik, dia terkejut luar biasa. Bagaimana bisa bulan madu baru bisa selesai saat sang wanita hamil?


"Gi-gila, memangnya, memangnya aku wanita apaan?" tanya Aileen dengan suaranya yang putus-putus, dalam benaknya sudah terbayang tiap hari Hansel akan menghentaknya di ranjang tanpa mengenal waktu.


Hanya membayangkannya saja sudah membuat Aileen merinding.


Dan Havana yang melihat reaksi sang kakak ipar malah terkekeh, sudah dia tebak apa yang ada dalam pikiran kakak ipar kecilnya ini.


Pletak!


"Aw!" pekik Havana, asik bicara keduanya sampai tak menyadari jika Hansel sudah datang, bahkan mampu mendengar ucapan terakhir Havana.


"Kita akan bulan madu ke Love Island, bukankah itu kota impian mu? Kita akan habiskan malam sambil menari dengan pemusik di jalanan, menarik kan?" tawar Hansel seraya memeluk erat pinggang istrinya.


Aileen mulai tersenyum dan membayangkan yang indah-indah, karena memang benar Love Island adalah kota impiannya, kota yang paling ingin dia kunjungi andai ada waktu senggang. Sementara Havana makin mencebikkan bibir melihat suami dan istri ini.


Dia iri, sangat iri dan ingin segera seperti itu bersama Denis. Tapi kakaknya ini malah memintanya untuk mengurus Clarke Super Mall.

__ADS_1


Arght! rasanya Havana ingin berteriak kencang.


Dan melihat wajah kesal yang adik, Hansel malah semakin membuatnya panas dengan mengecup sekilas puncak kepala Aileen.


"Mau tidak?"


"Mau Kak!" balas Aileen antusias, menjawab seperti seorang penghianat di mata Havana.


"Ayo cepat turun! aku lapar!! rasanya sampai ingin makan orang!!" kesal Havana, dia berjalan lebih dulu menuruni anak tangga, Aileen dan Hansel pun mengikuti langkahnya di belakang.


Tapi Aileen yang sedang berbunga-bunga tak begitu peduli dengan kekesalan sang adik ipar.


Dia masih menikmati kebahagiaan akan menghabiskan waktu yang indah di Roma bersama Hansel.


"Besok kita pergi ya, tadi aku sudah menyiapkan semuanya."


"Benarkah?" tanya Aileen tak percaya, kedua matanya bahkan berbinar merasa terharu.


"Tentu saja."


"Emm so sweet, cium?" pinta Aileen pula dan Hansel memberikannya dengan suka rela.


"Cih! kata mu kak Hansel yang mesyum, ternyata kamu lebih parah!" kesal Havana, dia berbalik dan melihat jelas kedua orang itu saling mengecup bibir.


"Hih! Sebel!!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Hahahaha, ketawain Havana dulu 🤣🤣


Love Island kota akal-akalan author aja ya, jangan cari di Gugel 🤣🤣❤️


__ADS_2