Bride Of Choice

Bride Of Choice
BOC BAB 88 - Hari Bahagia


__ADS_3

"Kamu baik-baik saja?" tanya Havana pada Aileen ketika mereka bertiga sudah berada di dalam mobil.


Dan Aileen tidak menjawab dengan kata-kata dia hanya menganggukkan kepalanya kecil sebagai tanggapan.


Memang ada rasa tak tega saat dia mengatakan untuk memutus semua hubungan. Tapi untuk kembali bersama pun rasanya lebih tak mungkin Lagi, karena Helda hanya akan selalu melihat harta yang ada pada Aileen.


Bukan sosok seorang anak yang butuh kasih sayang seorang ibu.


Di lamunan Aileen yang masih betah bertahan, tiba-tiba wanita cantik ini tersadar saat merasakan sebuah sentuhan lembut di atas kepalanya.


Hansel mengusap kepala Aileen ketika mereka berhenti di lampu merah.


"Semuanya akan baik-baik saja," ucap Hansel.


Aileen yang mendengar itu pun mulai kembali tersenyum.


Dan waktu berlalu, semuanya berjalan persis seperti apa yang diucapkan oleh Hansel. Hari-hari yang mereka lalui terasa lebih baik daripada kemarin.


Hingga 1 tahun berlalu dan tiba saatnya di hari kelulusan Havana.


Nona Muda keluarga Braile ini merias dirinya dengan sangat cantik di hari yang paling spesial dalam hidupnya, pasalnya untuk menyelesaikan pendidikannya ini Havana membutuhkan waktu lebih banyak daripada umumnya.


Cap sebagai mahasiswi yang nakal melekat pada wanita cantik ini.


"Hav, ayo cepat! kak Denis sudah menunggu mu!" teriak Aileen, dari lantai 1 dia berteriak memanggil Havana di lantai 2. Katanya ada yang tertinggal dan harus Havana ambil.


"Iya tunggu!" sahut Havana dengan berteriak pula. Dia lalu berlari dan menuruni anak tangga dengan tergesa, lalu berhenti tepat dipelukan Denis yang menunggu di bawah tangga.


"Jangan marah," ucap Havana saat melihat wajah Denis yang datar, kemarin Dia mengingatkan pada semua orang untuk tidak datang terlambat ke acara wisuda. Tapi nyatanya malah dia sendiri yang membutuhkan waktu paling lama untuk bersiap.

__ADS_1


"Kamu membuang waktu ku," gerutu Hansel.


"Sudah jangan berdebat, ayo kita pergi sekarang." Aileen yang menengahi perdebatan.


Mereka semua akhirnya menuju gedung utama Imperial College University, diadakannya wisuda hari ini berlangsung.


Di depan pintu sana ada seseorang yang membuat langkah Havana, Hansel, Aileen dan Denis seketika terhenti.


Robin menunggu dengan senyum yang paling getir.


"Hav, ayo," bisik Aileen, dia bahkan sedikit mendorong tubuh Havana agar mulai berjalan.


Sampai akhirnya mereka semua berhenti tepat di hadapan Robin.


"Havana," panggil Robin lirih, sudah banyak waktu yang terlewat di antara mereka. setelah perceraiannya dengan Angeline Robin tetap memutuskan untuk tinggal di rumah yang berbeda dari Havana dan Hansel.


Hal itu semakin menciptakan jarak di antara mereka namun kembali menumbuhkan sedikit rasa rindu di hati masing-masing semua orang.


"Boleh kah papa ikut masuk? boleh kan papa memeluk mu Hav? " tanya Robin, kedua matanya terlihat semakin merah. tak kuasa menahan rindu yang sudah membuncah.


Kata maaf rasanya sudah tak ada artinya lagi karena dia selalu mengucapkannya kepada sang anak.


Kini Robin sangat berharap Havama dan Hansel kembali menerima dia.


Dan melihat wajah sendu Robin, membuat Havana pun tak tega, dia tahu selama ini sang ayah sudah banyak menderita.


Namun sebelum memeluk ayahnya Havana lebih dulu melihat pada sang kakak dan dilihatnya Hansel yang menggangguk kecil.


Saat itu juga Havana langsung memeluk Robin erat.

__ADS_1


Meleburkan segala perselisihan yang telah terjadi selama ini diantara mereka.


Puas membagi rindu, mereka akhirnya masuk ke gedung wisuda.


Aileen dan Hansel duduk berdampingan. Sememtara Robin duduk disebelah calon sang menantu, Denis.


"Sayang," panggil Hansel pada sang istri dengan berbisik.


"Apa?"


"Havana sudah wisuda."


"Jadi?"


"Artinya kita sudah siap punya anak."


"Kok gitu? katanya tunggu aku lulus."


"Itu terlalu lama, nanti saat kamu hamil kita suruh Havana yang pegang CSM."


"Oke!" balas Aileen antusias dan malu-malu, ini adalah hari bahagia untuk semua orang. Kedua sepasang suami istri ini kemudian saling mengecup sekilas. Lalu kembali fokus menatap Havana yang tengah diwisuda.


...TAMAT...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Rekomendasi Author


Tolong lepaskan aku karya erma _roviko

__ADS_1



__ADS_2