Bride Of Choice

Bride Of Choice
BOC BAB 79 - Tidak Akan Melarang


__ADS_3

Sibuknya Aileen mempersiapkan diri untuk menghadapi rapat direksi membuat keadaan di rumah utama keluarga Braile jadi lebih hangat.


Para pelayan dengan setia berpura-pura menjadi peserta rapat dan mendengarkan Aileen menyampaikan proposal di hadapan mereka.


Sementara Havana yang duduk di salah satu kursi selalu tertawa tiap kali Aileen salah mengucapkan kata.


Dia sengaja menjadi peserta yang paling menyebalkan untuk melatih keberanian Aileen.


Suasana hangat ini yang berbanding terbalik dengan keadaan di rumah Robin.


Semenjak pindah di rumah ini hubungannya dengan Angeline jadi lebih renggang.


Angeline lebih banyak menghabiskan waktunya di luar dari pada di rumah. Seperti pagi ini, bahkan belum sempat mereka sarapan bersama. Tapi Angeline sudah melangkahkan kaki untuk keluar dari rumah.


Robin yang mulai merasa geram pun akhirnya menghentikan langkah sang istri.


"Cukup Angeline, jangan bersikap sesuka mu saja. Aku tidak mengizinkan mu pergi!" ucap Robin, saat mengatakan itu nada bicaranya cukup tinggi. Dia menatap tajam Angeline dan mencekal kuat lengan sang istri.

__ADS_1


Dan perlakuan kasar Robin tidak membuat Angeline takut, dia malah semakin marah karena langkahnya di cekal.


Lagipula ini bukan pertengkaran pertama mereka. Angeline tahu, bahwa akhirnya Robin lah yang akan akan meminta maaf.


"Lepas! aku bosan di rumah ini. Rumah kecil yang bahkan fasilitasnya tidak lengkap! jadi jangan salah kan aku jika aku selalu keluar untuk memuaskan diri!" geram Angeline, dia menarik tangannya namun tidak berhasil terlepas.


Dan Robin sungguh muak dengan alasan itu, dia lelah jika terus seperti ini. Sementara pernikahan yang dia harapkan adalah pernikahan yang penuh dengan kasih sayang yang tulus.


"Baiklah, kamu boleh pergi semau mu aku tidak akan melarang," ucap Robin, sebuah ucapan yang membuat Angeline langsung tersenyum miring.


Lihatlah, pria tua seperti mu hanya akan selalu menjadi mainan ku yang penurut. Kamu tidak akan pernah bisa melarang ku apa lagi menuntut perpisahan. batin Angeline dengan sangat yakin.


"Karena mulai detik ini aku akan menceraikan mu," putus Robin.


Ucapan yang membuat Angeline langsung mendelik.


"A-apa maksud mu?" tanya Angeline dengan gagap. Namun saat itu Robin tidak menjawab pertanyaannya.

__ADS_1


Pria paruh baya ini malah menarik tubuhnya untuk keluar dari dalam rumah, lalu sedikit mendorong Angeline hingga akhirnya benar-benar berada di luar.


"Penjaga!" pekik Robin, sementara Angeline mulai merasa ketakutan.


1 penjaga di rumah itu mendatangi Robin dan Angeline di teras rumah.


"Mulai saat ini aku melarang wanita ini untuk masuk ke dalam rumah ku. Jadi, bawa dia keluar!"


"Tidak! apa-apaan ini! sayang, sayang, dengarkan Aku!" pekik Angeline namun pria yang hingga detik ini masih menjadi suaminya langsung masuk ke dalam rumah dan meninggalkan dia yang di cekal oleh penjaga keamanan.


"Om ROBIN!" Teriak Angeline, namun pria yang namanya dia sebut dengan segera menutup pintu rumah ini.


"Argh! lepaskan aku bodoh!" Angeline meronta namun tetap tidak bisa membuatnya terlepas dari cekalan sang penjaga.


Pria berbadan kekar ini dengan mudah menarik tubuh Angeline dan membawanya ke jalanan. Mendorongnya hingga terjerembab di atas aspal.


Tanpa belas kasih penjaga itu meninggalkan Angeline begitu saja, lalu menutup gerbang rapat dan tidak memberi celah Angeline untuk masuk.

__ADS_1


"Argh! Sial sial sial!"


__ADS_2