Bride Of Choice

Bride Of Choice
BOC BAB 75 - Bicara Serius


__ADS_3

Hari berlalu.


Sudah 2 malam ini Aileen belajar tentang laporan keuangan keluarga Braile.


Dia mulai memahami dan tahu caranya hingga tiap bulan laporan itu saling berhubung satu sama lain. Keluar masuk uang bisa dia pahami dengan rinci.


3 hari lagi sudah awal bulan, jadi Aileen mulai berdiskusi dengan Artur untuk membeli beberapa kebutuhan dapur.


Rose juga selalu mendampingi Aileen hingga semuanya jadi lebih mudah.


"Besok pagi aku akan berikan uangnya pada paman dan mulai sekarang bibi Rose juga akan membantu beli bahan makanannya," ucap Aileen.


"Terima kasih Nyonya," balas Artur. Dia tersenyum lebar sekali karena merasa bersyukur Aileen yang jadi Nyonya Utama di rumah ini.


Dulu saat Angeline yang memegang kendali, bahan makanan untuk para pelayan tidak beragam juga tak seenak untuk makan keluarga besar.


Namun kini Aileen bahkan tak membeda-bedakan makanan diantara semua orang, baik pelayan ataupun majikan semuanya makan menu yang sama setiap harinya.


Setelah bersepakat, akhirnya mereka berpisah. Dari ruang tengah Aileen langsung berlari menuju ruang kerja sang suami.


Dia mengetuk pintu dan masuk ketika mendapat kan izin, lalu menghampiri Hansel dan duduk diatas pangkuan sang suami.


"Sudah buat anggarannya?" tanya Hansel dan Aileen mengangguk.

__ADS_1


Saat istrinya dayang, Hansel menyudahi semua pekerjaan.


"Sudah, sekarang aku minta uangnya," jawab Aileen dengan manja, dia bahkan mengulurkan kedua tangannya meminta uang.


"Berapa?"


"120 juta."


"Anggarannyya naik?"


"Iya, aku merubah beberapa hal. Juga ada beberapa ac yang harus diperbaiki."


"Baiklah, cium dulu."


Hansel bangkit, dia membuka brankas uang tunai yang ada di ruang itu dan mengambil sejumlah uang disana.


"Beri juga yang tunai untuk Havana, untuk pegangan siapa tahu butuh. Jangan hanya mengandalkan kartu debit." jelas Hansel, dia benar-benar bersikap kayaknya seorang ayah dan ibu sekaligus, yang selalu peduli dengan hal-hal kecil.


"Ini untuk mu."


"Ini bayaran ku goyang setiap malam ya?" goda Aileen hingga membuat Hansel terkekeh dan mengusap puncak kepala istrinya dengan asal.


"Sini duduk dulu." Hansel kembali menarik Aileen untuk duduk diatas pangkuannya. Dia ingin bicara serius.

__ADS_1


"Aku sudah menjalani prosedur untuk kita menunda memilki anak," terang Hansel, hingga membuat Aileen langsung mendelik, kaget dan bingung sekaligus.


Dia bahkan tidak memikirkan hal ini sampai jauh.


"Bukan berarti aku tidak ingin memiliki anak dari mu. Tapi masih banyak hal yang harus kita lalui."


Terutama kesiapan kamu. lanjut Hansel namun hanya dia ucapkan di dalam hati.


Hansel menatap dalam kedua mata Aileen, dia juga mengelus lembut wajah istrinya. Hansel tidak ingin buru-buru, dia merasa Aileen masih butuh waktu untuk pendewasaan diri. Terlebih memiliki anak akan membutuhkan kesiapan mental yang matang.


Aileen diam saja, dia bingung harus bagaimana. Tapi entah kenapa dia malah sedikit kecewa.


"Ai."


"Hem."


"Aku mencintai mu."


Aileen mencebik.


"Kamu tidak mencintai ku?" goda Hansel, dia semakin mengeratkan pelukannya pada pinggang sang istri.


"Aku ingin kita memiliki banyak waktu berdua dulu seperti ini sayang," goda Hansel lagi dan panggilan sayang itu berhasil membuat kedua pipi Aileen jadi merona.

__ADS_1


Hansel lalu mencium bibir istrinya dan Aileen membalas itu. Ciuman balasan yang mengartikan bahwa dia tidak marah.


__ADS_2