Bride Of Choice

Bride Of Choice
BOC BAB 62 - Nyonya Utama


__ADS_3

Mendengar ada keramaian di ruang tengah, Angeline menghampiri. Dia melihat Aileen menangis sambil memeluk seorang wanita paruh baya yang entah siapa.


Melihat itu Angeline langsung merasa tak suka, apapun yang dilakukan Aileen dimatanya selalu terlihat menyebalkan.


"Ada apa ini?" tanya Angeline dengan nada tak ramah, kini dia sudah berada diantara semua orang.


Aileen menghapus air matanya, menatap sang mertua yang datang. Tapi belum sempat dia menjelaskan, Havana sudah lebih dulu buka suara.


"Dia adalah bibi Rose, pelayan setia Aileen dari keluarga Clarke. Dan sekarang bibi Rose akan tinggal disini, menjadi pelayan pribadi Aileen," jelas Havana secara rinci, juga dengan tatapan yang sama tak ramahnya.


Dan mendengar penjelasan Havana itu, Angeline langsung mengerutkan dahi tak terima.


Dia saja yang nyonya utama di rumah ini tidak memiliki pelayanan pribadi, sementara Aileen? gadis kecil itu berani-beraninya bersikap seolah menjadi seorang putri.


"Siapa yang memberi izin?" tanya Angeline, dia sungguh tidak sudi mengizinkan ini semua terjadi.


Mendengar pertanyaan itu, Havana terkekeh pelan.


"Siapa yang butuh izin?" Havana balik bertanya.

__ADS_1


Perdebatan kedua wanita ini terhenti saat Hansel akhirnya buka suara.


"Paman Art!" panggil Hansel dengan suara yang cukup tinggi. Tak butuh waktu lama Artur datang menghampiri, dia adalah kepala pelayan di keluarga Braile.


"Kumpulkan semua pelayan di rumah ini, aku ingin menyampaikan sesuatu." Titah Hansel.


"Baik Tuan," jawab Artur patuh, pria paruh baya ini kemudian menundukkan kepalanya sebagai tanda hormat dan kemudian pergi memanggil semua pelayan untuk berkumpul di ruang tengah.


Aileen, Havana, Angeline dan bibir Rose sama-sama bingung. Belum tahu apa tujuan Hansel mengumpulkan semua pelayan.


Robin yang sudah bangun pun ikut bergabung bersama mereka.


"Tidak tahu, kak Hansel ingin buat pengumuman." Havana yang jawab, sementara Angeline malah fokus menatapi Hansel yang berwajah dingin.


Seketika Angeline merasa jika dia dalam keadaan tak aman.


5 menit kemudian, semua pelayan sudah ada disana.


"Dengar aku baik-baik," ucap Hansel dengan suaranya yang tegas.

__ADS_1


"Mulai sekarang Nyonya Utama di rumah ini adalah istriku, Aileen Clarke. Jadi semua anggaran keuangan dia yang akan pegang, bukan lagi istri papa ku," jelas Hansel, setelahnya dia menatap ke arah Robin sejenak. Mereka saling tatap seolah bicara dari tatapan itu.


Tapi Robin sedikitpun Tidak menentang keputusan Hansel, karena memang begitulah adanya.


Dan mendengar keputusan itu Havana terssnyum, sementara Aileen dan Angeline sama-sama terkejut.


Angeline bahkan menggeleng pelan, tidak ingin posisinya diambil oleh anak ingusan itu.


"Tidak bisa Han, bagaimana bisa Aileen mengatur kebutuhan rumah ini. Dia tidak tahu apa-apa." tolak Angeline, tangan kanannya bahkan menunjuk ke arah Aileen.


"Karena itu lah dia akan belajar," balas Hansel.


"Sayang, Aileen masih terlalu kecil. Dia tidak akan bisa mengatur kebutuhan rumah, uang dapur, uang renovasi, uang taman, listrik dan semuanya dia tidak akan sanggup!" Angeline bicara pada Robin, saat ini dia butuh pembelaan.


Tapi sayang, Robin tidak bisa memberikan pembelaan itu pada istrinya.


"Hansel tahu yang terbaik dan memang sudah seharusnya Aileen belajar. Karena memang Aileen lah yang akan menjadi nyonya utama di rumah ini," jawab Robin.


Sebuah jawaban yang seolah meruntuhkan langit di atas kepala Angeline.

__ADS_1


__ADS_2