
Setelah Hansel dan Aileen pergi, Angeline dan Robin masih duduk di meja makan.
Hanya ada hening disana, karena tiba-tiba banyak pemikiran yang berkecamuk di kepala Robin. Tentang bagaimana caranya agar hubungan di antara mereka semua jadi membaik.
Dia, Angeline, Hansel dan Havana.
"Aku mau pergi."
"Duduk dulu." cegah Robin, dia juga menatap istrinya lekat.
"Mau bicara apa?"
"Lebih baik kita pindah dari rumah ini."
"Tidak! aku hanya mau tinggal di rumah ini!" tolak Angeline cepat, dia bahkan belum menjalankan rencananya untuk menggoda Hansel dan kini Robin malah mengajaknya pindah.
Angeline tidak akan pernah mau.
"Hubungan kita dan anak-anak akan jadi semakin buruk jika kita tetap tinggal di rumah ini."
"Karena itulah kamu harus tegas! kamu kan ayahnya, ambil saja semua harta mereka biar bisa menurut padamu," geram Angeline.
"Kenapa di kepala mu hanya ada harta, harta dan harta? Ku lihat kamu juga tidak ada sedikitpun usaha untuk mendekati Havana, atau Aileen istrinya Hansel. Kalau kamu saja seperti Itu bagaimana mereka bisa dekat?"
__ADS_1
"Kenapa jadi aku yang salah!"
"Cukup Angeline, aku muak mendengar suara mu yang tinggi seperti itu. Sekarang juga kita keluar dari rumah ini, jika kamu tidak ingin mengikuti aku maka sekarang juga aku akan menceraikanmu." Final Robin, dia bangkit lebih dulu meninggalkan Angeline yang mulutnya menganga.
Tak menyangka kata cerai itu keluar dari mulut Robin, pria yang sudah dia anggap cinta mati pada nya.
Angeline menggeleng, bercerai dengan Robin juga tidak akan memberinya keuntungan apapun. Malah dia akan kehilangan banyak hal.
Lantas dengan semua kekesalan yang memenuhi hatinya, Angeline terpaksa mengikuti Robin.
Sial! gerutu Angeline di dalam hati.
Pagi itu juga mereka pergi meninggalkan rumah utama keluarga Braile.
"Disini kamu bisa jadi Nyonya Utama." jelas Robin, dia memimpin langkah untuk masuk ke dalam rumah.
Nyonya Utama apanya? tidak ada Nyonya utama yang tinggal di rumah sekecil ini. gerutu Angeline, namun hanya berani dia utarakan di dalam hati.
Sementara di hadapan Robin dia terus mengeluarkan senyum kecil.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di kampus.
__ADS_1
Hansel menghentikan mobilnya di parkiran. Setelah ciuman panas perpisahan dengan sang istri, Hansel masih setia berdiam diri disana.
Niatnya dia akan menunggu Aileen selesai jam kuliah pertama ini, dia hanya butuh waktu 2 jam untuk menunggu.
Selama menunggu itu dia membuka tablet, melihat beberapa perkembangan proyek yang sedang berjalan. Denis juga banyak mengirim foto tentang lokasi proyek yang pagi ini ditinjau oleh sang asisten.
Masih fokus menatap tablet nya, tiba-tiba terdengar suara ponselnya yang bergetar.
Hansel mengambil ponsel itu dan melihat ada panggilan masuk dari sang ibu mertua, Helda.
Tanpa pikir panjang, Hansel menjawabnya.
"Hansel, tolong mama Nak," ucap Helda langsung, ketika panggilan itu baru Hansel terima.
"Freya melakukan kesalahan dan menyebabkan banyak kerugian untuk para pemegang saham CSM (Clarke Super Mall). Pinjami mama uang Hans, mama janji akan secepatnya mengembalikannya pada mu," terang Helda dengan suara menggebu, kali ini dia sungguh membutuhkan pertolongan. Kini hanya Hansel lah satu-satunya yang bisa dia harapkan.
Dan mendengar penuturan Helda itu membuat Hansel tersenyum kecil, Sebelumnya dia sudah menduga akan hal ini. Beberapa minggu terakhir saham CSM sudah mengalami penurunan. Bahkan disiarkan secara nasional.
"Aku akan membantu, tapi bukan sebagai menantu Anda. Aku ingin mendapatkan keuntungan secara profesional." jawab Hansel akhirnya.
Sebuah jawaban yang membuat Helda mengepalkan tangannya kuat, lalu menatap tajam Freya yang berdiri sambil menunduk di hadapannya.
Karena keceborohan Freya lah, kini dia harus ikut menanggungnya.
__ADS_1