Bride Of Choice

Bride Of Choice
BOC BAB 86 - Kenangan Baru


__ADS_3

Rapat selesai.


Hari itu juga Aileen mendatangi ruang direktur utama Clarke Super Mall. Di dampingi oleh para petinggi CSM dan sang suami kini dia masuk ke dalam ruangan ini. Ruangan yang sudah steril dari barang-barang milik Freya dan Pharsa.


Aileen menatap sebuah foto tua yang masih menempel pada dinding. Foto permanen yang tidak bisa sembarangan di lepas, sebagai tanda dan bukti bagaimana perjuangan sang ayah dan ibu membangun mall ini.


Foto itu adalah foto di dalam ruangan ini untuk pertama kali, saat itu usia Aileen mungkin masih 1 tahun, dia berada di dalam gendongan sang ibu.


Ayah dan ibunya berdiri berdampingan di depan meja kerja.


"Paman Sam."


"Iya Nyonya."


"Bisakah aku meminta sesuatu?"


"Katakan lah Nyonya."


"Tolong, renovasi ruangan ini jadi seperti semula, persis seperti yang ada dalam foto itu. Suamiku akan membiayai semuanya," ucap Aileen, setelahnya dia melirik sang suami lalu mengedipkan sebelah matanya genit.


Hansel terkekeh.


"Baiklah Nyonya." balas Samuel, dia adalah wakil direktur utama selama ini. Apapun keinginan Aileen nanti akan dia lanjutkan pada bagian yang berwenang.


Tak lama kemudian para petinggi pamit untuk keluar setelah saling sapa sejenak dengan pemimpin baru mereka. Kini di dalam ruangan ini hanya menyisahkan Aileen dan Hansel saja.

__ADS_1


Denis dan Siska pun sudah lebih dulu kembali ke perusahaan Braile.


Hansel memeluk sang istri dari belakang.


"Hari ini kamu jadi lebih tinggi Ya?" tanya Hansel dan Aileen langsung mencubit lengan suaminya.


"Tentu saja aku lebih tinggi, karena sekarang aku pakai sepatu hak," geram Aileen, dia tahu Hansel menggoda nya.


"Dada mu juga semakin besar."


"Ini aku pakai bra yang ada busa nya."


Hansel terkekeh.


"Kak Hansel." Aileen coba menghentikan kenakalan sang suami. Namun gagal karena kini tangan itu telah menyelusup masuk ke dalam bajunya. Memberikan sentuhan lembut yang memabukkan.


"Jangan disini."


"Disini saja."


"Kenapa?"


"Karena aku ingin kamu selalu mengingat percintaan panas kita tiap kali berada di ruangan ini."


"Issh nakal."

__ADS_1


Hansel tidak peduli, dia lantas menggendong sang istri dan mendudukkannya di meja kerja. Meja kosong yang memudahkan mereka untuk leluasa bergerak.


Siang itu mereka benar-benar menciptakan kenangan baru di dalam ruangan ini, kenangan yang tidak akan pernah bisa Aileen lupakan. Kenangan berbagi desaah dengan sang suami.


Dan disaat Aileen tengah menikmati adegan panasnya. Di tempat lain Helda pun meluapkan semua amarah di dalam kepala.


Dia menampar bergilir kedua anaknya dengan sangat keras.


Tamparan hingga menciptakan bekas merah di salah satu pipi Pharsa dan Freya.


"Cukup Ma! jangan perlakukan aku seperi ini!" bentak Pharsa, dia juga lelah, dia juga marah, tapi sang ibu bukannya memberi dukungan malah terus menyalahkan.


"Berani kamu melawan mama Ha?!"


"Ma cukup! aku juga sudah lelah seperti ini terus." Freya juga buka suara. Tak ingin hanya diam disaat semua orang mengutarakan amarah.


Dia juga ingin menunjukkan apa yang sedang dia rasa.


"Wah, hebat ya? sekarang kalian sudah berani melawan mama? pergi! pergi kalian dari rumah ini!" bentak Helda, tak peduli bagaimana nasih anaknya diluar sana.


Amarah terlanjur menguasai diri.


Sementara Freya dan Pharsa yang juga merasa kecewa pun tak ada niat sedikitpun untuk membujuk sang ibu.


Saat itu juga mereka memutuskan untuk keluar dari rumah ini.

__ADS_1


__ADS_2