Bride Of Choice

Bride Of Choice
BOC BAB 40 - Return My One Night Stand


__ADS_3

"Maafkan saya Tuan," ucap Siska langsung, sebelum Hansel berucap satu patah kata pun di dalam ruangan ini.


Siska merasa sangat bersalah karena bukannya melerai perkelahian itu tapi dia malah ikut andil di dalamnya.


Dan saat Siska meminta maaf, Aileen dan Havana langsung menundukkan kepalanya menghindari tatapan tajam yang diberikan oleh Hansel.


Namun ketiga gadis kecil yang menjadi lawan berkelahi mereka malah menatap penuh kagum pada pria berwajah dingin ini.


Hansel terlihat begitu tampan, sangat sempurna. Bahkan tanpa sadar mereka semua tersenyum dan menatap dengan mata berbinar.


"Apa yang terjadi?" tanya Hansel, suara beratnya bahkan mampu membuat ketiga gadis itu memekik tertahan, suara seksi itu membuat mereka berdebar.


Sang penjaga keamanan pun menjelaskan semuanya, baru setengah cerita kedua orang tua Clarisa datang.


"Tuan Hansel," sapa ayah Clarisa, dia bahkan langsung menundukkan kepalanya hormat. Membuat Clarisa dan kedua temannya langsung mendelik.


Melihat betapa hormatnya sang ayah, Clarisa menyadari satu hal. Bahwa pria bernama Hansel ini adalah orang penting. Senyum di bibirnya mulai hilang, tiba-tiba merasa jika saat ini nasibnya jadi tak baik.


"Maafkan anak saya Tuan, dia lah yang salah," pinta ayah Clarisa sungguh-sungguh. Dia sangat memahami watak sang anak, sifat keras kepala karena kurang perhatian dari dia dan istrinya.


Bahkan ini bukan pertama kalinya Clarisa membuat keributan.


"Dad! wanita itu dulu yang menabrakku!" kesal Clarisa.


"Apa ada cctv?" tanya Hansel dan sang penjaga keamanan langsung memutarnya dihadapan semua orang.


Dari sana terlihat jelas, jika sebenarnya yang menabrak di awal adalah Clarisa. Dia sengaja melakukan itu karena ingin membuat Aileen yang di matanya terlihat jelek jatuh ke lantai.

__ADS_1


Lalu saat perkelahian terjadi pun diawali oleh Clarissa yang menjambak lebih dulu rambut Aileen.


Melihat itu wajah ayah Clarisa makin menunduk, sementara Clarisa hanya bisa memalingkan wajahnya yang kesal.


"Gadis yang rambutnya di jambak oleh anakmu adalah calon istriku," ucap Hansel dengan suaranya yang sangat dingin.


Seketika makin tak kuasa lah ayah Clarisa untuk menghadapi semuanya. Tentang pernikahan Hansel sudah tersebar luas di kalangan pebisnis di kota ini.


Pengantinnya pun sudah diketahui oleh semua orang bahwa dia adalah salah satu putri dari keluarga Clarke, yaitu Aileen Clarke.


Ayah Clarisa tahu nama itu tapi tidak pernah tahu bagaimana wajahnya.


Pemilik pusat perbelanjaan yang saat ini menjadi tempat kakinya berpijak.


"Maafkan saya Tuan."


"Bukan kamu yang seharusnya meminta maaf!"


"Tapi Dad!"


"Sekarang!"


Clarisa tergugu, dia menatap benci pada Aileen, juga Havana yang sedari tadi menatap nya remeh.


"Minta maaf lah sekarang. Bahkan tempat main mu ini adalah milik nona Aileen!"


Clarisa terperangah, juga kedua temannya yang tak percaya akan hal itu.

__ADS_1


Bagaimana bisa gadis yang terlihat biasa saja ternyata adalah pemilik Mall ini.


Tapi tidak mungkin ayah Clarisa berbohong. Jadi akhirnya menunduklah kepala Clarissa dan kedua temannya untuk meminta maaf.


"Maafkan kami," ucap mereka bersamaan.


Dan tanpa menjawabi kata maaf itu, Hansel langsung menarik Aileen dan Havana untuk keluar dari ruangan ini.


Kedua gadis itu pasrah, dan Siska mengikuti langkah.


"Bukan kami kan yang salah, kak Hansel jangan marah_"


"Diam!" potong Hansel dan langsung membuat Havana kembali menelan kata-katanya.


"Siska!"


"Iya Tuan."


"Apa saja yang mereka lakukan hari ini?"


Siska menjelaskan semuanya dengan rinci, tanpa ada satu pun yang terlewatkan.


"Film apa yang mereka tonton?"


"Return my one night stand."


"APA!" gelegar suara Hansel bahkan sampai mengagetkan beberapa pengunjung Mall itu. Hansel tahu, itu adalah salah satu film dewasa yang tengah booming akhir-akhir ini.

__ADS_1


Siska menunduk.


Sementara Aileen dan Havana tubuhnya sudah sama-sama gemetar. Merasakan salah satu tangan mereka yang semakin dicekal kuat oleh Hansel.


__ADS_2