
Hansel membelai lembut wajah Aileen, menatap lekat-lekat pahatan indah di depan matanya. Kedua mata Aileen nampak berbinar, hidung kecil mancung dan bibir merah seperri buah cheri.
Hansel belai lembut bibir itu sebelum akhirnya dia pagut mesra. Sementara Aileen segera menutup mata dan sedikit membuka mulut memberi akses sang suami untuk menjelalajah lebih dalam.
Ciuman pelan yang lama-lama jadi ciuman menuntut, nafas hangat Hansel bahkan dapat Aileen rasa memenuhi ruang mulutnya. Mereka saling bertukar saliva tampa jeda.
Hingga nafas Aileen sedikit terengah karena tak bisa mengimbangi permainan Hansel.
Dan saat ciuman itu terlepas, mereka sama-sama terengah. Sama-sama mengatur nafas dengan hidung saling bersentuhan.
"Kamu sungguh ingin melakukannya Ai?" tanya Hansel sekali lagi, karena setelah ini dia tidak akan bisa berhenti.
"Iya Kak, aku adalah milik mu," jawab Aileen yang sudah pandai menggoda.
Hansel lantas menarik turun jubah transparan milik sang istri. menjatuhkannya hingga tersangkut di lengan Aileen. Memperlihatkan kedua buah bongkahan kecil yang terlihat padat.
"Boleh aku membukanya?"
Aileen mengangguk.
"Kamu ingin mematikan lampu?"
"Tidak," jawab Aileen malu-malu, dia suka keadaan terang benderang seperti ini. Dia bahagia melihat Hansel yang menatapi tubuhnya.
Dan setelah mendapat persetujuan dari sang istri, Hansel segera melepas pengait di balik punggung Aileen. Dan ketika pengait itu terlepas, Aileen mengigit bibir bawahnya. Merasa tak ada lagi pelindung di buah dada nya.
__ADS_1
"Aku akan membuatnya lebih besar."
"Memang bisa?"
"Tentu saja," jawab Hansel dengan salah satu tangan yang mulai merayap menyentuh salah satu dada.
Aileen tersentak, sentuhan dari tangan hangat itu membuat tubuhnya merinding. Lalu entah ada dorongan apa, dengan sendirinya Aileen membusungkan dada dan Hansel menyambutnya menggunakan mulut yang terbuka.
Aileen mendesaah untuk pertama kali, desahaan tertahan yang membuat Hansel makin hilang kendali.
Hingga tanpa sadar mendorong Aileen untuk berbaring diatas sofa itu.
"Kak, jangan digigit arghh," lenguh Aileen.
Dan entah bagaimana terjadi, kini bagian atas tubuh Aileen sudah benar-benar terlepas dari lingerie itu. Juga banyak bercak merah memenuhi dada dan lehernya.
Membaringkan Aileen lembut disana.
"Kamu sungguh tidak ingin mematikan lampu."
"Tidak."
"Gadis nakal." Hansel kemudian melepas bajunya, membuat Aileen memekik dan kemudian menutup mata.
Tubuh Hansel terlalu indah dan dia malu untuk menatapnya.
__ADS_1
Setelah Hansel polos dia menindih Aileen, mengangkat kedua tangan Aileen yang sedang menutup mata hingga berada di atas kepala istrinya.
"Aku tidak akan bisa berhenti setelah ini."
"Jangan membuatku takut."
"Jangan takut," ucap Hansel pula, setelahnya dia kembali menciumi bibir sang istri.
Satu tangannya pun menjamah apapun yang dia mau. Bahkan masuk lebih dulu ke dalam inti dibawah sana. Mengambil cairan sebanyak-banyaknya untuk dia bawa keluar.
Hingga Aileen mendesaah panjang dan menggeliat tak karuan. Dan saat masih merasakan tubuhnya yang bergetar, tiba-tiba Hansel menyatukan diri dengan sekali hentakan.
Aileen menjerit, dia bahkan menjambak rambut Hansel dengan kuat.
"Kak ..." lirih Aileen ketika merasakan pedih dan mengganjal di bawah sana.
Hansel berhenti, mengelus wajah Aileen dengan sayang. Membiasakan tubuh mereka saling menyatu tanpa ada pergerakan apapun.
"Aku mencintai mu Ai," ucap Hansel dengan tatapannya yang dalam.
Aileen tersenyum, pedih dibawah sana mulai terasa nikmat.
"Aku juga mencintai mu Kak."
"Panggil nama ku."
__ADS_1
"Hansel."