
Kemarahan yang Angeline rasa makin menjadi saat dia mengingat kejadian sore tadi. Beberapa pelayan berharap di pintu masuk menuju kolam renang.
Angeline yang penasaran menerobos masuk, sementara para pelayan yang tak mau membuat keributan pun terpaksa membiarkan Angeline mendatangi kolam renang.
Dan Alangkah terkejutnya Angeline saat dia melihat dengan mata kepalanya sendiri bercinta dengan gadis buruk rupa itu. Bahkan Angeline mampu mendengar desah nikmat yang Aileen rasakan.
Tak kuasa menahan amarah dan cemburu sekaligus, akhirnya Angeline bangkit dari duduknya dengan kasar dan segera meninggalkan ruang keluarga.
"Arght!! Sial!" geram Angeline setelag dia masuk ke dalam kamar dan menutup pintunya rapat.
Angeline sungguh tak mampu melihat Hansel yang selalu ia puja kini telah bercinta dengan orang lain. Dia sangat menginginkan sentuhan Hansel.
Angeline lantas mendatangi lemari pakaiannya dan melihat beberapa lingerie yang tergantung rapi, dalam fantasinya dia selalu menggunakan gaun itu untuk menyenangkan Hansel.
Tapi kenyataanya, dia malah selalu menghabiskan waktu bersama Robin.
Aku tidak terima hidup mu jadi seperti ini. Aku harus menggoda Hansel lagi, Ya, tidak peduli meski ada Aileen ataupun Robin, aku akan tetap menggoda Hansel.
Kami bisa bersama tanpa diketahui kedua orang itu.
Angeline terus membatin, mengatakan banyak kemungkinan untuk menyenangkan dirinya sendiri.
__ADS_1
Besok Aileen akan mulai kuliah, sementara Hansel masih libur 3 hari lagi. Saat itu adalah waktu yang tepat bagi Angeline untuk menggoda sang mantan kekasih.
Menyadari ada peluang, kini senyum di bibir Angeline kembali terbit.
Nyaris jam 9 malam, Hansel menyudahi pembicaraannya tentang pekerjaan dengan Denis.
"Kakak pacar, ayo antar aku ke kamar," pinta Havana pada Denis yang kini sudah resmi jadi kekasihnya. Dia juga tak canggung untuk bergelayut manja di lengan pria berwajah datar ini.
"Hav, ingat batasan mu." Hansel kembali mengingatkan.
"Kan cuma diantar Kak, tidak sampai masuk kamar," bela Havana pula.
"Iya Kak, apa salahnya cuma diantar?" Aileen menimpali, membuat Hansel langsung tersenyum menyetujui.
Akhirnya Denis ikut naik ke lantai 2 dan mengantar Havana hingga sampai di depan pintu kamar.
"Silahkan masuk Nona," ucap Denis, dia membukakan pintu dan mempersilahkan Havana masuk.
Tapi Gadis ini sungguh enggan untuk pergi-pergi begitu saja, sebelum ada pelukan hangat, belaian lembut atau ciuman selamat malam.
"Kak Denis tidak ingin memeluk ku?"
__ADS_1
"Tidak ada kontak fisik."
"Kalau ciuman selamat malam?"
"Saya permisi Nona."
"Tunggu dulu!" cegah Havana cepat, dia kembali menahan lengan Denis dengan erat.
"Kak Denis dilarang melakukan kontak fisik dengan ku kan? jadi biar aku yang melakukannya." Jelas Havana.
Lalu tanpa banyak kata dia langsung berjinjit dan mencium sekilas pipi Denis. Kemudian masuk ke dalam kamarnya dengan senyum lebar.
Sementara Denis yang ditinggal hanya diam, hanya seperti manekin.
Dia bahkan langsung menundukkan kepalanya memberi hormat setelah Havana masuk.
"Selamat malam Nona."
Dan sikap datar Denis itu sungguh membuat Havana geram, bukannya berdebar kini dia malah jadi kesal.
Buru-buru dia menutup pintu itu, lalu menggerutu panjang lebar dan banyak mengeluarkan sumpah serapah.
__ADS_1
Havana berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan membuat Denis jatuh cinta. Dia akan buat pria manekin itu jadi seperti sang kakak, Hansel yang seperti orang gila karena terus tersenyum menatap Aileen.