Bride Of Choice

Bride Of Choice
BOC BAB 49 - Pelukan Hangat


__ADS_3

3 hari berlalu.


Di hari ketiga Aileen menjalani pendidikannya, akhirnya Freya mengetahui itu.


Angeline juga sebenarnya sudah lebih dulu tahu. Tapi kedua wanita itu tidak bisa melakukan apapun untuk meluapkan kekesalan mereka.


Angeline tidak mendapatkan dukungan dari Robin, karena suaminya itu sudah terlanjur bahagia karena Havana juga melanjutkan pendidikannya.


Sementara Helda, Freya dan Pharsa selalu tidak memiliki kesempatan untuk bertemu dengan Aileen.


Ketiga wanita itu tidak tahu, jika Hansel sudah mengatur semuanya agar mereka tidak bisa menganggu sang calon istri.


Hingga hari berlalu dan esok tiba hari di hari pernikahan Hansel dan Aileen.


Pernikahan yang akan digelar sangat mewah di sebuah hotel bintang 5, Five Season Hotel.


Sejak hari ini Aileen tidak masuk kuliah. Dia dan Havana bahkan sudah lebih dulu pindah ke hotel itu untuk menyambut hari bahagia.


"Ai, kamu dimana?" panggil Havana, dia bangun dari tidur siangnya dan tidak melihat Aileen di kamar, jadi Havana memutuskan untuk keluar dan mencari keberadaan calon kakak iparnya itu.


Sampai di ruang tengah Havana melihat jam di dinding yang menunjukkan waktu pukul 5 sore hari.

__ADS_1


Lantas Havana menoleh ke arah balkon dan melihat Aileen ternyata duduk termenung di sana. Sambil melihat guratan cahaya sore hari di atas langit.


Havana menghampiri, ingin mengagetkan namun urung saat melihat wajah Aileen yang sendu.


"Aileen," panggil Havana lirih, tidak jadi memanggil dengan suara keras. Dia ikut duduk di kursi panjang balkon itu, berdampingan dengan Aileen.


"Hav," sahut Aileen pula, lamunannya buyar dan dia menatap kedatangan Havana. Mengukir senyum tipis yang terlihat sekali jika sedang dipaksakan.


"Kamu kenapa?"


Aileen menggeleng, bibirnya masih terus tersenyum.


"Kamu sedih?"


Havana lantas membuang nafasnya pelan dan memeluk Aileen langsung.


"Aku juga sedih," ucap Havana tiba-tiba hingga membuat Aileen bingung. Dia tidak berkata apa-apa, tapi Havana selalu tahu.


"Besok hari pernikahan mu dan kak Hansel, tapi kalian sama-sama tidak didampingi oleh kedua orang tua," ucap Havana lagi, hingga membuat dada Aileen yang terasa sesak jadi semakin sesak.


Tenggorokkannya pun tercekat sakit sekali. Hingga tanpa sadar ada air bening yang jatuh lebih dulu dari kedua mata Aileen.

__ADS_1


Sedari tadi dia memang terus mengingat kedua orang tuanya, membayangkan andai mereka ada disini dan menyaksikan pernikahannya nanti.


Menyaksikan ketika dia mengucap janji suci dengan pria yang dia cintai.


Tangis pelan Aileen berangsur berubah jadi tangis yang cukup keras. Dia bahkan membalas pelukan Havana tak kalah erat.


Bahkan saat Havana ingin melerai pelukan itu Aileen menahannya, membuat Havana tak bisa melihat tangisnya yang pilu.


Havana ikut menangis, seolah bisa merasakan kesedihan Aileen saat ini.


Kedua gadis itu bahkan sampai tidak sadar jika Hansel sudah tiba di kamar hotel.


Karena besok pernikahan itu akan di gelar, mereka semua memutuskan untuk langsung menginap disini malam ini.


Hansel sangat terkejut saat melihat kedua gadis itu menangis. Namun entah kenapa kini dia tidak ingin bertanya kenapa,tidak ingin memarahi kedua gadis itu.


Yang Hansel lakukan hanya mendekat, kemudian memeluk erat kedua gadis kesayangannya.


Pelukan hangat yang dapat Aileen dan Havana rasakan.


"Kak Hansel," ucap Havana dengan sesenggukan, sementara Aileen tak mampu bersuara. Dia hanya memeluk keduanya erat.

__ADS_1


Havana dan Hansel yang sebentar lagi akan jadi keluarganya.


__ADS_2