
Sampai di kampus, Denis membuka kan pintu untuk Havana tapi gadis ini masih enggan untuk turun dari mobil.
Jadilah Denis berdidi di luar sambil memegang pintu yang terbuka, sementara Havana masih santai di tempat duduknya.
"Kak, kalau kak Hansel memerintahkan kak Denis menjadi pacar ku apa kak Denis akan melakukannya?" tanya Havana, susah merayu sendiri dia jadi ingin memanfaatkan kekuasaan sang kakak.
Terlebih selama ini Havana sangat tahu jika Denis begitu patuh pada kakaknya itu.
"Akan saya lakukan, tuan Hansel pasti sudah memikirkannya dengan matang sebelum mengambil keputusan."
"Awas ya kalau tidak mau? Aku akan bujuk kak Hansel untuk melakukan itu."
"Silahkan Anda lakukan Nona," jawab Denis tak kalah percaya diri, dia yakin Hansel tidak akan menyetujui keinginan konyol dari Havana.
Karena bagi Hansel yang terpenting bagi Havana saat ini adalah pendidikannya.
"Lihat saja nanti, aku akan buat kak Denis jadi pacar ku." Havana turun dan Denis kembali menutup pintu itu.
"Saya permisi Nona," ucap Denis, kemudian menundukkan kepalanya kecil memberi hormat dan segera berlalu dari sana.
Baru keluar dari area kampus, ponsel Denis berdering, ada panggilan masuk dari Hansel.
"Denis, sebelum bertemu dengan Tuan Erzan belilah dulu baju renang untuk Aileen, pilih yang warna hitam, ukurannya M. Minta saja pihak toko untuk mengantar ke rumah."
"Baik Tuan."
__ADS_1
Sore hari.
Aileen mulai menggunakan baju renang yang dipilihkan oleh Denis. Sementara Hansel duduk di tepi ranjang menunggu istrinya ganti baju.
Saat pintu kamar mandi terbuka Hansel langsung menatap ke arah sana, melihat wajah Aileen yang seperti murung.
"Kenapa?" tanya Hansel, dia menghampiri dan berdiri tepat di hadapan sang istri.
"Tidak suka bajunya?"
"Bukan."
"Lalu?"
"Dadaku jadi terlihat semakin kecil."
"Iya Deh," jawab Aileen pasrah, tidak tahu jika Hansel tersenyum menyeringai.
Di kolam renang.
Hansel turun lebih dulu dan mengulurkan tangannya untuk membatu Aileen turun juga.
"Dingin?"
"Tidak, ini terasa segar," jawab Aileen. Pelan-pelan dia menuruni anak tangga hingga akhirnya tenggelam.
__ADS_1
"Dalam sekali!" pekik Aileen, buru-buru dia memeluk Hansel dan menggantungkan kedua tangannya di leher sang suami.
Hansel terkekeh pelan, dia peluk erat pinggang kecil istrinya. Sedikit menunduk dan melihat tubuh serta baju Aileen yang basah.
Sangat seksi.
"Semakin ke tengah semakin dalam, kolam ini bukan ukuran mu."
"Tapi aku masih masa pertumbuhan, masih bisa tinggi."
"Benar, ini juga masih bisa besar."
"Argh kak Hansel!" pekik Aileen ketika Hansel tiba-tiba meremat salah satu dadanya. Ini di tempat umum tentu saja membuat Aileen kaget dan takut sekaligus.
Cemas jika ada yang melihat perbuatan mesum mereka.
"Kamu belum baca peraturan di rumah ini?" tanya Hansel.
"Peraturan? memangnya ada?"
"Ada, para pelayan dilarang mendatangi kolam jika tuannya berenang."
"Terus kalau kita minta minum."
"Tekan tombol itu dulu, nanti mereka baru datang." Hansel menunjuk sisi kiri, disebelah kursi berjemur di pinggir kolam ada tombol berwarna hitam.
__ADS_1
"Kita mandi cuma 30 menit, setelah itu bersiap menjemput Havana. Sekarang pindah ke punggung ku, aku akan mengajak mu berenang."
Aileen tersenyum lebar, dengan cepat dia pindah ke punggung sang suami. Memeluknya erat lalu memekik kegirangan saat Hansel mulai mengajaknya berenang bersama.