Bride Of Choice

Bride Of Choice
BOC BAB 92 - Tidak Bisa Diajak Bercanda


__ADS_3

Hansel membuka pintu kamarnya dan masuk. Saat itu pandangannya langsung tertuju pada Aileen yang baru keluar dari dalam kamar mandi.


Istrinya itu sudah mengganti baju dengan pakaian yang lebih santai, wajahnya juga terlihat lebih segar tanpa ada polesan make up sedikitpun. Beberapa anak rambutnya juga terlihat basah sehabis mencuci wajah.


Melihatnya rasanya segar sekali.


"Kak Hansel kenapa menatapku seperti itu?" tanya Aileen, dia terus melihat suaminya yang mendekat.


"Kenapa memangnya?"


"Itu tatapan mesyum."


Hansel terkekeh, semua ucapan yang keluar dari mulut Aileen selalu mampu membuatnya tertawa seperti ini.


"Memangnya kenapa kalau aku menatap mu mesyum? tidak boleh."


"Bukan tidak boleh, tapi aku geli."


Hahahaha, tawa Hansel makin menjadi-jadi sementara Aileen langsung mengerucutkan bibirnya. Dia bicara serius tapi suaminya ini malah menanggapi dengan bercanda, menyebalkan.


Aileen lantas mendudukkan diri ditepi ranjang dengan keras, sementara Hansel melewatinya begitu saja dan masuk ke dalam kamar mandi dengan sisa-sisa tawanya.


"Hih, menyebalkan," gerutu Aileen. Dia menyisir rambutnya dengan jari-jari, saat ini rambut Aileen sudah sepanjang bahu, dia terlihat sangat cantik dengan rambut sepanjang itu. Tapi Aileen malah terkadang merasa kesal, rambut seperti ini membuatnya jadi terlihat seperti gadis kecil.


Saat dia pergi berdua dengan Hansel tak jarang orang-orang akan mengira jika mereka adalah paman dan keponakan. Bahkan beberapa wanita dewasa meminta Aileen untuk menyampaikan salam kenal pada sang suami, Dipikir wanita asing itu Aileen adalah keponakannya Hansel.


Tak ingin kejadian terus berulang, terkadang Aileen menyambung rambutnya agar lebih panjang saat pergi kencan. Agar terlihat lebih pantas bersanding dengan pria dewasa itu.

__ADS_1


"Aileen!" panggil Hansel dari dalam kamar mandi.


"Apa Kak?"


"Handukku jatuh, tolong ambilkan di dalam lemari."


Mendengar itu, Aileen malah tersenyum lebar, mendadak di kepalanya muncul sebuah ide untuk membalas kemesyuman sang suami.


Aileen akan balas dengan hal yang lebih mesyum.


"Tidak mau!" balas Aileen lalu terkekeh.


"Jangan bercanda, cepat ambilkan!"


"Untuk apa aku antar Handuk, keluar saja dan ambil sendiri."


"Aileen!"


Suaminya yang sempurna itu akan selalu menjaga tingkah laku dan sopan santun. Hansel bukanlah pria yang tidak tau malu, meski dengan istrinya sendiri.


Tapi ternyata dugaan Aileen salah besar, tawanya yang terbahak-bahak seketika terhenti saat melihat pria itu tiba-tiba keluar dari dalam kamar mandi tanpa sehelai benangpun.


"Astaga kak Hansel!" pekik Aileen, dia menutup kedua matanya dengan kedua tangan, meski terkadang mengintip dari balik jari-jari yang sengaja dia buka. Melihat senjata suaminya yang menantang hebat.


Hansel mendekat dan makin menjerit lah wanita kecil ini.


"Kak Hansel! ambil handuk sana! jangan mendekat padaku!"

__ADS_1


Hansel menyeringai, melihat Aileen yang langsung naik ke atas ranjang dengan ketakutan.


"Bukankah kamu ingin melihatku seperti ini? sekarang lihatlah."


"Tidak mau!" pekik Aileen dan dia makin memekik saat Hansel dengan cepat menyergap tubuhnya yang kecil, membuat bajunya sedikit basah karena air di badan Hansel.


"Kak Hansel!"


"Sstt, jangan berisik."


"Kakak mau apa? sana pakai baju."


"Untuk apa pakai baju? kamu tidak lihat dia sudah menegang."


"Kenapa hidup sih? kan biasanya kalau habis mandi tidur."


"Kamu yang memancingnya."


"Aku tidak melakukan itu."


"Lalu kenapa tidak mau ambilkan aku handuk."


"Aku cuma bercanda."


"Tapi ini tidak bisa diajak bercanda."


Aileen tak mampu menjawab lagi saat Hansel langsung menyesap bibirnya dengan kuat. Sesapan dalam dan penuh cinta. Juga sentuhan lain yang membuatnya pasrah.

__ADS_1


__ADS_2