
"Kalian mau kemana? pakai gandeng-gandengan segala, memangnya mau menyeberang jalan?!" tanya Havana dengan bibir mengerucut, dia ingin ke meja makan dan malah melihat pemandangan itu.
Dilihatnya Aileen yang malu-malu tapi tidak berontak dan sang kakak yang tidak peduli sedikitpun padanya.
Membuat Havana mengeram frustasi, sedikit menyesalkan juga melihat hubungan mereka berdua menghangat. Karena akhirnya dia yang jadi kepanasan.
"Halo," ucap Hansel setelah meletakan ponsel itu di telinganya. Sementara tangannya yang lain masih menggenggam erat tangan kecil Aileen yang terasa dingin.
"Maaf Tuan mengganggu waktu istirahat Anda."
"Katakan."
"Nyonya Helda dan kedua putrinya ingin menemui Anda_"
"Aku sedang tidak ingin di ganggu."
"Baik Tuan."
Panggilan itu terputus, tanpa pikir panjang sang karyawan wanita langsung memberi instruksi pada ke empat penjaga keamanan untuk semakin mendekat.
"Maaf Nyonya saat ini Tuan Hansel tidak bisa diganggu, jika anda tetap bersikukuh untuk membuat keributan di sini Saya akan meminta para penjaga untuk mengusir anda."
"Kurang ajar!" geram Helda, dia ingin menjambak rambut sang karyawan wanita namun belum apa-apa tubuhnya sudah lebih dulu dicekal oleh seorang penjaga keamanan.
__ADS_1
"Lepas!" pekik Helda.
Pharsa dan Freya pun ingin melepaskan sang Ibu dari Cakalan penjaga itu, tapi belum apa-apa tubuh mereka juga sudah dicekal oleh penjaga yang lain.
"Lepas!"
" Jangan sentuh tubuhku dengan tangan kotormu!"
ketiga wanita itu terus berontak namun tidak ada yang peduli. sampai akhirnya mereka bertiga didorong untuk keluar dari lobby apartemen.
"Sialan! ini semua pasti gara-gara Aileen Ma!" kesal Freya, tidak pernah seumur hidupnya dia dipermalukan seperti ini.
Bahkan ada pengunjung apartemen lain yang menatap mereka dengan tatapan menghina.
"Kita pulang!"
"Tapi Ma_"
"Pulang!"
Pharsa langsung terdiam, meski dia sama kesalnya namun tetap tak bisa melawan sang ibu.
Sementara itu di apartemen Hansel, setelah panggilannya terputus pria ini menatap sang gadis yang masih dia tahan di sampingnya.
__ADS_1
"Mama tiri mu datang kesini, tapi aku sedang tidak ingin diganggu."
Mendengar itu kedua mata Aileen langsung membola, terkejut dan takut yang datang bersamaan. Mengetahui mereka akan datang kemari membuat Aileen merasa selamanya tidak akan pernah bisa lepas dari Helda, Freya dan Pharsa.
Dan Hansel dapat melihat dengan jelas ketakutan itu, dia langsung menarik Aileen dan di dekapnya erat.
"Lain kali aku akan mengizinkan mereka datang kesini, saat itu aku ingin lihat wanitaku sudah lebih berani daripada ini," ucap Hansel, kedua tangan kekarnya memeluk erat tubuh kecil Aileen, membuat gadis ini tenggelam dalam dekapannya.
Membuat Aileen terdiam dalam nyaman, dia sembunyikan wajahnya di dalam dekapan Hansel.
"Mengerti?"
"Iya Kak."
"Bagus, itu baru Aileen. Aileen Clarke."
Di dalam dekapan itu Aileen tersenyum, sampai tanpa sadar dia pun membalas pelukan Hansel tak kalah erat. Menciptakan kedua tubuh yang tak berjarak.
Sampai akhirnya Hansel merasakan getaran yang entah pada tubuhnya, rasa berdesir yang membuatnya mendadak berdebar.
Pelan-pelan Hansel melepaskan pelukan mereka, menatap kedua mata Aileen sekilas dan mengajak gadis kecilnya ini menyusul Havana di meja makan.
Apa yang terjadi pada ku? kenapa jantungku berdebar? Batin Hansel.
__ADS_1
Dia mencuri pandang pada Aileen yang berjalan di sampingnya, melihat Aileen yang jadi sangat cantik dengan senyum itu.