
Pagi ini Aileen menggunakan setelan baju yang sangat formal. Gadis kecil ini terlihat lebih elegan dan semakin mempesona.
Hansel bantu mengacingkan kemeja berwarna putih milik sang istri. Dia terus menatap Aileen dengan bibir tersenyum.
"Benar kata Clint, semakin dewasa kamu terlihat semakin cantik."
"Kak Clint mengatakan itu?"
"Iya."
"Kapan?"
"Di hari pertama kalian bertemu."
"Berarti penglihatan kak Clint bagus." balas Aileen dengan nada meledek.
"Tidak seperti kak Hansel, yang saat pertama kali bertemu dengan ku mengatakan jika aku bocah."
"Kamu memang masih bocah."
Aileen mencebik, " Sekarang aku tidak terima, sekarang aku mau dianggap sebagai seorang wanita."
__ADS_1
"Tentu saja, kamu adalah nyonya keluarga Braile."
Aileen mengulum senyum, saat itu Hansel juga sudah selesai mengacingkan bajunya.
Mereka berdua bersiap untuk mendatangi kantor pusat Clarke Super Mall. Pagi itu Havana tidak bisa ikut karena dia ada kuliah pagi. Tapi Aileen tidak hanya di dampingi oleh Hansel, Denis dan Siska pun ikut di barisannya.
Jam 9 tepat, Aileen dan semua orang tiba. Mereka di sambut dengan tatapan lekat dari semua orang. Ini adalah kali pertama Aileen memperlihatkan diri di hadapan semua direksi.
Dan semua orang di ruang rapat itu menatap penuh kagum. Beberapa orang yang mengenal mending ibu Aileen pun merasa jika Aileen begitu mirip dengan sang ibu.
Sontak saja respon semua orang itu membuat Helda dan kedua anaknya merasa tak suka.
Melihat Aileen yang berjalan penuh percaya diri membuat mereka bertiga benci.
Hansel pun melakukan hal yang sama.
Dan saat Aileen menghampiri, dia langsung mengikis jarak. Agar tak ada yang mendengar ucapannya pada Aileen.
"Kamu hidup dengan baik ya? membuat mu serakah sampai berniat ingin merebut posisi kakak-kakak mu," bisik Helda, bicara dengan seringai dan nada menyudutkan.
Helda selalu melakukan hal ini, menyerang mental Aileen dengan kata-kata.
__ADS_1
"Apa Mama lupa? bahwa hanya akulah pewaris resmi keluarga Clarke. Mama Helda hanya mama tiri, kak Freya dan kak Pharsa juga hanya saudara diri ku. Tentu saja posisi ini jelas milik ku, selama ini aku hanya meminjamkannya pada kalian," balas Aileen.
Untuk pertama kalinya dia menjawab ucapan sang ibu tiri. Meski tangannya sudah penuh dengan keringat dingin namun Aileen berusaha sekuat tenaga untuk bicara dengan jelas, berusaha agar suaranya tidak terdengar bergetar.
Dan mendengar jawaban Aileen itu sangat membuat Helda tercengang, bagaimana bisa Aileen berubah sedrastis ini? Dimana anak tirinya yang penakut? Dimana anak tirinya yang selalu menunduk saat dihadapan banyak orang. Dimana Aileen yang harusnya selalu takut dan patuh padanya?
Helda tergugu. Dia diam saja saat Aileen pamit untuk segera duduk di kursinya.
"Kamu baik-baik saja?" tanya Hansel setelah mereka semua duduk. Hansel menggenggam tangan istrinya yang terasa begitu dinhin.
"Aku baik-baik saja Kak. Aku harus melawan ketakutan ku, iya kan?"
Hansel mengangguk kecil, dia lalu membelai lembut wajah istrinya dengan sayang.
Beberapa menit menunggu dan akhirnya rapat di mulai, Pharsa membuka acara ini dan memperkenalkan Aileen secara resmi sebagai saudaranya. Sebagai kandidat salah satu calon pemimpin Clarke Super Mall.
Usia Aileen memang masih muda, namun kini dia sudah menikah dan semuanya dalam pengawasan sang suami, Hansel Braile.
Hal itu tentu menajdi nilai lebih bagi para direksi.
Sesuatu hal yang baru disadari Pharsa ketika rapat ini sudah berlangsung.
__ADS_1
Sial! Batin Pharsa.