Bride Of Choice

Bride Of Choice
BOC BAB 44 - Aileen Juga Penting


__ADS_3

Karena bingung memilih cincin pernikahannya sendiri, akhirnya Hansel meminta bantuan Jia untuk memilihkan.


Istri sahabatnya itu membawa 20 pasang cincin yang bisa Aileen pilih. Cincin-cincin yang hanya ada satu di dunia dan keluaran terbaru.


Havana bahkan ikut terperangah saat melihat barisan cincin indah itu, dia terpesona dan ingin memilikinya juga.


"Aku juga mau," tutur Havana, kedua matanya sudah berbinar.


"Kamu untuk apa? memangnya mau menikah juga?" tanya Aileen dan Havana hanya mencebikan bibir sebagai balasan.


"Rayden, kalau sudah besar nanti mau tidak menikah denganku?" tanya Havana, dia goda bocah laki-laki tampan ini.


Membuat Hansel langsung menatapnya tajam.


"Maaf Kak, aku tidak bisa. Aku akan menikah dengan Aresha," balas Rayden, hingga berhasil membuat sang ibu menatapnya dengan mulut sedikit menganga. Bagaimana bisa anak se usia Rayden sudah berpikir sejauh itu.


"Haiis, apa dia gadis yang cantik?"


"Dia tidak cantik, tapi gemuk."


Semua disana tertawa, sangat memahami pembicaraan bocah ini. Pastilah Aresha adalah anak perempuan yang menggemaskan, tidak mengenal cantik atau jelek.


"Ai, pilihlah cincin mana yang Kamu suka, nanti ukurannya bisa disesuaikan," ucap Hansel, dia duduk persis di sebelah sang calon istri. Meski duduk begitu dia tetap memeluk pinggang Aileen.

__ADS_1


Dan ditatapinya lah oleh Aileen barisan cincin indah itu, hatinya berdebar tidak menyangka jika dia akan memiliki pernikahan seindah ini.


"Aku mau yang ini Kak," jawab Aileen, dia mengambil cincin yang dia mau. Tapi kemudian Hansel merebutnya dan memasangkan sendiri di jari manis tangan kanan Aileen.


Mereka berdua tersenyum, melihat cincin itu yang terlihat semakin cantik ketika sudah terpasang di jari manis Aileen.


"Aahh so sweet, aku juga mau menikah," rengek Havana.


Jia dan Rayden hanya saling lembar senyum, sementara Aileen dan Hansel tidak peduli ucapan Havana itu.


Saat cincin sudah ditentukan, Jia dan Rayden pamit pulang. Saat itu Alex suami Jia datang menjemput.


Ukuran untuk Aileen sudah pas, tapi ukuran untuk Hansel masih harus disesuaikan lagi karena yang dibawa oleh Jia agak sempit.


Seketika itu juga Havana merasakan ada sesuatu yang tak beres.


"Kamu kembalilah ke kamar, beristirahat atau menonton tv di ruang tengah." Kini Hansel berucap pada Aileen, dia juga menatap penuh cinta hingga membuat Aileen menganggukkan kepalanya patuh.


Karena saat ini masih jam 11 siang, Aileen memutuskan untuk menyiapkan makan siang saja.


Sementara Havana mulai mengekor sang kakak hingga sampai di ruang kerja.


"Ada apa?" tanya Havana dengan suara pelan, dia sudah duduk di hadapan sang kakak dan terhalang oleh meja kerja.

__ADS_1


"Setelah aku dan Aileen menikah, ayo kita pindah ke rumah utama."


Deg! seketika jantung Havana seperti tersengat, baru tadi pagi dia membatin tidak ingin tinggal di apartemen ini lagi setelah Aileen dan Hansel menikah. Lalu tiba-tiba kini sang kakak mengajaknya kembali ke rumah utama.


"Rumah itu milik kita Hav, aku tidak akan lagi membiarkan Angeline bersikap semaunya."


"Apa kak Hansel sudah baik-baik saja?" tanya Havana, karena yang dia takutkan hanyalah perasaan sang kakak, takut Hansel masih terluka tentang cerita lama itu.


Dilihatnya Hansel yang mengangguk.


"Apa kak Hansel menikahi Aileen hanya untuk bisa kembali ke rumah itu?" tanya Havana lagi, karena andai itu benar, dia tidak akan setuju.


Baginya kini Aileen juga penting.


"Apa Aileen tahu jika wanita itu adalah mantan kekasih kak Hansel?"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Aresha anak pak dokter dan buk dokter ❤


Doctor Alamsyah's Secret Wife


__ADS_1


__ADS_2