
DISISI LAIN
" Bayu kenapa dari tadi mamah liat kamu melamun terus" tanya Evi dengan sedikit cemas terhadap putra kesayangannya
" Gapapa kok mah, Bayu cuma kangen ka Dila" balas nya dengan lirih
" Lagi lagi kamu kangen dengan dia apa sih hebat nya dia padahal kan dia itu cuma kakak tiri kamu" ucap Evi yang mendengus kesal
" Memang nya mamah ga kangen apa dengan ka Dila ?" Sambung Rezky sambil menatap ke arah ibu nya
" Ngapain juga mamah harus kangen sama kakak tiri kamu, kurang kerjaan" balas nya dengan ketus
" Mamah itu benar-benar keterlaluan ya, ka Dila itu sudah baik dengan kita, jadi ini balasan mamah terhadap nya" ucap Bayu dengan nada sedikit tinggi
" Kamu kok jadi kaya bentak mamah sih, sebenarnya kamu lebih sayang dia apa mamah hah ?"
" Bayu sayang keduanya mah, tapi Bayu mohon sama mamah tolong mah sayangi ka Adila seperti layak nya anak kandung mamah" ucap Bayu dengan mata yang berkaca-kaca.
Sebenarnya Bayu pun sudah sering menasehati mamah nya agar lebih sayang & perhatian lagi terhadap Adila namun Evi sama sekali tidak memperdulikan nya, mungkin ia akan baik dengan Adila jika didepan suami nya saja, sementara suami nya yang ia tahu bahwa hubungan mereka sangat lah baik, benar-benar muka dua ya Evi.
" Sudah sudah mamah tidak mau berdebat lagi dengan mu dan jangan kamu bahas Adila lagi dihadapan mamah" sambung nya dengan ketus dan pergi meninggalkan Bayu yang tengah bersedih
Semenjak dekat dengan Adila Bayu makin kesini makin ngelawan dengan ku, awas aja kamu Adila aku akan buat perhitungan dengan mu 'gumam nya sambil tersenyum jahat'
----DIRUMAH REZKY----
" Ada apa nyonya memanggil saya" Ucap seorang supir pribadi keluarga Rezky kepada wanita paruh baya yang tengah duduk santai belakang rumah nya dengan penampilan yang modis sambil menikmati teh hangat.
" Bagaimana apa Rezky sudah menerima hadiah barunya" ucap nya dengan meletakkan gelas yang dipegang nya.
" Sudah nyonya" balas nya sambil sedikit menunduk pertanda sedang menghormati majikan nya
" Bagus lah saya harap akan suka dengan hadiah kecil pemberian dari papah nya" ujar nya sambil tersenyum.
Nyonya bilang hadiah kecil, padahal itu adalah mobil keluaran terbaru dan harga nya juga sangat fantastis hadehhhh orang kaya mah bebassss 'gumam pak Tarsan'
" Pak Tarsan ???" Panggil mamah Rezky seraya mengagetkan pak Tarsan dari lamunan nya.
" Ehh,,,ii,,,iya nyonya" ucap pak Tarsan yang terbata-bata
" Saya mau besok kamu jemput Rezky pulang" ucap nya dengan sedikit tegas
" Ehh,,, untuk apa nyonya ?"
" Lusa ia harus berangkat ke Amerika, karena Rezky harus mengikuti tes untuk kuliah disana"
" Baik nyonya akan saya laksanakan. Ada lagi yang bisa saya bantu nyonya ?"
" Saya rasa itu sudah cukup. Kalau begitu kamu boleh pergi dari sini"
" Baik nyonya saya permisi dulu" balas pak Tarsan sambil berbalik badan dan melangkah pergi dari hadapan majikan nya.
* Keesokan Hari nya *
Rezky yang tengah menyendiri di dalam ruangan asrama nya sambil mondar-mandir yang tak jelas ia pun mulai memikirkan kejadian yang kemarin, yang ia lalui hari-hari nya yang ceria bersama orang yang ia cintai.
<< flashback on <<
menatap tajam kearah Adila yang sedang seceria yang baru pertama ia lihat sebelum nya membuat hasrat Rezky ingin mencium bibir nya.
Tiba-tiba 'cuuppp' bibir Rezky pun mendarat dibibir Adila sontak saja Adila pun terkejut di buat nya lalu Adila berkata " rez apa yang baru kamu lakukan tadi ? apa kamu tidak ingat kita itu hanya teman".
tanpa permisi Adila pun pergi dari hadapan nya sambil berlari.
__ADS_1
Rezky pun merasa bersalah kepada nya lalu ia sedikit memejamkan matanya dengan kesal
" aakhhh,,, Adila kamu gak akan ngerti perasaan ku ini"
Adila kini tengah berdiri termenung sambil menikmati indah nya sunset, tak lama muncul lah Rezky ia pun menyentuh pundak sebelah kiri Adila.
" Dil aku mau min-----" belum selesai Rezky bicara Adila langsung memotong nya & melepaskan tangan rezky yang menyentuh pundak nya.
" rez hari ini aku cukup lelah aku ingin segera pulang" ucap nya dengan datar .
" baiklah kita akan pulang sekarang" balas Rezky dengan berat hati.
Kemudian mereka pergi dari pantai dan pergi kearah mobil Rezky, Rezky pun mulai melajukan mobil nya dan Selama di perjalanan mereka hanya terdiam.
<<< flashback off <<<
" apa sebaik nya gua langsung ungkapin perasaan yang sebenarnya sama Adila ? tapi yang gua tahu Adila ga mungkin bisa pacaran sebelum ia lulus kuliah " ucap Rezky sambil duduk dibawah tempat tidur dengan termenung.
disaat Rezky tengah pusing memikirkan perasaan sekaligus pikiran nya tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar.
' tok,,, tok,,, tok'
' tok,,, tok,,, tok'
Rezky pun bangun dari duduk nya dan membuyarkan lamunan nya lalu ia pun segera membuka kan pintu
" eh bapak tumben kesini, ada apa ?" tanya Rezky kepada pengurus asrama.
" di ruang pengurus asrama ada seseorang yang ingin bertemu dengan mu, sebaik nya kamu segera menemui nya disana" ujar pengurus asrama.
Rezky pun penasaran lalu ia segera menutup pintu dan pergi menemui seseorang yang ada di ruang asrama.
*sampai diruang asrama*
Lalu pak Tarsan pun segera berdiri dari duduk nya yang sedang menunggu Rezky, kemudian pak Tarsan pun segera menceritakan semua nya dengan maksud menjemput Rezky.
" kenapa mamah sebelum nya ga bilang kepada ku untuk kuliah di Amerika ?" ucap Rezky dengan heran.
" saya tidak tahu den Rezky , saya hanya mengikuti perintah dari nyonya " balas pak Tarsan sambil menunduk nya pandangan nya
" Kenapa juga harus kuliah di luar negeri sih, di Indonesia kan banyak universitas yang bagus" ucap Rezky dengan kesal
" nanti den Rezky bisa tanyakan langsung kepada nyonya"
" baik lah aku akan beres-beres dulu. Pak Tarsan tunggu disini sebentar"
" baiklah den" balas pak Tarsan, kemudian Rezky pun berjalan menuju ruangan asrama nya.
Seperti biasa Adila sedang serius belajar guna untuk melengkapi materi yang akan ia kerjaan pada saat ikut tes di universitas yang ia inginkan, namun situasi pun berubah saat Adila tertuju memikirkan sosok Rezky.
Ia pun mulai mengingat kejadian kemarin saat berada dipantai, semenjak pulang dari sana ia mulai mendiami Rezky. Padahal jelas dari lubuk hati nya bahwa Adila juga mencintai Rezky .
Adila pun mulai termenung ia juga merasa tak enak hati jika terus mendiami Rezky begitu saja.
' tok,,,, tok,,,, tok,,,'
terdengar suara ketukan pintu dari diluar ruang asrama Adila.
mendengar ketukan itu membuat Adila sedikit terkejut, ia pun segera berjalan dan membukakan pintu nya.
" Rezky " ucap Adila dengan menatap Rezky lalu ia melihat tangan kanan rezky sambil membawa sebuah koper berukuran besar.
" kamu bawa koper mau kemana ?" tanya Adila yang sedikit bingung
__ADS_1
Tanpa permisi Rezky pun mulai melangkah kedalam ruangan Adila, ia pun membiarkan koper nya yang berada di luar.
dengan berat hati ia harus berbicara kepergian nya kepada Adila sekaligus meminta maaf kejadian kemarin.
Adila pun mulai melangkah dan berdiri di belakang Rezky .
"sebelum nya ada yang ingin aku sampaikan kepada mu.
Dil sebelum aku pergi dari Indonesia, aku ingin meminta maaf kepada mu atas kelancangan ku kemarin terhadap mu, Aku sadar bahwa kita ini hanya sebatas teman tapi ternyata aku telah terjebak didalam nya, aku sudah tak kuat menahan nya lagi Dil, aku ga bisa membohongi perasaanku bahwa aku mencintai kamu" ujar Rezky langsung ke inti pembicaraan nya .
mendengar hal itu Adila terkejut dan lebih terkejut nya lagi Rezky akan pergi keluar negeri, mata Adila pun mulai berkaca-kaca ia sudah tidak bisa membendung nya lagi. bagaimana bisa selama ini lah Rezky yang selalu ada disaat adila merasa sedih lalu ia juga yang membuat Adila nyaman dan damai didekat nya, Adila pun tak bisa membayangkan lagi jika harus jauh dari rezky.
" Berapa lama kamu akan disana ?" tanya Adila sambil menangis.
Mendengar tangisan nya Rezky membalikkan badan nya dan kini ia sudah dekat dihadapan nya.
dengan berat hati Rezky menjawab " Sampai selesai kuliah dan mungkin saja ini awal perjalanan menggapai cita-cita ku yang aku inginkan sedari dulu "
Kini tubuh Adila pun mulai membelakangi rezky dengan mengalihkan pandangannya sambil mengusap air mata yang membasahi pipi nya.
" se,,,selama itu ya"
Kini mata Rezky pun ikut berkaca-kaca inilah pertama kali nya Rezky menangis di hadapan wanita seolah ia mengungkapkan kesedihan yang meninggalkan Adila.
" kamu jahat rez,,, kamu sudah berhasil mengambil hati aku sekarang kamu malah ingin pergi. kamu benar-benar jahat aku benci kamu rez" ucap Adila dengan kesal dengan nada tinggi.
tiba-tiba Rezky menenangkan emosi Adila sambil mendekap erat tubuh Adila dari belakang, kepala nya pun ia miring kan di salah satu pundak milik Adila.
" apaaa ???? kamu juga mencintai aku Dil " tanya Rezky dengan heran
Adila pun menggenggam tangan rezky yang mendekap nya dari belakang " tentu saja aku mencintaimu. aku juga terjebak diantara pertemanan kita karena selama ini kamu telah membuat aku tersenyum kembali & aku merasa hidup ku kembali hidup dari sebelum nya. Tapi aku tidak boleh egois kamu harus kejar impian mu meski harus menjauh dari ku " balas Adila sambil menangis
Rezky pun membalikkan tubuh Adila dan memeluk nya dengan erat begitu pula Adila membalas pelukan rezky.
" kamu juga harus gapai cita-cita mu aku doa kan agar kamu menjadi dokter yang hebat bisa menolong dengan sepenuh hati" ucap Rezky
" apakah kamu bisa berjanji menemui ku lagi setelah pulang dari Amerika" ucap Adila menatap rezky seraya melepaskan sedikit pelukannya.
" Aku pasti akan menemui mu kembali my princess, suatu saat nanti kita akan menjadi dewasa aku pasti akan melamar mu karena kamu lah hanya milik ku" balas Rezky dengan senyum sambil mengusap pipi Adila dari air matanya yang terjatuh.
Adila pun membalas dengan tersenyum tipis sambil menatap ke arah rezky yang sedang tersenyum dengan senyuman khas di wajah nya yaitu dengan kedua tahi lalat yang berada dibawah bibir nya seolah terlihat manis pandangan nya.
lagi & lagi mereka berpandangan satu sama lain dengan jarak kurang dari 1 jengkal.
Insting Rezky yang ingin mencium bibir Adila seperti nya sudah mendapat lampu hijau dari Adila.
Bibir Rezky pun mendarat ke bibir Adila yang kedua kali nya, kini Adila tidak diam dicium kedua kalinya oleh Rezky justru ia membalas ciuman nya lalu Rezky mulai membuka mulut nya dan melumatkan bibir Adila dengan lembut, Adila pun tak mau kalah ia pun membalas lumatan nya dengan bibir tipis nya.
kali ini aku mempersilahkan Rezky mencium bibir ku karena pasti aku akan rindu terhadap nya. Anggap saja ini sebagai melepaskan diri nya yang sementara pergi dari ku 'gumam adila'
Adila pun melepaskan ciuman nya yang selama 2menit ia lakukan, namun sepertinya Rezky enggan melepas nya sampai-sampai bibir nya menelusuri ke area bibir Adila lalu Adila pun membalas nya dengan kecupan singkat seolah menandakan untuk menghentikan tindakan nya.
lalu Rezky terdiam dan memeluk Adila kembali, rasanya berat sekali ia harus meninggalkan Adila.
Kini perasaan rezky pun lega sudah di ungkapkan dihadapan nya apalagi Rezky terlihat sangat bahagia ternyata cinta nya tidak bertepuk sebelah tangan kini ia bisa pergi dengan tenang membawa perasaan cinta nya yang baru bersemi itu.
Rezky pun berjalan ke arah luar gerbang asrama ia pun melihat Adila yang sedang berdiri diatas gedung asrama sambil melambaikan tangan nya lalu Adila pun tersenyum melihat ke arah rezky dan juga melambaikan tangan nya .
Rezky pun mulai masuk ke mobil milik nya, pelan-pelan ia tancap kan gas dan pergi dari lingkungan asrama nya .
suasana menjadi hening Adila pun mulai masuk ke ruang asrama, kini saat nya Adila harus merelakan Rezky yang sementara pergi dari hidup nya ia pun tak ingin menghalangi cita-cita Rezky karena keegoisan nya.
Ia pun percaya dalam hati suatu saat akan bertemu nya kembali........
__ADS_1
Bersambung........