
Selesai menenangkan Evy, Adila bergegas mencari Bayu dengan melajukan mobil nya. Selama di perjalanan ia berusaha menghubungi ke nomor handphone bayu sayang nya handphone milik Bayu sengaja ia nonaktifkan karena ia sama sekali tidak ingin diganggu oleh siapapun.
Mobil Adila berhenti disebuah kantor papah nya, ia pun mulai menelusuri hingga bertemu dengan seorang petugas keamanan yang kebetulan sedang berjaga malam.
"Selamat malam nona Adila" sapa petugas kepada nya yang sudah tidak asing mengenali Adila.
"Malam juga pak Budi" balas nya dengan tersenyum masam yang nampak tergesa-gesa dan melihat disekeliling area.
'Keliatan nya kantor ini sudah sepi, sebaiknya ku tanyakan saja pada pak Budi mengenai perihal Bayu ' Adila berkata dalam hati.
"Pak Budi apakah selama 3 hari sebelumnya pak Bayu selalu hadir di kantor ?"
"Selama ini pak Bayu lancar saja non hadir di kantor"
"Oh begitu rupa nya"
"Tapi yang saya heran beberapa Hari ini pak Bayu malah tinggal di mess non biasa nya kalau pekerjaan berlarut beliau selalu pulang" ujar pak Budi.
"Oh jadi dia tinggal di mess. Kalau begitu tolong antarkan saya kesana pak" balas Adila dengan terburu-buru serta rasa penasaran nya.
"Baru 2 jam yang lalu pak Bayu keluar non naik taksi"
"Pak Budi tahu tidak dia pergi kemana ?" Adila semakin penasaran dan gelisah.
"Maaf non untuk hal itu saya tidak tahu"
Adila hanya merespon dengan menghela nafas panjang nampak seperti orang frustasi,
"Huuhhhffff.... Baik pak terimakasih untuk infonya kalau begitu saya permisi dulu"
"Sama-sama non dan hati-hati di jalan".
*******
__ADS_1
Semakin malam semakin bar tersebut ramai di kunjungi kalangan pria dan wanita ada yang berjingkrak karena terbawa suasana musik DJ yang menggema di telinga, bahkan ada pula yang bermesraan secara terbuka tanpa rasa malu, karena hal tersebut sudah tidak asing lagi di lakukan bahkan orang yang melihat pun cuek dan tidak peduli.
"Tolong tuang minuman lag...giii....." Pinta Bayu pada salah satu bartender dengan keadaan sudah mabuk berat.
"Heh,,, jangan gila Bayu ini sudah botol sekian Lo minum" Devan mencegah Bayu.
"Ha...ha...ha kan kak Devan duluan yang nawarin aku minum" balas Bayu dengan tawa yang masam karena pengaruh minuman alkohol.
"Gua nawarin Lo cuma 1 gelas itupun takaran nya sedikit. Sudah jangan berikan dia minuman lagi" bentak Devan pada bartender yang ada di hadapannya.
"Baik tuan" ucap bartender tersebut.
"Aaakhhh.... Kak Devan ga asyik" ujar Bayu dengan cemberut.
"Jangan gila Lo Bay, Lo mau mabuk parah sampe berapa botol jangan sampe Lo ngalahin gua mabuk alkohol" tangkas Devan yang rasa cemas nya.
"Baik lah sekarang juga Lo gua anter pulang"
"Shiitttt !!! Hemmppt... Kalo bukan adik ipar ga bakalan mau gua temenin Lo" Devan bergumam tanpa di dengar oleh Bayu.
"Gua mau ke toilet dulu. Dan Lo stop drink dan jangan lakuin hal macem-macem" pinta Devan pada Bayu kemudian Devan pun meminta pada seorang bartender untuk mengawasi gerak-gerik Bayu karena ia merasa cemas dengan kondisi nya.
Selesai dari toilet baru melangkah dengan terburu-buru menuju ke arah tempat Bayu berada. Di pertengahan laju nya berhenti karena ada sosok wanita seksi dengan mengenakan hotpants serta baju ketat sangat terbuka yang menampilkan belahan dada nya serta terlihat bentuk pusar pada perut rata nya untuk memikat daya tarik nya.
"Hai tampan mau kemana sih kok buru-buru" goda nya sambil menggandeng bahu Devan.
"Please !!! Don't touch me"
Devan pun melirik wanita tersebut dengan risih dan menolak nya, karena situasi nya sudah berbeda dari yang dulu bila di goda wanita seksi akan gampang tergoda.
"Kamu tahu gak dari arah kejauhan aku liatin kamu lho. Aku boleh ga ikut join sama kamu" ujar nya dengan nada menggoda.
"Apa-apaan sih Lo dasar b*tch !!! Dan jangan seenaknya menyentuh anggota tubuh gua" Devan emosi serta mendorong wanita tersebut hingga terjatuh dan di pertontonkan orang sekitar.
__ADS_1
"Iisshhh !!!! Kasar banget sih nih cowo untung aja ganteng" gumam nya sambil mengomel kemudian Devan melanjutkan langkahnya dan tidak memperdulikan wanita tersebut karena ia merasa jijik.
*****
Adila sudah mencari berbagai arah dan tempat namun tidak memberikan hasil, hati nya sungguh merasa gelisah serta khawatir terhadap Bayu.
Bagaimana bisa menurut nya ini pertama kali nya Bayu tidak terbuka dengan nya, tiba-tiba dalam kegelisahan nya Adila di kejutkan dengan suara panggilan masuk di ponsel nya.
'dringgggg.....dringgggg...'
"Iya mah. Ada apa ?" Adila menjawab panggilan masuk dari Evy.
"........"
"Adila masih mencari Bayu mah, rupa nya selama ini ia tinggal di mess dekat kantor papah" ujar Adila dengan nada suara yang cemas.
"......"
"Mamah tidak usah khawatir Adila akan terus berusaha mencari Bayu sampai ketemu. Dan besok juga Adila akan mengambil cuti"
"Ini semua salah mamah. Maaf mamah sudah membebani kamu sampai berusaha sejauh ini hiks...hiks...hiks..." ucap Evy nampak terharu karena disaat dirinya dalam masalah Adila lah yang paling depan membantu nya.
"Mamah tidak usah sedih seperti itu. Apapun masalah dalam keluarga Adila berhak ikut campur dan bertanggung jawab. Sebaik nya mamah istirahat Adila gak mau kalau mamah sampai jatuh sakit" ujar Adila dengan menenangkan Evy.
"Baiklah sayang mamah akan segera istirahat dan mamah juga berdoa agar Bayu segera ketemu. Kamu hati-hati dijalan ya Dil"
"Pasti mah"
Tak lama kemudian percakapan mereka melalui handphone berakhir.
Sudah sejauh ini Adila mengitari area perkotaan kemudian ia merasa haus dan ingin membeli minuman segar, ia pun memberhentikan mobil nya di area minimarket yang kebetulan buka 24 jam.
Bersambung.....
__ADS_1