Bring Me To Life

Bring Me To Life
Episode 58


__ADS_3

Tepat di hari ini Adila dan Rezky akan melangsungkan pernikahan mereka, sudah jelas membuat Adila bahagia bercampur sedikit gugup.


"Woww !!! Kamu terlihat cantik hari ini" Evy memuji Adila yang sedang di tata penampilan nya oleh 2 orang perias.


"Mamah bisa aja ! " Adila tersipu malu.


'Tok... Tok... Tok...'


Terdengar suara ketukan pintu dari luar.


"Siapa ?" Tanya Evy.


"Saya bi Ina nyonya" jawab nya dari luar.


"Oh ! Silakan masuk bi"


Atas perintah Evy bi Ina segera masuk ke dalam ruangan Adila,


"Maaf nyonya Anda di panggil sama tuan"


"Ada perlu apa memang nya bi"


"Saya kurang tau Nyonya"


"Ya sudah kalau begitu sekarang saya akan turun ke bawah. Dil, mamah permisi sebentar ya soalnya papah manggil kamu gapapa kan ga di temani sama mamah"


"Gapapa kok mah. Mamah temui papah dulu aja"


"Ya sudah kalau begitu nanti mamah minta sama Bayu untuk temani kamu disini" sahut Evy.


"Makasih ya mah" Adila tersenyum pada nya.


Setelah Evy pergi dari ruangan Adila, kini ia kembali fokus melihat diri nya di depan pantulan cermin. Dalam hati nya ia sangat tidak menyangka sebentar lagi diri nya menyandang status sebagai istri, dan lebih bahagia lagi ia menikah dengan orang yang dicintai nya selama ini sampai bertahun-tahun sebuah penantian yang tidak sia-sia.


1 bulan sebelumnya ......


(Flashback On)


Pada malam di acara gathering pak Wijaya sekaligus partner bisnis Rezky, ia melamar Adila langsung di depan para tamu yang datang.


"Terimakasih untuk para tamu yang sudah hadir di acara gathering tahunan ini. Senang rasanya saya berjumpa dengan kalian semua, baiklah karena acara sudah di mulai saya akan memperkenalkan orang yang sudah membantu perusahaan saya sampai Semaju sekarang ini. Siapa sih yang tidak kenal beliau ? Tampan, seorang pembisnis, bahkan ia salah satu pembalap mobil internasional nomor 2 di dunia. Untuk itu mari kita sambut tamu istimewa kita yaitu ALFINO REZKY" ucap pak Wijaya di atas panggung mempersilakan Rezky naik ke atas panggung serta memberi tepuk tangan meriah dan di ikuti tamu yang hadir.


Rezky yang sedari santai duduk di temani kekasih nya merasa tidak menyangka jika malam ini ia menjadi tamu spesial partner bisnis nya.


Akhirnya ia pun melangkah kan kaki nya untuk naik ke atas panggung yang diperintahkan oleh pak Wijaya.


Kini ia sudah berada di atas panggung dan tidak membuat nya gugup hanya saja merasa terkesan.

__ADS_1


Kemudian pak Wijaya memberikan sebuah mic yang dipegang nya dan diberikan kepada Rezky.


"Silakan tuan Alfin ! Dengan pidato singkat nya" pak Wijaya berbisik kepada Rezky, lalu ia hanya membalas dengan senyum yang tipis.


"Selamat semua" sapa Rezky pada seluruh tamu.


"Malam !!!!" Jawab tamu serentak tanpa kecuali Adila menatap bangga pada kekasihnya yang masih duduk di jajaran para tamu.


"Sekali lagi terimakasih untuk para tamu yang sudah berkenan hadir di acara gathering ini. Sejujurnya saya tidak menyangka bahwa di acara ini saya menjadi salah satu tamu istimewa yang ditunjuk langsung oleh pak Wijaya yang terhormat" Rezky melirik sebentar kearah pak Wijaya tepat satu langkah di sebelah nya sekaligus memberikan senyuman khas nya.


"Berkat hasil kerja sama dengan nya masing-masing perusahaan kami tumbuh dengan pesat bahkan sudah dikenal di beberapa negara maju. Selain mengelola beberapa perusahaan saya pun memiliki kesibukan dengan menjalankan cita-cita saya yang telah ada sejak dulu. Dengan rasa syukur atas karunia nikmat Tuhan cita-cita saya pun tercapai dan sungguh tidak menduga padahal dulu saya pernah menolak menjadi pemimpin perusahaan yang dibangun oleh papah saya. Karena memang sama sekali saya tidak minat terjun didunia perbisnisan, memang manusia hanya berencana selang beberapa tahun saya berhasil membangun sebuah hotel bintang 5 yang salah satu terbesar di Asia tenggara dan kini saya sudah memiliki beberapa cabang. Saya berpesan kepada seluruh tamu yang terhormat untuk menggapai cita-cita sebaik mungkin dan jadilah orang yang berguna sekalipun anda disepelekan. Cukup sekian pidato singkat dari saya kurang lebih nya saya meminta maaf" para tamu kembali heboh dengan tepuk tangan karena mereka takjub atas kesuksesan seorang Rezky.


Setelah pidato singkat nya selesai Rezky memberikan kembali mic nya kepada pak Wijaya,


"Sebuah pidato singkat yang berkesan. Tapi saya ingin menanyakan hal pribadi kepada Anda yakni mewakili pertanyaan para tamu, selama ini anda selalu sibuk dengan kegiatan nya kalau boleh tahu apakah anda sudah mempunyai seorang kekasih ?" Tanya nya penasaran kepada Rezky yang masih berdiri di panggung.


Mendengar pertanyaan dari partner bisnis nya ia rasa tidak harus ada yang ditutupi lagi selama ini banyak yang tidak ketahui masyarakat tentang asmara nya, apalagi semua itu yang minta adalah Adila karena ia tak ingin mengganggu karier Rezky. Sudah saatnya ia harus memberitahu di depan umum, Rezky merebut mic secara tiba-tiba yang masih digenggam oleh pak Wijaya.


"Saya tidak mempunyai seorang kekasih melainkan pendamping seumur hidup ku" ucap Rezky perlahan diri nya turun dari atas panggung secara sengaja dan itu membuat seluruh tamu menatap nya heran serta bingung termasuk Adila yang sedari tadi memperhatikan penampilan nya.


"Rezky apa yang kamu lakukan kenapa kamu turun dari panggung secara tiba-tiba" gumam Adila pelan.


"Seperti nya tidak harus ditutupi lagi. Malam ini saya akan memberitahu kan seseorang yang sangat berarti bagi hidup saya" Rezky berjalan ke arah Adila yang masih terduduk.


"Hei ! wanita ku yang memakai longdress gold" sorotan mata Rezky tertuju pada diri kekasih nya, orang-orang sekitar saling tatap satu sama lain dengan baju yang di maksud Rezky. Kemudian serentak menatap Adila karena ia satu-satunya orang yang berkostum longdress warna gold.


"Semua orang disini ada lah saksi nya. Adila Will you Merry me ???" Ungkapnya dari perasaan yang dalam serta menatap Adila dengan serius.


Ungkapan dari Rezky membuat nya terkejut dan bangun dari duduk nya, ia sama sekali tidak menyangka jika Rezky akan melamar Adila dan saksikan banyak orang.


"Terima !!!!"


"Terima !!!!!"


"Terima !!!!!"


(Ucap serentak dengan heboh seakan mendukung cinta mereka)


"Yes. I Will honey" ujar Adila dengan malu-malu membuat seluruh tamu bersorak gembira tak kuasa dengan rasa bahagia nya atas jawaban Adila Rezky langsung memeluk erek tubuh langsing Adila.


"Thanks you so much my princess" bisik nya lembut di telinga Adila.


Sejak kejadian yang terkesan tersebut telah berlalu, kini Rezky mendatangkan kediaman Devan karena ingin berbagi kebahagiaan nya sekaligus ikut serta untuk melamar Adila secara resmi di depan keluarga nya berserta dengan keluarga dari Rezky.


"Van, Lo mau kemana ?" Tanya Rezky yang melihat Devan sudah berada di luar pintu dengan membawa sebuah koper besar.


Langkah Devan tertunda sejenak,

__ADS_1


"Gua mau balik" jawab nya datar.


"Kok mendadak sih ! Padahal kan gua mau ajak Lo kerumah Adila serta keluarga gua masih di perjalanan"


"Tumben Lo ajak Adila sama keluarga Lo. Ada acara apa memang nya ?"


"Gua mau melamar Adila"


Sontak membuat Devan terkejut sampai koper nya yang di pegang ikut terjatuh,


"Apaaaaa !!!!! Selamat ya broh akhirnya Lo jadi juga dengan Adila" Devan langsung memeluk Rezky dengan haru serta ikut merasakan kebahagiaan sepupu nya.


"Kapan Lo akan menikah dengan nya ?" Devan melepaskan pelukannya dan kembali bertanya.


"Rencana dalam beberapa minggu"


"Syukurlah. Akhirnya Lo menemukan kehidupan baru bersama orang yang Lo cintai salut gua dengan hubungan kalian bertahun-tahun akhir sampai di penantian" Devan menyungging kan senyum nya.


"Makanya Lo jangan balik dulu. Nanti aja balik nya setelah resepsi nikahan gua" Rezky mendesak Devan.


"Ga bisa broh. Soalnya sekarang nyokap gua lagi sakit dan gua juga diminta sama bokap untuk mengurus perusahaan" raut wajah Devan menjadi cemberut.


"Ohh begitu. Salam ya buat nyokap Lo semoga cepat sembuh dan jangan lupa datang ke resepsi gua bila perlu gua kirim jet pribadi ke rumah Lo hahaha"


"Hahaha bokap gua juga punya kali. Oh iya ! Ini kunci mobil sport Lo makasih ya udah bolehin pinjam mobil Lo selama gua ada disini" Devan menyerahkan kunci mobil kepada Rezky.


"Satu lagi, salam ya buat Adila dan keluarga Lo maaf gua pergi mendadak semoga lancar sampai hari H"


"Thank's ya broh" sahut Rezky dengan menepuk bahu Devan.


"Bye brother"


"Hati-hati dijalan broh. See you next time".


Devan kembali melangkah yang sejenak tertunda, ia pun sudah memesan taksi online untuk mengantarnya menuju airport.


Selama di perjalanan ia membuka ponsel nya dan menekan menu galeri foto, kemudian ia coba membuka file yang tersembunyi yakni adanya foto Adila yang diam-diam ia potret bahkan ada juga foto berdua dengan nya meskipun tidak banyak jumlah nya.


"Hmmtt.... Ternyata takdir berpihak kepada Rezky. Semoga kalian selalu bahagia terima kasih Adila kamu sudah hadir di hatiku meskipun namaku tidak hadir dihati mu. Aku akan selalu menjadi pengagum mu serta melihat kebahagiaan mu dari jarak jauh, entahlah ke depannya apakah aku bisa menemukan sosok seperti diri mu" Devan bergumam kecil penuh arti dengan menatap foto mereka.


Dari lubuk hati yang paling dalam Devan masih belum bisa menghilangkan perasaan nya terhadap Adila, namun ia tidak mau egois semakin waktu berjalan ia harus bisa dengan tujuan nya.


Disisi lain keluarga Rezky sudah berada di kediaman Adila, kedatangan mereka di sambut gembira serta membicarakan pada inti tujuan kedua belah pihak.


Kebetulan hari ini papah Adila dirumah tak menyangka bila putri satu-satunya akan segera di pinang.


Terlebih Evy serta Bayu yang ikut hadir ditengah perbincangan merasakan kebahagiaan mereka.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2