Bring Me To Life

Bring Me To Life
Episode 52


__ADS_3

Sudah 2 hari Bayu tidak pulang kerumah nya dan tidur di mess kantor nya karena ia merasa sangat kecewa terhadap Evy bahkan bertengkar dengan nya.


Di dalam ruang kerja Bayu, terlihat ia sedang melamun dan mengingat kejadian waktu lalu dan membuat nya pergi dari rumah, namun ia tidak lepas tanggung jawab dari pekerjaan nya.


"Dari cara bicara kamu barusan itu menandakan bahwa kamu sedang tidak baik, kalau mamah boleh tau apa masalah kamu. Tolong cerita kan sedikit pada mamah" Ucap nya lembut pada Bayu yang tengah membelakangi posisi Evi.


"Bayu udah tau semua nya dan sekarang mamah tidak usah bersandiwara lagi di hadapan Bayu"


"Maksud kamu apa Bay ??? Mamah sungguh tidak mengerti"


"Mamah benaran tidak mengerti atau ada hal penting yang ingin ditutupi"


"Mamah sungguh tidak mengerti. Akhir-akhir ini sikap kamu berbeda terhadap mamah wajar jika mamah khawatir sama kamu"


"Untuk apa mamah khawatir dengan aku yang bukan darah daging mamah sendiri"


Bagaikan di sambar petir disiang bolong mendengar penuturan dari Bayu membuat Evy sangat terkejut.


'apa yang dibilang Bayu barusan, apakah aku salah dengar atau memang dia sudah tau semuanya' ucap batin Evy penuh ketakutan.


"Aa...em... Sayang kamu ini bicara apa sih !!!" Evy merasa gugup serta berusaha menenangkan Bayu.


"Ga usah pura-pura lagi mah, Bayu sudah tau semua nya kalau aku ini bukan anak kandung mamah" tutur Bayu dengan nada tinggi serta sorotan mata yang sangat kecewa terhadap Evy.


"Tenang Bayu mamah akan menjelaskan semua nya" air mata Evy terjatuh.


"Apa yang mau mamah jelasin. Semua nya itu sudah sangat jelas" bentak Bayu pada Evi.


Melihat sorot mata Bayu dengan amarah memuncak membuat Evy merasa sedih serta takut karena ini pertama kali nya Bayu seemosi itu.


Yang ia tahu jika Bayu marah hanya terdiam dan bungkam, tapi kali ini amarah nya meledak-ledak Evy takut jika Bayu pergi dari kehidupan nya.


Kemudian Bayu pergi menuju kamar nya, serta meninggalkan Evy yang terlihat menangis.


Di dalam kamar, Bayu mengemas beberapa pakaian nya lalu dimasukkan kedalam tas yang berukuran besar.


Kemudian ia keluar dari kamar nya sambil menggendong tas di punggung nya, Evy mengetahui bahwa Bayu akan pergi dari rumah ini segera ia menghadang Bayu.


"Kamu mau kemana Bay !!! Tolong jangan pergi mamah akan menjelaskan semua nya" pinta Evy kepada nya yang masih menangis.


"Aku ingin menenangkan diri sejenak dari rumah ini" Bayu menjawab dengan tegas dan tidak peduli dengan Evi yang menangis.


"Ini sama saja kamu meninggalkan mamah bay hiks...hiks...hiks..."


"Tolong jangan halangi langkah ku. Aku sudah kecewa" Bayu melepaskan tangan Evi agak kasar karena menghadang jalan nya.


"Bayu,,, tunggu Bayu. Bayu,,, Bayuuuuu" Bayu pun pergi meninggalkan Evy sekaligus meninggalkan rumah yang selama ini ia tempati.


'Tok,,,Tok,,,Tok'


Terdengar suara ketukan pintu dari luar ruang kerja Bayu serta sekaligus membuyarkan lamunan nya.


Bayu yang mendengar ketukan tersebut langsung memasang wajah manis nya karena ia tidak ingin masalah nya diketahui oleh orang lain.

__ADS_1


"Silakan !!! Masuk" jawab Bayu yang terdengar dari dalam ruangan nya.


Salah satu staff karyawan Bayu masuk kedalam ruang kerja sambil membawa lembaran berkas ditangan nya.


"Ada apa ?"


"Maaf mengganggu pak, saya ingin pak Bayu menandatangani perpanjang kontrak kerja beberapa karyawan" lembaran berkas tersebut diberikan kepada Bayu dengan sopan.


"Gimana dengan sales pencapaian kita bulan ini ?" Tanya Bayu kepada staff yang berdiri didepan nya serta menandatangani beberapa lembaran berkas karyawan.


"Untuk saat ini sales pencapaian kita masih terbilang aman pak".


"Bagus kalau begitu, tolong dipertahankan pencapaian nya".


"Baik pak"


Tak berapa lama staff karyawan tersebut keluar dari ruang kerja Bayu.


-------


'dringggg,,,,,dringggggg'


Terdengar suara panggilan masuk dari ponsel milik Devan.


"Mamah....!!!!" Sedikit terkejut melihat nama panggilan masuk tertera dilayar ponsel nya.


"Ngapain sih nelpon ganggu orang aja" gumam nya yang tidak suka.


"Hallo mom. What happened ?"


"....."


"No mom, I don't wanna go home"


"....."


"I'm fine here. There is rezky who accompany me, Please !!!! mom I want as much in Indonesia as I want"


"....."


"Fine mom. I'll definitely come back to America bye ma'am" Devan pun mengakhiri percakapan dengan ibu nya.


"Aakhh... Dasar mamah ini tidak tahu anak semata wayangnya ini lagi jatuh cinta apa ! malah disuruh balik ke Amrik" gumam nya dengan mendengus kesal.


'Ting... Tong... Ting... Tong'


Bunyi bel apartemen Devan.


Tanpa berpikir panjang ia melangkah dan membukakan pintu masuk, rupa nya Rezky tengah berdiri dihadapannya dengan memasang wajah datar.


"Ada perlu apa Lo kesini ?" Tanya Devan dengan sinis.


"Cihh,,,, Santai dong nanya nya" Rezky tertawa kecil dan menepuk pelan bahu Devan.

__ADS_1


"Gua kesini cuma ingin bilang nyokap Lo nyuruh gua buat Lo pulang ke Amerika" Rezky melangkah masuk tanpa seizin Devan.


"Gua udah tau, baru aja nyokap gua nelpon bilang hal yang sama"


"Lalu... Kapan Lo akan pulang kesana ?"


"Entah lah gua belum kepikiran, gua masih betah di Indonesia".


"Hah ??? Apa yang buat Lo berubah jadi suka sama indo. Bahkan dulu seharian di indo kaki Lo udah ga sanggup buat napak" Rezky merasa heran dengan nya.


"Emang nya kenapa sih gua kan juga pernah lahir di indo"


"Kedengarannya nya sih heran" ujar Rezky.


"Yang pasti sekarang gua betah di indo karena ada sebab nya"


"Apa sebab nya ???" Rezky makin penasaran.


"Aaakhhh... Udah deh Lo ga usah banyak tanya harus nya kan Lo seneng dong gua jadi betah lagi di indo"


"Ya udah deh terserah Lo" akhirnya Rezky melupakan rasa penasaran nya sekaligus turut senang bahwa sepupu nya sudah kembali menyukai indo menurut nya apapun alasan nya tidak begitu penting.


"Lo kesini sendirian, kenapa gak ajak Adila ?" Tanya Devan beralasan.


"Dia lagi sibuk mengurus pasien" jawab Rezky dengan raut wajah seperti ditekuk.


"Kenapa ekspresi Lo kaya ga seneng gitu harus nya Lo ngertiin dia dong" sahut Devan sambil tertawa kecil.


"Gua kangen aja karena jarang ketemu juga sama dia sekali nya ketemu waktu nya terbatas"


Devan hanya terdiam mendengar perkataan dan dari sepupu nya karena didalam hati nya ia jika pun merasakan hal yang sama.


"Thank you very much brother. Selama gua gak ada disampingnya Lo yang selalu awasin dan menjaga nya" Rezky langsung memeluk Devan dengan haru.


"Sama-sama tenang aja selama Adila gak ada disamping Lo semua nya aman" ucapan Devan sedikit ragu.


"Akhirnya gua senang Lo bisa akrab dengan Adila, menurut gua dia itu beda dari wanita lain bertahun-tahun dia masih setia sama gua"


'Kalo cuma sebatas akrab saja itu wajar buat Lo senang Rez, tapi masalah nya gua menyimpan perasaan pada wanita Lo apakah Lo akan berturut senang atau bahkan sebaliknya. Baiklah demi hubungan persaudaraan kita, gua akan mengalah dan melupakan perasaan gua pada Adila" ujar batin Devan.


Pertengkaran mereka waktu lalu masing-masing sudah dilupakan, karena secara tidak langsung Adila memahami sikap Devan dan ia tidak merasa Devan membentak diri nya.


Adila pun bersikap tegas kepada Rezky untuk tidak membesar kan masalah tersebut, Rezky pun berpikir karena selama ia tidak ada disamping Adila Devan lah yang menjaga nya atas perintah nya.


Sampai sejauh ini Rezky tidak pernah tau isi perasaan Devan yang sebenarnya, yang ia ketahui keakraban Adila dengan sepupu nya masih terbilang wajar.


Tapi,,, mulai saat ini Devan akan lupakan perasaan yang sesungguhnya karena ia tidak ingin hubungan tali persaudaraan nya menjadi retak hanya karena mencintai orang yang sama.


#####


**Akankah Devan sanggup melupakan perasaan nya atau bahkan sebaliknya ????.....


Untuk cari jawabannya simak di episode selanjutnya 🥰**

__ADS_1


__ADS_2