
Mereka pun keluar dari lift, lalu Rezky menyuruh Adila untuk menutup mata nya sambil melangkah ketujuan nya dengan jarak 30 meter. Adila pun semakin penasaran dengan perbuatan Rezky yang Aneh menurut nya lalu ia pun menuruti dengan perintah rezky.
"Sekarang kita sudah sampai, jangan buka mata dulu ya sebelum aku hitung" perintah Rezky sambil melepaskan kedua tangan nya yang sedari tadi menutupi kedua mata Adila .
"1,,,2,,,3,,,, sekarang buka mata mu" sambung nya lagi dengan memberi sebuah kejutan .
Perintah Rezky pun didengar oleh nya perlahan Adila membuka kedua mata nya, ia pun takjub serta senang atas kejutan yang Rezky beri berupa sebuah pemandangan kota yang indah yang terlihat dari atas hotel. Serta terdapat lah 2 buah kursi dan meja yang tertata unik nan istimewa guna untuk dinner mereka .
"Gimana ? Apa kamu menyukai nya ?" Tanya Rezky sambil menatap Adila .
"Aku sangat menyukai nya, terima kasih Rezky kejutan mu sangat indah" balas Adila dengan tersenyum gembira sambil melihat pemandangan kota dari atas hotel.
"Aku yang menyuruh pekerja dihotel ini untuk menyiapkan dekorasi yang spesial untuk mu,guna untuk merayakan pertemuan kita" ucap Rezky sambil memeluk Adila dari belakang.
Hembusan angin yang menyelimuti tubuh Adila tentu ia membiarkan dekapan Rezky dan tak ingin melepaskan nya,sehingga memberi kehangatan dan kenyamanan pada tubuh nya.
Rezky pun membalikkan tubuh Adila yang membelakangi nya kini posisi mereka pun saling berhadapan dengan jarak 50cm, kemudian Rezky mengeluarkan sebuah kotak merah dari saku celananya yang tak lain adalah sebuah cincin berlian yang berkilau dengan cantik serta harga yang fantastis u, ia pun meraih tangan kiri Adila dan memakai kan cincin tersebut di jari manis.
" Rezky kenapa kamu memasang cincin di jari ku, apa maksud nya ini ?" Tanya Adila dengan heran.
"Aku ingin mengikat mu Adila,ku harap kamu bisa menjaga cincin tersebut seperti kamu menjaga cinta kita berdua" balas Rezky yang penuh harap .
"Seperti nya cincin ini terlihat mahal,kamu terlalu menghambur kan uang sebaiknya belikan saja yang biasa" ujar Adila sambil memperhatikan cincin yang melingkar dijari nya.
"Pemberian untuk orang yang aku sayangi harus istimewa dong,bagi ku nilai nominal berlian ini tak ada arti nya bagiku diri mu lah yang tak ternilai. Aku janji akan selalu menjaga dirimu" ucap Rezky yang penuh makna.
Adila mulai mencerna ucapan Rezky ia pun langsung memeluk Rezky serta menitikkan air mata bahagia nya, akhirnya selama bertahun-tahun menunggu telah membuahkan hasil, baginya Rezky merupakan cinta pertama nya sehingga ia tidak ingin berpisah lagi. Rezky pun membalas dekapan nya dengan erat ia pun mulai berpikir tidak akan melepaskan orang yang dicintai nya pada siapa pun karena Adila lah hanya milik nya seorang.
Dari arah lain yang tak jauh jaraknya dari mereka terdapat lah Devan yang sedari tadi menyaksikan kemesraan mereka berdua tanpa mengganggu dan diketahui mereka.
"Pantes saja sedari siang Rezky tak ada di tempat ku, rupa nya mereka sedang reuni. Heemm,,, benar-benar reuni yang mengesankan" gumam Devan dengan suara pelan serta tersenyum jahat.
Adila pun mulai melepaskan dekapan Rezky karena ia merasa risih bila harus memeluk nya dengan lama, namun Rezky malah mendongak wajah Adila sambil menatap nya penuh cinta karena pesona kecantikan wajah nya pada malam ini membuat ia terhanyut dengan perasaan yang semakin dalam. Adila pun mengalihkan pandangan nya ke lain arah karena tatapan Rezky membuat nya salah tingkah, Rezky pun mengetahui sikap Adila kepada nya kemudian pandangan nya mulai terfokus pada bibir tipis Adila yang menurut nya tampak indah dan menggemaskan.
__ADS_1
Rezky pun tak ingin kehilangan kesempatan nya lagi dengan hasrat yang membara pada diri nya ia pun tak mampu menahan nya, tanpa basa-basi Rezky pun langsung menci*m bibir Adila, lalu di lum*t lah bibir Adila dengan lembut sambil memeluk nya kembali dan tak ingin melepaskan nya.
Mendapat serangan secara tiba-tiba dari Rezky sontak membuat nya terkejut, Adila pun hanya diam karena ia merasa canggung dan ini adalah ciuman kedua mereka.
Semakin Adila diam dengan tingkah Rezky ia pun semakin tenggelam dengan buaian nya, karena tak bisa menghindari nya lagi Adila pun mulai membalas ciuman nya dengan lum*t*n lembut sambil memejamkan kedua mata nya kini Adila pun mulai menikmati nya serta membalas pelukan Rezky dengan erat.
Tak hanya berhenti disitu, mendapat respon ciuman dari Adila membuat Rezky semakin gemas dengan aksi Adila, ia pun menaikan level lum*t*n lembut nya menjadi lum*t*n yang cukup kasar kini lid*h mereka pun saling menari, awal nya ciuman mereka terlihat lembut karena Rezky menaikkan level ciuman nya maka terlihat lah menjadi ciuman yang menggairahkan.
Rezky pun senang Adila menikmati nya gairah nya pun bertambah, kedua mata Rezky pun sedikit melirik ke arah bawah tanpa sengaja ia melihat belahan d*d* Adila yang sedikit terlihat, namun Rezky bukan lah orang yang br*ngs*k ia pun mengalihkan lirik mata nya pada wajah cantik Adila yang masih memejamkan mata nya.
Tanpa sadar adegan mereka tersebut telah disaksikan oleh Devan.
"Damn! what they did in front of me, berani nya mereka membuat pemandangan itu di depan pria tampan dan single seperti diri ku" gerutu nya dengan kesal.
"Sudah tahu me don't have girlfriend, aku ingin melakukan dengan siapa coba, kalau begini apa kalian mau tanggung jawab,hah" sambung nya lagi dengan nada kesal.
Rupa nya gerutu Devan tak dapat di dengar oleh mereka karena Devan melihat nya dari arah yang berjauhan.
Devan pun terlihat badmood melihat kemesraan mereka akhir nya Devan pun menyerah membuntuti mereka kemudian meninggalkan mereka berdua yang masih terlihat mesra, ia pun berencana untuk pergi ke sebuah klub.
"Hhsss,,,hhhsss,,,hhhsss,,,"
Melihat tingkah nya, Rezky hanya tersenyum lebar ia pun merasa senang dan puas karena bisa berciuman kembali dengan Adila, ia pun membayangi aksi nya yang barusan menurut nya ciuman ini beda dari ciuman ia sebelumnya.
Tak berapa lama kemudian Rezky mempersilakan Adila ke tempat duduk guna untuk menyantap makan malam mereka dengan masakan khas western.
****
Di Rumah Adila....
waktu menunjukkan pukul 21.00 rupa nya papah Adila telah pulang dari luar kota nya selama beberapa hari ini karena mengurus pekerjaan di cabang yang berbeda.
Tampak nya Evi sedang menunggu diruang tamu dengan kepulangan suami nya "papah sudah pulang, sini biar mamah yang bawakan tas papah" ujar Evi dengan ramah.
"Ga perlu, aku bisa membawa nya sendiri" balas nya dengan lirih sambil berjalan ke arah kamar dan memasuki nya dan langkah nya pun di ikuti oleh Evi.
Evi pun merasa ada yang beda pada sikap suami nya.
__ADS_1
"Pah, apa yang terjadi mengapa papah seperti menghindari mamah ?" Tanya Evi dengan raut wajah sedih.
"Sudah lah Evi sikap mu itu jangan lah dilebih-lebihkan. Lebih baik kau tidur sana" pinta nya dengan sedikit ketus.
Evi pun semakin bertanya-tanya pada sikap suami nya "pah, bukan nya Minggu lalu waktu mamah berada dirumah sakit kita sudah berbaikan lalu mengapa sifat papah dingin seperti ini pada mamah ?" Tanya nya lagi sambil menatap kearah suami nya yang sedang duduk di tepi tempat tidur.
"Aku melakukan itu hanya didepan Adila dan kau tau kau bertindak konyol seperti itu membuat putri ku menyalahkan ku" balas nya dengan sedikit nada tinggi.
Tiba-tiba tangis Evi pun pecah,
"Berarti yang waktu itu hanya lah sandiwara, aku tau pah aku salah tapi izinkan mamah berubah pah, mamah akan berusaha menjadi ibu yang baik untuk Adila hiks,,,,hiks,,,hiks,,,"
"Entahlah aku memang sudah memaafkan kesalahan mu pada Adila, tapi perlu kau ingat, sekarang kepercayaan ku terhadap mu sudah tidak seperti kepercayaan ku yang dulu" ucap papah Adila dengan tegas.
----
Tiba-tiba datang lah Bayu sehabis pulang menemui client nya.
"Pekerjaan hari ini cukup melelahkan,huhhf"
Ucap Bayu sambil menghela nafas.
"Didepan ada mobil papah, berarti hari ini papah sudah pulang dari luar kota. Baiklah aku harus meminta tanda tangan papah untuk beberapa dokumen yang diberikan client tadi" ucap nya lagi sambil mengambil beberapa dokumen yang berada didalam tas kerja nya. Bayu pun segera melangkahkan kaki nya menuju kekamar papah nya, tepat ia berada didepan pintu yang sedikit terbuka, ketika Bayu ingin mengetuk pintu tersebut terdengar suara tangisan Evi dari dalam namun ia urungkan tangan nya kembali dan berinisiatif mendengar percakapan mereka.
"Sekarang mamah hanya pasrah pah, kalau pun niat papah ingin menceraikan mamah, mamah akan terima dengan ikhlas. Pinta mamah hanya satu tolong jangan pisahkan mamah dengan Bayu karena jika sampai papah memisahkan aku dengan nya, aku lah yang akan di mintai pertanggung-jawaban kelak oleh orang tua Bayu yang telah tiada" perjelas Evi dengan tangisan nya yang semakin jadi.
Mendengar ucapan Evi yang terakhir membuat papah Adila merasa heran,
"Apa maksud mu berbicara tentang Bayu seperti itu ?" Tanya nya dengan raut wajah yang ingin ia ketahui.
Evi yang selama ini menyimpan rahasia nya secara rapat-rapat dan dalam tanpa diketahui oleh siapa pun selain dengan diri nya, terpaksa ia harus menceritakan ini pada suami nya.
"Perlu kau ke-ketahui bahwa Ba-ba-Bayu a-ad-adalah bukan anak kandung ku" ucap nya dengan terbata-bata serta berat hati.
Bayu yang tengah berdiri dibelakang meja pajangan yang dihiasi beberapa tembikar dan 1 vas bunga.
Bagai disambar petir dimalam hari mendengar ucapan yang keluar dari mulut Evi membuat Bayu sangat shock sekaligus terkejut, ia pun tak percaya atas semua ini mendengar hal itu tubuh nya pun menjadi lemas tanpa sengaja tangan Bayu menyenggol salah satu tembikar ukuran sedang yang tengah berdiri diatas meja pajangan, seketika tembikar itu pun jatuh ke lantai dan suara nya pun terdengar oleh Evi sekaligus papah Adila.
__ADS_1
Bersambung,,,,,,