
"waaww !!! Di tengah hutan ini ada sebuah danau yang jernih dan indah, sungguh menakjubkan" seru Adila sambil menikmati pemandangan disekitar yang terdapat sebuah danau jernih berwarna biru.
"Apa kamu menyukai nya ?" Tanya Devan yang terpesona melihat wajah girang Adila.
"Sangat menyukai nya" seru Adila.
Kemudian mata Devan tertuju pada sebuah perahu yang terdampar ditepi danau dan bermuatan 4 orang.
Devan pun mengajak Adila untuk menaiki perahu tersebut, Adila pun mengikuti ajakan Devan karena ia ingin sekali menelusuri danau biru tersebut.
Mereka sudah berada di atas perahu dan mulai mengelilingi danau tersebut.
Perlahan mereka dayung secara bersamaan, disaat sedang mendayung Adila menyentuh air dengan tangan nya.
"Waaww,,, ternyata air nya terasa sejuk. Oh iya Devan apakah danau ini ada buaya nya ?" Tanya Adila.
"Menurut pembicaraan warga sekitar kata nya sih ada",
"Yang benar. Aku jadi merasa takut" Adila pun mulai memegang tangan Devan yang pada saat itu sedang mendayung karena ia merasa panik apa yang dikatakannya barusan.
"Hehe,,, aku hanya bercanda saja",
Wajah panik Adila berubah menjadi tatapan sedikit kesal terhadap Devan,
"Iisshh,,, kamu ini bikin aku takut saja"
Devan pun hanya merespon dengan tawa nya menurut nya raut wajah Adila terlihat lucu pada saat panik di tengah danau.
"Kau sudah berhasil membuat aku takut, sekarang kau malah tertawa. Baiklah rasakan ini pembalasan ku" Adila pun tak mau kalah segera lah ia mencipratkan air kearah wajah Devan menggunakan tangan nya.
Seketika Adila tertawa terbahak-bahak melihat reaksi wajah Devan terkena percikan air karena ulah nya.
Namun Devan tak mempermasalahkan, justru ia juga membalas ulah Adila.
"Aku juga tidak mau kalah" sahut Devan sambil menyiram air ke wajah Adila dengan tangan nya.
Hanya satu kali balasan dari Devan membuat Adila terlihat basah kuyup.
"Kamu curang, aku hanya menyiram mu sedikit lalu kamu membalasnya sebanyak ini",
"Hehehe,,,, siapa suruh menyiram ku duluan" ejek Devan kepada nya.
"Baiklah aku akan membalas mu lagi".
Ketika Adila ingin membalas Devan dengan menyiram nya lagi, tanpa sengaja ia melepaskan dayung nya dan terjatuh kedalam air karena dayung tersebut cukup berat bila di pegang akhirnya tenggelam lah dayung yang di pegang Adila.
Mengetahui hal itu sontak membuat Adila kaget dan tidak jadi untuk membalas candaan Devan.
"Bagaimana ini Van, dayung nya terjatuh kedalam air" ucap Adila dengan panik serta melihat situasi nya yang sudah berada ditengah danau.
"Entah lah. Kita hanya punya satu dayung dan itupun sangat sulit bila kita ingin kembali ketepi danau" Devan pun ikut merasakan panik.
"Ini semua salah ku" ucap Adila dengan penyesalan nya.
Melihat raut wajah Adila yang panik Devan turut menenangkan nya.
"Kamu tidak perlu menyalahkan dirimu, tenang saja aku akan ambil dayung tersebut",
"Maksud mu kau akan mengambil ke dalam air danau ini ?",
"Memang seperti itu kan. Kamu tunggu saja di atas perahu biar aku yang mengambil dayung nya" sahut nya dengan tenang.
"Tapi Devan---- " belum selesai Adila bicara Devan sudah menceburkan diri kedanau dan diri nya sudah tidak terlihat di atas permukaan.
Sekitar 10 menit Adila menunggu Devan diatas perahu, dirinya merasa khawatir karena Devan belum muncul kembali.
__ADS_1
"Devan... Devan.... Apa kamu baik-baik saja ?" Panggil nya namun tetap saja ia tidak menerima jawaban dari panggilan nya.
"Bagaimana ini apakah Devan tenggelam" perasaan Adila bertambah khawatir.
Seketika langit yang cerah berubah warna menjadi gelap disertai dengan hembusan angin yang cukup kencang dan sekitar hutan mengeluarkan suara gemuruh.
Dengan keadaan seperti itu Adila semakin panik tubuh nya mulai bergetar dan mengeluarkan keringat yang bercucuran.
"Seperti nya akan datang hujan" ucap nya dengan sorot mata yang tajam melihat disekelilingnya, tiba-tiba turun lah hujan yang tak begitu deras.
Adila pun semakin panik dan ketakutan bagaimana tidak disaat situasi hujan seperti itu ia berada di tengah danau sendirian.
"Devan, jangan bercanda seperti ini akhh ga lucu tau !",
"Cepat dong Devan kembali aku takut nih" ucap nya sambil merangkul tubuh nya yang sudah terlanjur basah karena air hujan.
'aaakhhhhhh'
Teriak suara Adila, karena ia merasa kaget bahwa ada menarik tangan nya dari arah belakang sehingga membuat nya terjatuh kedanau,
Tangis Adila pun pecah karena ketakutan nya ditambah lagi ia mengira bahwa tubuh nya sudah tenggelam.
Rupa nya perkiraan Adila salah bahwa danau itu terlihat dalam namun setalah ia menapaki kaki nya kebawah ternyata danau itu hanya menenggelamkan di atas dada Adila.
Tiba-tiba Devan hadir di hadapan nya,
"Heiii... Adila tenang lah. Ini aku Devan" ucap Devan tepat dihadapan nya sambil memegang bahu nya ia pun berupaya untuk menenangkan Adila.
"Kau bukan Devan pasti kau hantu penunggu danau ini yang merubah wujud menjadi Devan" ucap nya sambil memejamkan kedua mata nya dengan sangat rapat sehingga tidak mau melihat kesekitar.
"Percaya lah aku ini Devan, kamu tidak perlu takut atau pun cemas. Sekarang buka lah mata mu" pinta Devan.
"Sungguh kau beneran Devan bukan hantu ?" Adila pun masih tidak percaya.
"Baiklah aku akan membuka nya" ucap nya dengan nada sedikit takut.
Perlahan Adila mulai membuka kedua mata nya dan benar saja Devan berada di hadapan nya, Adila masih merasakan ketakutan tiba-tiba memeluk erat tubuh Devan.
Lalu Devan pun membalas pelukan Adila dan berkata kepada nya,
"Jangan takut Adila karena aku selalu berada disisi mu" ucap nya sambil mencium kepala Adila.
Adila pun melepas pelukannya,
"Aku kira kamu sudah---" bicara Adila pun terhenti dengan telunjuk Devan berada dibibir nya.
"Huussh,,, sudah jangan diteruskan. Buktinya aku ada dihadapan mu kan" balas Devan dengan senyuman nya yang manis.
Adila pun merasa tenang karena ada disisi nya. Sementara itu tatapan Devan mengarah pada wajah cantik Adila yang basah karena terguyur air hujan, begitu juga dengan bibir Adila yang terlihat basah serta mengkilat membuat daya tarik Devan ingin menikmati nya pada saat itu juga.
Seperti nya Adila memberi sinyal untuk Devan, ia pun tak ragu untuk memejamkan kedua matanya. Tak lama kemudian Devan langsung m***** bibir Adila dengan cukup ganas karena gairah nya sudah tidak tahan melihat bibir Adila yang terlihat menggoda, begitu pula pada Adila terlihat menikmati nya tanpa ragu ia pun balas Lum**** bibir Devan dengan mesra.
Mereka pun menenggelamkan diri sambil memeluk erat dan tak ingin melepaskan ciuman mereka satu sama lain, kini mereka terlihat jelas sangat mesra berciuman di dalam air.
Mendengar suara penggorengan di dapur dan mencium bau harum aroma masakan membuat Devan tersadar dari tidur nya.
Perlahan ia membuka kedua mata nya dan perasaan nya sedikit kecewa karena adegan mereka yang dilakukan hanyalah sebuah mimpi.
"Rasa nya begitu nyata sangat indah dan manis tapi sayang semua itu hanya bunga tidur ku" ucap Devan dengan tersenyum kecut serta membangun tubuh dari baring nya dan melihat jam di samping tempat tidur nya yang mengarahkan pukul 09.15
Kemudian dia melangkahkan kaki nya menuju suara penggorengan yang terlanjur ia dengar.
Kini sudah berada dibalik pintu dapur serta mengintip Adila yang sedang asyik memasak, sementara itu Adila mulai mentiriskan ayam goreng yang telah matang kemudian ia sajikan sebelah nya.
__ADS_1
Setelah menaruh piring yang berisi 2 potongan ayam goreng, sontak membuat Adila sangat terkejut karena ia mendapatkan pelukan dari belakang secara mendadak.
Berharap pelukan yang ia dapat itu adalah dari Rezky, pikir nya Rezky sudah pulang dengan cepat dari Amerika namun setelah Adila membalikkan tubuh nya ia sangat terkejut,
"De--de--Devan" ucap nya dengan gugup, Adila tak mengerti atas tindakan nya yang ia lakukan kepada nya, lalu Adila berusaha untuk berpikir positif dengan cepat ia melepas rangkulan Devan dari tubuh nya.
"Apa yang kamu lakukan ?" Tanya nya dengan heran serta menampakkan raut wajah yang terkejut.
"Tenang saja. Kamu tidak usah terkejut seperti itu, aku melakukan itu sebagai ucapan terima kasih ku pada mu karena kamu sudah memasak makanan untuk kita" balas nya dengan tersenyum menggoda.
Adila pun melupakan pikiran yang macam-macam tentang Devan setelah ia mendengar penjelasan dari nya barusan,
"Kebetulan makan nya sudah siap dihidangkan. Tidur mu terlihat sangat nyenyak sehingga aku tidak berani untuk membangun kan mu" ucap Adila dengan berjalan 2 langkah dari hadapan Devan.
"Untung kamu tidak membangunkan ku, karena aku sedang bermimpi indah" seru Devan.
"Oh begitu rupa nya" balas nya karena tidak ingin tahu tentang mimpi dibicarakan nya.
Devan pun melihat penampilan Adila dari atas sampai bawah dan sedikit heran baju yang dikenakan nya.
"Tunggu,,, kenapa kamu masih pakai piyama. Cepat sana ganti baju yang lain, bisa-bisa aku sakit mata bila melihat penampilan mu seperti ini",
"Baiklah aku akan pakai baju ku yang kemarin",
"Apaaa !!! Jangan dipakai lagi. Aku sudah membelikan nya semalam untuk mu",
"Ayo ikut aku" Devan pun menarik tangan Adila menuju kamar Devan.
"Ini untuk mu, pakai lah ini" ucap nya sambil memberikan 2 papperbag kepada nya.
Adila pun mulai melihat isi papperbag nya yang terdapat 1pcs dress dan 1 set pakaian dalam.
"Kenapa kamu membeli pakaian dalam untuk ku ? Memang nya kamu tahu ukuran pakaian dalam ku ?" Tanya nya dengan perasaan malu karena Devan mengetahui ukuran pakaian dalam Adila dan menurut nya sangat pas ukuran nya.
"Kamu jangan negatif dulu. Kebetulan aku membeli itu karena salah satu pramuniaga body nya sama dengan diri mu makanya aku beli lah untuk mu supaya kamu dapat mengganti pakaian dalam mu yang telah kau pakai kemarin. Memang nya kamu tidak risih memakai pakaian yang sudah dipakai" perjelas Devan sambil menatap Adila.
Adila pun mulai mencerna perkataan Devan, dan ada benar nya juga yang dikatakan nya. Kemudian ia segera mengganti pakaian nya kedalam kamar Rezky.
Sementara itu Devan bergegas untuk mandi, karena ia pun merasa risih bila dihadapan Adila penampilan nya masih terlihat seperti bangun tidur.
Setelah mengganti pakaian yang diberikan Devan Adila beranjak kedapur dan membawa satu persatu hidangan untuk ditaruh di atas meja makan.
15 menit sudah Devan selesai dari mandi nya setelah memakai baju ia pun beranjak ke meja makan guna untuk sarapan bersama Adila.
Melihat Adila yang tengah berdiri sibuk menyiapkan hidangan untuk nya membuat Devan sangat terpesona pada penampilan Adila, rupa nya dress yang ia belikan untuk nya terlihat sangat cocok dan terlihat anggun dikenakan oleh Adila.
Bukan hanya penampilan nya yang ia kagumi, ia pun mulai kagum dengan masakan Adila yang sudah tidak sabar untuk mencicipi nya.
Sudah cantik, seorang dokter hebat dan pintar masak rupanya Adila memang sosok wanita idaman. Beruntung sekali Rezky memiliki nya, point nilai 100.000 tidak cukup diberikan kepada nya. 'ucap batin Devan sambil memandangi wajah adila'
Adila pun tidak menyadari bahwa dirinya sedari tadi sudah pandangi oleh Devan, kemudian ia hanya memfokuskan menyantap makanan nya.
Devan pun mulai menikmati masakan Adila dan merasakan nya begitu lezat di lidah nya, ini ada pertama kali nya ia disuguhkan makanan yang lezat oleh seorang wanita yang ia cintai nya.
mengenai mimpi itu seperti nya membuat perasaan Devan semakin melekat pada Adila dan tidak ingin untuk melepaskan nya.
A**kankah Rezky mengetahui perasaan Devan yang sesungguhnya terhadap Adila ????
Dan bagaimana perasaan nya jika ia mengetahui hal tersebut, apakah Rezky masih ingin memperjuangkan cinta nya atau bahkan merelakan untuk sepupu tersayang nya ????
Mari kita simak di episode selanjutnya
__ADS_1
🧐🤗**
Bersambung...