
Dari ufuk timur Kilauan sinar matahari memancarkan keindahan di pagi hari. Di dalam hotel kelas VVIP terlihat Rezky sedang bercermin merapikan setelan casual yang ia kenakan, berhubung hari ini ia sedang tidak sibuk dari pekerjaan nya ia pun ingin memberi kejutan kepada Adila berupa mengantarkan Adila ketempat berkerja nya.
"Permisi tuan Rezky" tiba-tiba datang asisten Rezky yang ingin memberitahu kan sebuah informasi.
"Iya. Ada apa ?" Balas Rezky datar.
"Maaf Tuan hari ini Anda ada jadwal latihan di sirkuit" ujar nya dengan hati-hati.
"Apaaaaa !!!! Kenapa bisa mendadak seperti ini" Rezky balas dengan terkejut karena yang ia tahu bahwa hari ini ia bebas dari pekerjaan apapun.
"Anu tuan. Saya juga baru di kabarin 15 menit yang lalu oleh Coach anda" jelas nya dengan kepala menunduk.
"Bilang kepada nya tunda pelatihan hari ini, seenak saja dia memberitahu selalu mendadak" Rezky mendengus kesal.
"Baik tuan akan saya sampaikan. Saya permisi dulu" dengan rasa hormat asisten tersebut pergi dari hadapan Rezky.
"Hari-hari ku ini selalu penuh dengan pekerjaan kalau begini terus kapan aku ada waktu nya dengan Adila. Biarkan saja deh aku memberi ketegasan pada coach ku sekali-kali dia aku harus bersikap tegas dan kritis kepada nya supaya dia tidak seenaknya" ucap Rezky dengan nada emosi.
Tak lama kemudian ia berjalan ke arah lobby parkir mobil, dari kejauhan sudah terlihat mobil sport milik nya setelah itu ia pun menaiki mobil tersebut serta mengendarai nya.
'Breemm... Breemm.... Breeemmmmmmm....'
******
'Kringgggggg...... Kringggg......'
Bunyi alarm jam weker yang terdengar jelas di samping telinga Adila karena pada jam tersebut sudah waktunya untuk melakukan aktivitas nya. Ia baru tidur selama 3 jam karena sibuk mencari Bayu terpaksa ia membangun tubuh nya dengan rasa kantuk yang masih melekat, tak lama kemudian Adila beranjak untuk mandi.
Setelah mandi dan memakai baju tiba-tiba Adila di kejutkan dengan suara panggilan masuk dari Devan,
"Hallo Devan, ada apa ?" Ucap nya datar.
"Bisakah kau hari ke rumah ku ?" Pinta Devan yang terdengar dari ponsel.
"Untuk apa ? Hari ini aku tidak bisa karena aku sedang sibuk" balas nya dengan nada tergesa-gesa.
"Aku ingin menunjukkan sesuatu sama kamu"
"Sesuatu apa !!! Sudah lah Devan aku sedang terburu-buru dan masih banyak kepentingan ku" balas Adila sedikit kesal.
"Bayu ada bersama ku"
"Apaaaa !!!! Kamu serius, kok bisa..."
"........"
__ADS_1
"Aku segera ke tempat mu"
Adila mengakhiri panggilan masuk dari Devan.
Adila berjalan keluar dari kamar nya setelah menuruni tangga ia melihat Evy sudah berpakaian rapi dan nampak terburu-buru berjalan keluar dari dalam rumah.
"Bi Ina mamah mau kemana ?" Tanya Adila heran pada nya yang kebetulan bi Ina sedang membersihkan debu yang melekat pada sebuah pajangan.
"Nyonya mau ke kantor polisi non kata nya ingin membuat laporan atas kehilangan den Bayu"
"Ya ampun mamah,,,, baru aja aku ingin memberitahu bahwa Bayu sudah ada bersama Devan" Adila berlari mengejar Evy.
Adila memanggil Evy namun sayang nya Evi tidak mendengar panggilan dari Adila karena ia masih terlihat panik dan gelisah atas masalah yang dihadapinya.
Sebelumnya Evy sudah memesan taksi online dan sudah standby di depan rumah nya,
"Jalan pak" perintah Evy pada supir taksi tersebut
"Baik Bu" supir taksi langsung menancapkan gas mobil nya.
"Mamah tunggu dulu mah mamahhhh...."
Disaat Adila memanggil Evy yang tak terlihat oleh nya, dari di dalam mobil sport Rezky melihat raut wajah Adila seperti frustasi kemudian ia membunyikan klakson mobil nya.
'Teloleeetttttt !!!!!!'
"Rezky untung ada kamu. Tolong antarkan aku pada taksi yang baru saja melintas" balas Adila dengan gelisah.
"Memang nya ada apa dengan mobil taksi itu" Rezky semakin bingung
"Sudah nanti aku ceritakan"
"Ya sudah kalau begitu naik lah ke mobil ku"
Adila langsung memasuki mobil sport milik Rezky.
-------
~Di kediaman Devan~
Devan menyodorkan segelas susu murni dan sandwich pada Bayu yang sudah duduk di ruang meja makan. Rupanya Bayu sudah bangun dari tadi meskipun ia semalam mabuk berat namun kebiasaan bangun pagi nya tak pernah ia lewatkan.
"Kenapa masih diam cepat lah kau sarapan. Dan segara habis kan susu itu karena semalem kamu mabuk berat dan setelah itu cerita kan masalah mu" perintah Devan di hadapan nya sekilas melirik Bayu yang terdiam.
"Masalah ku itu cukup rumit" balas Bayu spontan.
__ADS_1
"Ini mengenai siapa aku dan siapa keluarga ku. Dan itu semua terungkap karena kau, aku tidak tahu apakah aku harus bilang terimakasih kepada mu atau bahkan menyesali nya. Jika ini tidak ada kaitannya dengan mu bisa saja aku malas menceritakan masalah ku pada siapa pun" sambung nya.
Devan mulai paham dengan yang Bayu jelaskan meskipun yang dijelaskan nya belum lengkap,
"Oh... Jadi itu masalah mu hahahaha"
"Kenapa kamu tertawa, memang ada yang lucu" Bayu tersinggung atas ucapan Devan.
"Tidak sama sekali"
"Lalu kenapa kamu tertawa. Apa sebenarnya kau ini mengejek ku" raut wajah Bayu terlihat kesal.
"Dengar baik-baik adik ipar selama ini apakah kamu merasa di manfaatkan oleh mereka" Devan melirik Bayu dengan sorotan mata yang serius.
"Aku merasa tidak di manfaatkan"
"Lalu apa masalah nya ?"
"Aku merasa....." Ucapan Bayu terpotong oleh Devan.
"Kecewa !!!!!"
"Iya" jawab Bayu singkat.
Devan bangun dari duduk nya dan berdiri sebelah Bayu sambil menghela nafas,
"Huuhhhffff..... Menurut aku sih itu wajar dan sebaiknya jangan berkepanjangan. Apakah mereka pernah menyakiti mu ?"
"Tidak. Mereka semua sayang kepada ku" ujar Bayu dengan kepala menunduk.
"Dengan kamu bertindak seperti ini sudah pasti membuat mereka kerepotan. Kamu jangan melihat identitas kamu tapi lihat lah mereka sebagaimana memperlakukan kamu dengan baik. Terutama orang yang merawat mu sampai dewasa seperti sekarang ini mereka sudah berjasa kepada mu"
"Tapi aku kecewa kenapa ibu ku tidak memberitahu nya dari awal atau mungkin sewaktu aku kecil" Bayu mulai menaik banding kan.
"Bisa saja ibu mu itu memberitahu kan pada saat kamu masih kecil, tapi yang jadi masalah nya apakah cara perlakuan kamu kepada nya menjadi berbeda karena dengan alasan ia bukan orang yang melahirkan kamu. Sekarang kamu lihat banyak contoh kasus dengan seorang ibu kandung tega menyiksa seorang anak bahkan bisa membunuh nya coba kamu pikir di posisi mereka pasti mereka beranggapan ingin menjadi anak dari ibu yang lain bahkan mereka setiap saat akan haus kasih sayang. Dan kamu masih beruntung bisa merasakan kasih sayang keluarga meskipun mereka bukan keluarga kandung kamu tapi mereka sangat menyayangi mu"
"Tapi dulu juga ibu ku pernah berlaku kasar pada kak Adila tapi sekarang sudah tidak lagi" Bayu berpikir karena persoalan nya itu berkaitan dengan dirinya.
"Kamu tidak usah melihat kesalahan masa lalu ibu mu. Toh... Sekarang mereka kan sudah baikan"
"Hubungan mereka baru saja terlihat tenang masa sudah kau campur lagi sih dengan badai melalui masalah mu. Kalau menurut ku sebaiknya lupa kan rasa kekecewaan mu dan jangan seperti ini ini" sambung ucapan Devan.
Bayu memahami penjelasan dari Devan tanpa sadari air mata nya perlahan menetes ia pun menyesali atas perbuatannya selama beberapa hari ini.
Devan mengetahui hal tersebut dan menepuk pundak Bayu seakan menenangkan,
__ADS_1
"Sudah adik ipar jangan menangis seperti itu karena itu sangat tidak baik untuk kesehatan mu soalnya kamu belum sarapan. Kalau mau menangis kau isi dulu perut mu supaya bertenaga lalu setelah itu lanjuti tangisan mu" Devan memberi candaan pada Bayu tersontak Bayu ikut tertawa kemudian melahap sarapan yang sudah disediakan oleh Devan.