
Evi yang tak sengaja lewat dari dapur melihat suami nya sedang duduk santai sambil menikmati secangkir kopi.
"Lho... Hari ini papah tidak pergi ke kantor ?" Tanya Evi pada papah Adila yang sedang duduk santai di belakang teras rumah.
"Tidak, hari ini aku mau istirahat seharian dirumah" balas nya dengan datar.
Evi ikut duduk di samping kursi sebelah nya,
"Nah,,, gitu dong papah juga jangan lupa waktu untuk istirahat. Karena selebihnya kan papah banyak berkerja dan jarang dirumah" ujar nya.
Semenjak kejadian Evi membuka rahasia terpendam kepada suami nya, perlahan suami nya mulai memaafkan sikap Evi yang pernah ia lakukan dengan kasar terhadap Adila.
Ia pun memberikan sedikit kesempatan kepada evi guna untuk memperbaiki kesalahannya, kini hubungan mereka pun kembali normal seperti sebelumnya.
----
Siang itu Bayu sedang menjalankan meeting bersama staff nya, begitu juga dengan performa Bayu semakin hebat menjalankan bisnis papah nya.
"Sungguh menakjubkan dari tahun ke tahun omset kita selalu naik, ini harus di pertahankan" Bayu yang sedang berdiri menjelaskan dengan puas pada papan grafik yang di arahkan dari monitor.
Atas maju nya perusahaan yang di kelola Bayu para staff yang berada di ruangan itu memberi tepuk tangan.
"Pak Bayu, bolehkah saya mengajukan pertanyaan kepada anda ?" Tanya salah satu manager pemasaran.
"Ya silahkan",
"Yang saya alami di dalam lapangan maupun luar lapangan saat ini produk kita sudah banyak terjual di berbagai area. Bahkan untuk jam operasional tenaga kerja kita mempengaruhi kepada mereka, karena sebagian dari mereka mau tidak mau harus melaksanakan lembur yang memang kebutuhan kita ini sangat terdesak",
"Berapa lama mereka harus melaksanakan lembur ?" Tanya Bayu dengan memotong pembicaraan Manager pemasar yang belum selesai bicara.
"Rata-rata sekitar 2 sampai 3 jam",
"Lama sekali. Padahal kita sudah buat SOP untuk meniadakan tambahan kerja di perusahaan kita ini, saya minta untuk bagian Personalia segera buat info lowongan sebanyak 1000 kandidat pekerja" ujar Bayu dengan tegas dan mengarahkan pandangan nya pada ke seorang Personalia yang sedang fokus mendengarkan ucapan dari nya.
"Noted pak Bayu",
"Baiklah untuk meeting kita hari ini cukup sampai di sini. Terima kasih untuk kalian yang sudah mengikuti meeting hari ini, semoga untuk kedepan nya perusahaan kita semakin lebih maju dan lebih berjaya",
Para staff Bayu pun mengangguk mengerti yang dikatakan oleh nya mereka pun saling kompak dan support satu sama lain.
__ADS_1
Tak lama kemudian mereka kembali keruangan kerja nya masing-masing.
-----
Keesokan hari nya ketika Adila menjelang berangkat berkerja yang sedang berjalan ke arah garasi mobil tiba-tiba langkah nya terhenti karena ada seorang kurir sambil membawa seikat bunga mawar merah yang terlihat sangat segar.
Karena pintu gerbang rumah Adila selalu terbuka jadi kurir itu pun leluasa untuk masuk pada area halaman nya,
"Permisi nona" sapa kurir tersebut kepada Adila yang kebetulan berpapasan dengan nya.
"Iya pak. Ada apa ?",
"Apakah nona yang bernama Adila ?" Tanya nya lagi.
"Betul pak. Saya sendiri" jawab nya dengan ramah.
"Ini non. Ada kiriman untuk nona seikat mawar merah" sambil menyerahkan seikat bunga tersebut kepada nya.
Adila pun menerima nya dengan heran,
"Ini dari siapa pak ?",
"Baiklah kalau begitu terima kasih pak",
"Sama-sama non. Saya permisi dulu" ujar nya sambil melangkah pergi dari area rumah Adila .
"Siapa pagi-pagi begini yang mengirim bunga untuk ku" gumam Adila.
Ia pun melihat secarik kartu ucapan untuk nya yang bertuliskan,
"Awali pagi mu dengan senyuman. Terimalah bunga ini sebagai bukti rasa cinta ku pada mu" Adila membaca nya dengan jelas.
Rupa nya ketika Adila memperhatikan seikat bunga mawar serta secarik kartu ucapan yang dipegang nya hal itu pun di ketahui oleh Bayu yang berdiri yang tak jauh dari arah nya.
"Ehem,,,ehem,,, ciyeeee yang dapat seikat mawar merah dari siapa tuh ?" Goda Bayu kepada nya sambil menghampiri Adila yang tengah berdiri.
Sontak suara Bayu membuat Adila merasa kaget dan menoleh kearah nya,
"Bayu kamu bikin kakak kaget aja",
__ADS_1
"Romantis banget sih kak Dila, pagi-pagi sudah dikasih semangat lewat bunga. Apalah jiwa adik mu ini hanya menyaksikan tanpa memiliki seseorang untuk disayang" ucap Bayu dengan nada godaan nya.
"Hehe... Dasar ya kamu itu lebay, trus kapan kamu punya pacar ?" Adila pun mengalihkan pembicaraan yang lain karena ia tidak ingin Bayu membahas tentang bunga yang dipegang nya serta tanpa diketahui identitas pengirim nya.
"Nanti saja lah kak, setelah kak Dila married baru aku akan mencari seorang kekasih",
'Daakkkk'
Mendengar ucapan dari Bayu membuat jantung Adila berdebar karena terkejut wajah nya pun berubah menjadi merah, karena ia belum kepikiran untuk kearah tersebut.
"Sudah akh kakak mau berangkat dulu soalnya lagi buru-buru nih".
Adila pun meninggalkan Bayu didekat nya, bergegas menaiki mobil yang akan di kendarai nya.
Dan mulai melajukan mobil nya tak lupa ia memberi klakson pada Bayu yang masih berdiri di halaman nya, kemudian respon Bayu hanya melambaikan tangan nya dengan memberi aba-aba untuk berhati-hati pada nya.
Selama di perjalanan sambil mengendarai mobil pikiran Adila tertuju pada bunga tersebut, dan aneh nya bunga itu ikut bersama nya yang diletakkan diatas jok mobil.
"Apakah bunga ini dari Rezky sengaja ia kirimkan lalu dirahasiakan identitasnya dari ku" gumam nya.
Pikiran Adila hanya tertuju kepada Rezky yang jauh disana karena siapa lagi yang romantis pada diri nya selain Rezky.
"Mungkin saja Rezky menyuruh orang untuk memberi bunga kepada ku, kau dari dulu selalu repot-repot seromantis ini" ucap Adila sambil tersenyum dan menatap bunga yang ada di sampingnya.
Kemudian Adila mulai berpikir lagi seakan ada yang mengganjal,
"Tapi kan beberapa hari ini Rezky belum menghubungi ku, mana mungkin ia bisa mengirim bunga ini".
Adila pun berusaha bersikap tenang dan berpikir positif,
"Hmm,,, sudah lah aku tidak ingin berpikiran negatif. Aku percaya kok bahwa bunga mawar ini dari Rezky dan kebetulan aku suka bunga mawar berwarna merah" Adila pun meraih bunga mawar itu dengan tangan kiri nya dan tangan nya tetap fokus mengendarai mobil, perlahan ia mencium aroma bunga tersebut di dalam hati nya ingin sekali ia bertemu dengan Rezky karena kerinduan nya.
Disisi lain...
Untuk saat ini Rezky masih sibuk dengan kegiatannya mulai dari urusan tentang karier nya sebagai pembalap yang sudah menghabiskan waktu nya, saking sangat sibuk nya ia tidak sempat untuk menghubungi Adila lewat panggilan telepon.
Ditambah kegiatan nya semakin padat mulai dari tawaran syuting iklan, pemotretan untuk cover majalah, serta jumpa pers untuk persiapan pertandingan bulan depan.
Namun disela kesibukan Rezky bukan berarti ia melupakan Adila, ia pun mempunyai rencana setelah pulang dari Amerika ia ingin segera menemui Adila dan secepat mungkin melamar nya.
__ADS_1
Bersambung....