
Hari berganti hari, Minggu berganti Minggu kini masing-masing masalah yang menimpa Bayu serta Evy sudah mereka lupakan.
Dan untuk ke depannya satu sama lain mereka akan saling terbuka agar tetap menjaga keharmonisan keluarga, semenjak kejadian tersebut akhir-akhir ini Devan terlihat dekat Bayu dan mereka sering menghabiskan waktu senggang bersama ke hal positif layak nya sahabat karib.
Begitu pula dengan Bayu ia sudah mengganggap Devan layak nya seorang kakak.
Mengenai perasaan Devan pada Adila perlahan ia sudah mengabaikan nya, karena yang ia tahu cinta Adila kepada Rezky begitu besar makanya ia tidak ingin merebut dari sepupu nya, egois rasanya bila ia memaksakan kehendak nya menurut nya sikap tersebut bukan lah cinta akan tetapi sebuah obsesi.
Tepat hari ini mereka selesai bermain bersama, Devan mengantarkan Bayu untuk pulang karena hampir seharian mereka berada di luar dan esok Bayu akan kembali sibuk dengan rutinitas nya.
"Kak Devan gak mampir dulu ?" Tanya Bayu setelah turun dari dalam mobil sport milik Devan.
"Lain kali saja Bay. Gua sangat lelah" ujar Devan sambil menggerakkan leher nya.
"Oh yaudah kak kalo gitu. Hati-hati ya kak"
"Oke sip" balas Devan dengan melambaikan tangan nya sekaligus berpamitan.
DI SISI LAIN.....
15 menit sudah Rezky menunggu Adila di rumah sakit tempat nya bertugas, sebelumnya ia sudah bilang kepada Adila untuk menjemput nya.
Tak lama kemudian datang lah Adila dari kejauhan ia heran melihat penampilan Rezky lebih rapi dan formal dari biasa nya.
"Rez, kamu gak salah memakai setelan seperti ini untuk menjemput ku ?" Tanya nya Bingung dengan memperhatikan sorotan mata dari atas hingga ke bawah.
"Oh iya aku lupa belum bilang sama kamu. Hari ini aku di undang acara gathering oleh salah satu client ku. Please ya kamu temani aku soalnya rata-rata pasti bawa pasangan masing-masing" perjelas nya sambil menggenggam kedua tangan Adila.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu antarkan aku pulang dulu karena aku tidak bawa baju ganti"
"Tidak perlu sayang. Aku sudah menyiapkan dress untuk kamu, nanti kita mampir dulu di salon untuk menata rapi penampilan mu" seru Rezky.
"Ya sudah kalau begitu sayang. Terserah kamu saja" Adila pun menuruti keinginan Rezky.
Mereka pun pergi menuju arah tujuan nya.
Tak jauh dari lokasi rumah sakit mereka berhenti di sebuah salon yang cukup berkelas, di dalam ruangan rupa nya para karyawan menatap senang seakan tidak percaya bahwa salon nya di datangi oleh orang yang sudah familiar yakni Rezky.
"Selamat datang. Ada yang bisa kami bantu" Sapa kedua Receptionis dengan ramah.
"Tolong buat istri saya malam ini secantik mungkin. Bila perlu aplikasi kan treatment yang terbaik pada nya" Adila sangat terkejut serta terkesan Rezky menyebut diri nya sebagai istri.
"Baik tuan"
Kemudian Receptionis memanggil stylish untuk mengubah penampilan Adila agar terlihat sangat cantik.
Sambil menunggu Adila di make over rupa nya 10 karyawan salon sedang asyik berfoto bersama dengan Rezky, tak hanya itu beberapa customer yang sedang melakukan treatment pun ikut meminta foto bersama.
1 jam sudah Adila di make over dan itu membuat Rezky takjub serta menatap nya tanpa berkedip karena khusus malam ini Adila terlihat sangat cantik bak bidadari layak nya turun dari khayangan.
"Waawww... Cantik sekali kakak" celetug salah satu Receptionis melihat takjub penampilan Adila.
"Memang asli nya sudah cantik, setelah di tata penampilan nya sangat-sangat cantik ka" sahut Receptionis satunya.
"Hehe... Kalian bisa aja " jawab Adila yang tersipu malu.
"Maaf ka kalau boleh tau Kakak main bintang film apa kok tidak pernah tersorot di media ?" tanya nya dengan spontan.
"Jelas dia tidak tersorot media atau televisi karena istri saya bukan kalangan dari selebritis melainkan dia seorang dokter" Rezky menjawab pertanyaan para Receptionis tersebut.
"Waawww... Luar biasa ternyata kakak ini dokter kebetulan saya juga kuliah mengambil fakultas kedokteran"
"Oh iya. Kalau begitu semangat kamu pasti bisa" sahut Adila dengan tersenyum ramah.
__ADS_1
"Makasih kak support nya".
Rezky pun mulai membayar tagihan nya dengan total senilai Rp. 2.000.000 bagi nya uang segitu sangat lah kecil, kemudian ia mengambil kartu kredit serta 10 lembar uang seratus ribu sebagai memberi uang tips untuk masing-masing karyawan salon tersebut.
Sebelum pergi seluruh karyawan tampak antusias meminta foto kepada Adila, dan mereka pun beranggapan bahwa Adila dan Rezky terlihat sangat serasi.
******
Mereka sudah sampai di lokasi gathering yang berada di salah satu gedung kawasan elit dan bergengsi.
Terlihat Rezky yang menggandeng tangan begitu pula dengan tangan Adila membalas gandengan tangan kekasihnya seakan tak ingin di lepas dari nya.
Mereka terlihat seperti pasangan Ratu dan Raja karena custom yang mereka pakai sangat serasi dan terlihat elegan tak heran jika beberapa tamu menatap kehadiran mereka berdua.
"Selamat malam pak Wijaya" sapa Rezky kepada client nya yang terlihat sedang mengobrol tamu yang lain.
"Selamat malam juga pak Alfin. Terimakasih anda sudah menyempatkan datang ke acara gathering ini. Mari silakan duduk dan segera cicipi hidangan yang telah disediakan" pak Wijaya mempersilahkan Rezky serta Adila.
"Terimakasih pak Wijaya. Oh iya pak kenalkan ini calon istri saya nama nya Adila"
Adila dan client Rezky berjabat tangan dan memperkenalkan nama masing-masing.
"Waahhh !!! Cantik sekali calon istri anda" Adila terlihat sedikit risih serta bercampur tersipu malu.
"Hehehe bisa saja pak Wijaya ini" balas Rezky dengan senyum nya.
"Oh iya maaf saya tinggalkan dulu ya sebentar. Soalnya saya harus menyambut tamu yang lain" tutur nya dengan perasaan tidak enak.
"Tidak masalah pak. Sebaiknya sambut dulu saja tamu nya" Rezky merasa tidak keberatan.
"Baiklah kalau begitu. Mari pak Alfin dan nona Rezky" Rezky dan Adila mempersilahkan pak Wijaya pamit sementara dari hadapan nya.
__ADS_1