Bring Me To Life

Bring Me To Life
Episode 36


__ADS_3

Sudah 2 hari ini Rezky tidak ada kabar, apakah ini ada hubungan nya dengan penjelasan wawancara Adila kepada para wartawan pada waktu lalu ??? bahkan sama sekali ia tidak mengirimi pesan atau pun menelpon Adila.


Berada di rumah sakit Adila pun hanya memandangi ponsel nya berharap Rezky menghubungi nya karena pada saat itu Adila benar-benar mengharapkan kabar dari Rezky.


"Kemana saja kamu 2 hari ini ? Apa karena kejadian waktu lalu kamu marah dengan ku ?" Adila pun tampak murung sambil duduk di kursi ruangan nya.


"Maaf kan aku Rezky, aku tidak mau hubungan kita ini di ketahui banyak publik karena aku merasa ga nyaman, aku ingin hubungan kita di jalani apa ada nya tanpa harus campur tangan orang luar".


Adila pun mulai memasang wajah murung tak terasa air mata nya pun terjatuh karena ia merasa di hindari oleh Rezky, Adila pun merasa bersalah lalu pikiran nya pun tertuju tentang yang kemarin bersama nya.


----FLASHBACAK ON----


"Sebelumnya saya meminta maaf dan saya yang akan menjawab pertanyaan ini, kebetulan saya adalah teman seangkatan Alfin sewaktu di SMA, untuk saat ini kami hanya lah teman dan kami disini hanya kebetulan bertemu" Adila menutup penjelasan nya dengan tersenyum kaku, Rezky hanya menatap wajah Adila dengan heran ia tidak terima dengan jawaban Adila serta raut wajah nya sedikit kecewa.


Rezky hanya menatap Adila dengan heran, karena bukan jawaban itu yang ia mau, baru saja ia ingin membeber kan bahwa Adila itu adalah kekasih nya dan secepat mungkin ia ingin menikahi Adila, namun Adila malah menjawab yang tak sesuai dengan kenyataan dan dari situ lah Rezky sedikit kecewa.


"Adila tunggu,,,,tunggu Adila,,,," panggil Rezky dari belakang nya dengan di ikuti langkah kaki nya yang tertuju ke arah Adila.


Namun Adila tak peduli panggilan dari nya ia pun terus melangkah kan kaki nya dengan cepat.


Rezky pun merasa kesal karena panggilan nya tak di hiraukan oleh nya, karena jarak nya mencapai 50 meter dari nya akhir nya Rezky pun memilih untuk lari.


Tepat lah Rezky nya berada dibelakang nya ia pun meraih tangan kiri Adila, lalu digenggam lah tangan nya dengan kuat, kini posisi Adila sudah tak lagi didepan nya melainkan dibelakang Rezky.


Rezky pun melangkah kan kaki nya dengan cepat ditarik lah tangan Adila sambil menuju ke arah lobby parkir mobil, Adila pun berusaha melepaskan tangan nya yang dipegang oleh nya namun genggaman tangan Rezky semakin kuat hingga Adila tak berdaya untuk melepas nya.


"Rezky, cepat lepaskan tang...." Belum selesai Adila berbicara tiba-tiba ciuman dari Rezky mendarat dibibir nya, segera lah Rezky m****** bibir tipis Adila yang menggoda, Adila pun hanya terdiam ia tidak membalas ciuman Rezky melainkan menikmati nya.


Setelah 2 menit lama nya berciuman,Adila pun mulai mengatur nafas nya yang berantakan dan suara nafas nya pun di dengar jelas oleh Rezky,


'huusshh,,,huusshh,,huusshh,,,huusshh',


"Kamu sudah mengabaikan panggilan ku dan membuat aku berlari mengejar mu, jadi terima lah akibat nya" ucap Rezky yang merasa puas dengan tindakan nya.


"Kamu melakukan itu di tempat ini, bagaimana nanti kalau ada orang yang lihat" ujar Adila dengan perasaan cemas dengan apa yang telah di perbuat.


"Kamu ga usah khawatir sayang, lobby ini terlihat sangat sepi",


Adila pun tak bisa memungkiri nya karena ia pun sudah terlanjur menikmati tindakan Rezky.


"Kenapa kamu menjelaskan kepada para wartawan tadi kalau kita ini cuma teman, bukankah kita ini sepasang kekasih yang sedang menjalin hubungan dengan serius ?",


"Maafkan aku menjelaskan seperti itu. Karena aku tidak mau hubungan kita ini diketahui banyak publik" balas adila dengan perasaan cemas.


Namun Rezky justru bangga jika hubungan nya diketahui banyak publik karena biar tidak ada lagi para wanita mengejar diri nya, secantik dan populer apapun para wanita mengejar diri nya tetap saja hati nya memilih Adila. Selain dia adalah cinta pertama nya dan hanya Adila lah yang sudah menemani Rezky dari nol.


"Tapi Dil.....",


"Rezky aku mohon kali ini saja kamu turuti permintaan ku" ucap Adila dengan penuh harap lalu di ikuti tetesan air mata.

__ADS_1


Rezky pun memeluk Adila dengan erat, "kamu ga usah khawatir aku akan ikuti perkataan mu, aku juga tidak mau kalau diri mu terlibat oleh media".


Adila pun membalas pelukan Rezky yang dibuat nya nyaman dan memberi kehangatan.


---FLASHBACK OFF----


Sepulang bertugas dari rumah sakit, Adila pun berinisiatif untuk memhampiri ketempat tinggal Rezky, sebelum nya Rezky memberitahu tempat tinggal nya bersama sepupu nya kepada Adila.


Sesampai disana Adila sudah berdiri di depan pintu ia pun menekan tombol bel masuk.


Devan sedang asyik bersantai menonton tv dikejutkan dengan suara bel masuk, ia pun melangkahkan kakinya dan membuka pintu.


"Adila,,,," ucap Devan.


"Hai Devan" sapa Adila dengan ramah.


"Hai juga,,, ada apa ya Lo kesini ?" Tanya nya dengan datar.


"Aku kesini ingin mencari Rezky, apa dia ada didalam ?",


"Lho,,, memang nya Lo tidak diberitahu sama Rezky sejak 2 hari yang lalu ia ke Amerika".


Wajah ceria Adila pun berubah murung seketika, "tidak. Dia tidak memberitahu ku",


"Heuhff,,, keterlaluan Rezky ini pacar sendiri saja tidak diberi kabar oleh nya" Devan pun hanya meringis kesal.


Tiba-tiba ponsel Devan yang ada di atas meja ruang televisi berdering, Devan pun mendengar deringan ponsel nya tak lupa menyuruh Adila untuk masuk ke apartemen nya.



"Rezky,,,," Devan pun terkejut ternyata panggilan masuk itu dari Rezky yang menelpon dari luar negeri.


"Halo,,," Devan pun menempel kan ponsel ditelinga kiri nya.


"Van, ada sesuatu penting yang harus gua bilang ke Lo" ucap Rezky dari suara telepon.


"Sesuatu apa ? Asal Lo tau ya nih cewe Lo ada ditempat gua. Dia lagi cari Lo tuh" balas Devan dengan nada ketus.


"Apaaa,,, Adila ada disitu kebetulan sekali. Cepat Lo serahkan ponsel nya ke dia".


Devan pun memberi ponsel nya kepada Adila yang sedang terduduk.


"Nih dari Rezky, dia mau bicara penting sama Lo dan tolong suara nya di speaker aja gua pengen tau pembicaraan kalian"


Adila pun mengangguk dan menuruti perkataan Devan.


"Halo Rezky,,,, Devan sudah memberitahu ku bahwa kamu ke Amerika tanpa sepengetahuan ku" ucap Adila yang sedikit kecewa.


"Maafkan aku sayang sudah buat kamu cemas sampai repot kamu mencari ku, kabar nya itu terlalu mendadak jadi aku lupa menghubungi mu aku harap kamu mengerti keadaan aku sayang" Rezky pun merasa tak enak hati dengan Adila.

__ADS_1


"Lalu kapan kamu akan pulang ?"


"Tadi nya 4 hari lagi aku akan pulang seperti nya itu di undur, karena ini menyangkut profesi aku sebagai pembalap kelas dunia saat ini sedang terjadi sedikit kendala, bisa dipastikan aku kembali 2 Minggu kemudian".


Mendengar ucapan terakhir Rezky membuat Devan geram akhirnya ia pun meraih ponsel nya dengan paksa yang masih dipegang oleh Adila.


Apa-apaan dia ini seenaknya saja merebut ponsel nya, jelas-jelas aku belum selesai bicara dengan Rezky. 'batin Adila'


Segera lah Devan menekan tombol off speaker lalu ponselnya didekatkan kembali ditelinga nya,


"Heeiiii,,, kau bilang hanya sementara saja di Amerika. Tahu begini lebih baik aku pulang ke asal" Omel Devan


"Kau lagi Devan yang bicara, aku belum selesai ngomong dengan Adila",


"Dengar baik-baik mulai besok siang aku akan kembali ke Amerika, percuma aku disini kamu nya tidak ada" ucap Devan dengan nada tinggi.


Adila hanya menyaksikan Devan dengan tatapan ngeri,


dari awal aku bertemu dengan orang ini dia sama sekali tidak ada sikap lembut nya, heummp,,, sangat berbeda dengan sikap Rezky. Tapi Rezky tetap saja memperlakukan nya dengan lembut, seperti nya aku harus mengecek otak orang ini.


'gumam Adila dalam hati Yang sedikit dibuat nya kesal oleh tingkah laku Devan'


"Gua mohon sama Lo jangan balik ke Amerika dulu Van, selama 2 Minggu kedepan sementara ini gua gak ada disisi Adila gua mohon sama Lo tolong jaga dan lindungi Adila. Selama ini gua udah terlalu lama ninggalin dia gua gak mau buat dia khawatir tentang gua" pinta Rezky penuh harap kepada Devan.


"Kenapa mesti di jaga dia kan sudah besar",


"Van gua mohon sama Lo kali ini aja Lo turuti permintaan gua, gua takut Adila jenuh setelah sekian lama gua jauh dari nya. Dan Lo juga harus lebih akrab dengan nya karena dia adalah calon ipar Lo jadi Lo harus bersikap manis terhadap nya",


"Baiklah ! Ingat cuma 2 minggu ga lebih habis itu jangan libatin gua lagi dalam urusan pribadi Lo" ucap Devan yang sebenarnya berat hati terlibat urusan pribadi sepupu nya.


"Terima kasih van Lo memang sepupu gua yang pengertian, tolong sampaikan salam gua sama my princess" Rezky pun menutup telepon nya, hati nya pun merasa senang karena disaat dia jauh dari sisi Adila Devan lah yang akan menjaga Adila untuk sementara waktu.


Menurut nya ini lah kesempatan yang bagus untuk nya karena selama ini Devan selalu bersikap sinis mengenai sosok Adila, begitu juga dengan Adila ia harus tahu di balik sosok Devan yang menyebalkan tersimpan lah sosok nya yang asyik dalam berteman sekaligus penyayang.


Devan pun mulai menaruh kembali ponsel nya di atas meja.


Adila yang sedang menatap wajah Devan dengan sedikit kesal langsung menunduk wajah nya supaya raut wajah nya tidak diketahui oleh Devan.


"Heh,,, dari tadi gua perhatiin Lo natap wajah gua terus ada apa emang nya ?" tanya Devan dengan ketus.


"Engga ada apa-apa kok. Aku cuma ingin tahu aja pembicaraan kalian tadi di telepon" balas Adila sambil menunduk wajah nya karena takut melihat raut wajah Devan tak enak di pandang oleh nya.


"Akuin aja Lo itu terkesima kan ? dengan penampilan gua yang jauh lebih keren ketimbang pacar Lo. Gua tau kok kalo gua itu tampan, tapi ga segitu nya juga kali Lo natap wajah gua" sahut Devan dengan rasa percaya diri nya.


Adila pun menaikan alis nya dengan menahan tawa dan bergumam dalam hati,


'idihhh,,,, ini orang tingkat kepedean nya melebihi seluas samudera. siapa juga yang terkesima dengan nya nyebelin sih iya'.


Bersambung,,,,

__ADS_1



__ADS_2